
Sambil makan, Rani dan Irma berbincang-bincang. Mereka membahas pertandingan basket yang dilihat tadi, suara pendukung sangat ramai dan antusias juga tinggi.
“Eh Ran, temennya Andi yang duduk disebelahnya itu ganteng ya..” kata Irma tiba-tiba.
Spontan Rani menoleh kearah Andi, setelah melihatnya Rani setuju dengan ucapan Irma.
“Kamu naksir dama dia Ma ?” pancing Rani
“Eh, nggak kok.. ganteng aja gitu hehe...” Irma terlihat salah tingkah.
“Ehem, nggak usah bohong deh..” goda Rani lagi.
Irma jadi salah tingkah, dia kemudian tidak membahas tentang teman Andi lagi karena pipinya kerasa memerah dan panas. Sementara Rani puas tertawa melihat tingkah temannya itu.
Setelah selesai makan Rani dan Irma pulang, Irma mengantar Rani pulang dulu ke rumahnya. Sampai di depan rumah Rani mengajak Irma mampir dulu tapi dia menolak karena sudah mau sore juga.
“Makasih ya Ma.. udh di anter sampai rumah..” ucap Rani.
“Iya Sama-sama Ra.. sampai ketemu besok..salam buat mas Rian.. hehehe..”
“Oke.. hati-hati di jalan..”
Irma melajukan motornya pergi dan Rani masuk ke rumah. Rani yang baru masuk melihat kakaknya sedang belajar di depan tv.
“Gimana tadi pertandingannya ?” tanya Rian setelah melihat Rani datang.
“Seru Mas.. tim basket kita menang..” jawab Rani.
“Oh.. bagus deh..”
“Belum selesai Mas belajarnya ?” tanya Rani sambil melihat kakaknya yang belajar.
“Bentar lagi..”
“Semangatnya...”
Rian tersenyum dan menyuruh adiknya segera mandi dan beristirahat.
Keesokan harinya Rani berangkat pagi dan belum ada siapa-siapa di kelas. Sambil menunggu teman-temannya datang dia mereview pelajaran hari itu. Tiba-tiba datang Selvi dan langsung menghampiri Rani.
__ADS_1
“Eh Selvi.. pagi..” sapa Rani.
“Pagi Ran, aku mau tanya..” kata Selvi dengan mimik serius.
“Boleh, kamu mau tanya apa ?”
“Kamu ada hubungan apa sama Andi dan Ari ?” tanya Selvi
“Enggak ada apa-apa Sel, kita cuman temenan biasa..” jawab Rani dengan jujur.
“Masak sih ? Kok kalian deket banget..”
“Namanya juga teman Sel.. emang ada apa ?” Tanya Rani penasaran karena Selvi tiba-tiba bertanya seperti itu.
“Jauhi mereka !” perintah Selvi.
Rani mendengar perkataan dari Selvi langsung kaget, kenapa juga dia harus menjauhi temannya sendiri.
“Kenapa begitu ?” tanya Rani heran.
“kamu nggak pantas buat mereka! Murid pindahan udah sok banget!” ucap Selvi dengan nada tinggi.
“Tapi Sel, Andi baik orangnya dan bersahabat.. kenapa aku harus menjauhi temanku sendiri ?”
“Alah.. kita siswi didini tuh suka sama Andi, kamu buat kita cemburu dan kita nggak ingin kamu deket-deket dama dia, ngerti ?” bentak Selvi
Rani yang dibentak sedikit takut, dia sedikit trauma ketika ada temannya yang membentaknya.
“Aku nggak bisa Sel, dia teman baik aku..” Rani tetap kekeuh dengan pendiriannya.
Selvi tersenyum licik,
“Oke kalau gitu.. liat aja nanti! Belum kapok ternyata kamu!” ancam Selvi.
“Maksud kamu apa ?” tanya Rani balik. Dia masih belum faham maksud dari Selvi yang mengatakan ‘belum kapok’
Tanpa menjawab pertanyaan dari Rani, Selvi segera kembali ke bangkunya karena murid lain mulai berdatangan. Setelah Selvi berkata seperti itu, Rani jadi takut dan sedih, kenapa dia harus menjauhi Andi teman baik dan tetangganya sendiri hanya karena status dan banyak siswi lain yang suka dengan Andi.
Rani jadi tidak semangat lagi belajar, wajahnya tampak menunduk dan sedih, tidak habis pikir jika ada temannya yang mengancam seperti itu. Ingin sekali dia bercerita pada Irma atau Rian, tapi dia urungkan karena dapat merepotkan mereka.
__ADS_1
Sejak saat itu Selvi dan Rani bermusuhan, Selvi selalu memandang Rani dengan tatapan kebencian, hal itu membuat Rani tambah sedih. Dia sekolah berniat menimba ilmu dan berteman bukan mencari musuh.
Suatu ketika saat istirahat, Rani dan Irma sedang asik makan bakso sambil bercengkrama, dari arah belakang Rani Selvi yang membawa minuman soda melindas di samping Rani dan tiba-tiba tersandung dan menumpahkan isi minumannya ke baju Rani. Rani yang tidak tau mendadak kaget, dia langsung berdiri dan melihat siapa orang yang menumpahkan minuman di bajunya, dan ternyata itu adalah Selvi.
“Ups maaf Ran nggak sengaja..” kata Selvi dengan nada mengejek.
Rani terdiam, dia tahu alasan Selvi berbuat seperti itu. Irma yang sebal melihat tingkah Selvi langsung memarahinya,
“Sel maksud kamu apa numpahin minuman di baju Rani ?” tnaya Irma dengan sedikit nada tinggi.
“Aku nggak maksud apa-apa, tiba-tiba kakiku entah kenapa apa dan aku oleng kena Rani..” kilah Selvi.
“Alah itu alasan kamu aja ! tanggung jawab kamu !” perintah Irma.
“Ih ngapain juga, diakan bisa sendiri.. iya nggak Ran ?”
Rani masih diam, dia sebenarnya ingin marah, tapi menurutnya percuma jika dia mengomel akhirnya langsung pergi dari situ.
“Udah aku nggak apa-apa kok Ma.. mungkin dia nggak sengaja, yuk balik aja.” Kata Rani sambil menggandeng Irma pergi dari situ.
Selvi tersenyum puas, teman-teman yang ada di kantin memperhatikan kejadian barusan dan mereka sibuk bergosip. Saat itu Rian maupun Andi tidak ada di kantin, jadi mereka tidak tahu ada kejadian seperti itu.
Rani dan Irma setelah dari kantin langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan noda-noda minuman di baju. Untuk tidak terlalu banyak jadi dia tidak kerepotan untuk mencari baju ganti. Rani masih diam sambil membersihkan noda soda, sementara Irma mengomel sendiri karena tindakan Selvi tadi.
“Kamu jangan terlalu sabar Ran, dia itu udah kelewatan beberapa kali bikin masalah sama kamu !” omel Irma.
“Udahlah Ma, nggak ada gunanya juga ngomel sama dia, toh dia tetep aja kayak gitu..”
“Tapi Ran…” Irma masih tidak terima,
“Udah aku nggak apa-apa kok, nanti pasti ada balasan buat orang yang jahat sama kita.. hehe..”
Irma sedikit tenang, dia heran sendiri karena temannya itu terlalu sabar dan nerima, padahal dia selalu dirugikan. Dia merasa beruntung bisa berteman dengan Rani yang bisa mengimbangi sifatnya yang cerewet dan bawel.
Setelah membersihkan noda soda Rani dan Irma kembali ke kelas. Mesikipun tidak begitu bersih tapi sudah mendingan noda yang hilang. Sesampainya di kelas, Andi yang melihat baju Rani basah jadi penasaran dan bertanya,
“Ran baju kamu kenapa basah ?” tanya Andi.
“Nggak apa-apa Di, tadi waktu di toilet kena air wastafel aja..” Rani mencoba mencari alasan.
__ADS_1
Irma sudah mau memberitahu Andi yang sebenarnya tapi sudah keduluan Rani yang berasalan, dia akhirnya hanya bisa menghela nafas dan membiarkan Rani menjelaskan. Mendengar jawaban Rani, Andi percaya aja, dia berpesan supaya Rani lebih berhati-hati lagi. Sementara itu Selvi melirik ke arah Rani dengan tatapan tajam, Rani yang melihatnya langsung menundukkan pandangan, dia tau Selvi tidak suka jika Rani masih dekat atau sekedar berbincang-bincang dengan Andi. ‘Terus aku harus gimana ?’ batin Rani.