M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)

M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)
Chapter 21


__ADS_3

Hari pengumuman kelulusan tiba, untuk kelas XII tidak boleh masuk sekolah, pihak sekolah akan mengumumkan dengan cara mendatangi rumah siswa yang tidak lulus. Rian tentunya menghabiskan waktu dengan bersantai, dia yakin jika lulus, sehingga menghabiskan waktu dengan bermain game atau nonton tv.


Sementara Rani tetap masuk seperti biasa tapi tidak ada matapelajaran sehingga dia merasa bosan, tiba-tiba salah satu teman sekelasnya mengajak satu kelas menonton pertandingan basket antara tim basket sekolah dengan sekolah lain, yang otomatis Andi pasti ada disana. Sejenak Rani mengingat-ingat jika Andi pernah bilang dalam waktu dekat akan ada pertandingan, ternyata yang dimaksud adalah pertandiangan saat itu. Rani memutuskan untuk ikut menonton di Hall sekolah bersama teman satu kelasnya.


Sampai di hall bangku penonton sudah hampir penuh, kebanyakan bagi siswa yang tidak ada kegiatan akan memilih untuk menonton pertandingan saat itu untuk menghabiskan waktu dan supaya tidak bosan juga.


“Ran lihat tuh Selvi dkk juga nonton..” kata Irma sambil menunjuk kearah Selvi, Ira dan Dian.


“Biarin Ma.. mereka udah nggak ngelakuin apapun udah bersyukur deh..” jawab Rani.


“Aku masih sebel sih sama kelakuannya itu..” kata Irma.


Tidak bisa dipungkiri jika banyak yang tidak suka dengan sifat Selvi karena sifat nya yang terlalu dominan. Terdengar sorakan dari fans Andi yang menyuarakan nama Andi secara bersama. Andi hanya menghiraukan dan tetap fokus bermain.


“Rame banget ya mereka.. kamu nggak pengen kayak mereka Ran ?” goda Irma sambil menyenggol bahu Rani.


Rani jadi salah tingkah sendiri dan mencoba berkilah,


“Apaan sih Ma.. udah ah fokus liat permainan mereka..” jawab Rani sambil mencoba mengalihkan perhatian.


“Hahahaha….” Irma tertawa melihat ekspresi Rani.


Irma tau jika Rani juga punya perasaan pada Andi, tapi orangnya selalu berkilah dan tidak mau mengakui, mungkin karena Rani juga tidak pernah menyadari perasaan itu dan tidak pernah terfikirkan. Andi juga tidak pernah bilang apa-apa jadi dia tidak mau ambil pusing.


Pertandingan selesai dengan hasil sekolah Rani memenangkan pertandingan. Terdengar sorakan dari penonton tambah ramai, hari itu dengan menonton pertandingan basket lumayan menghibur daripada bosan tidak ngapa-ngapain di sekolah.


Selesai nonton basket, Rani dan Irma kembali ke kelasnya untuk persiapan pulang. Tadi jalan menuju depan sekolah mereka bertemu Andi yang masih menggunakan seragam basketnya.


“Kalian udah mau pulang ?” tanya Andi.


“Iya Di.. kamu belum mau pulang ?” tanya Rani balik.


“Belum, masih ada rapat bentar.. oh iya gimana mas Rian ?”


“Kayaknya sih Lulus Di.. masak nggak lulus hehe.. orangnya aja nyantai banget lagi nge-game dirumah


tuh..” jawab Rani.


Andi tertawa, dia tau Rian seperti apa. Setelah selesai ngobrol Rani dan Irma melanjutkan perjalanan pulang, sementara Andi ke ruang tim basket. Sebelum berpisah Andi berpesan pada mereka untuk hati-hati dijalan.


Sampai dirumah Rani langsung bertanya pada Kakaknya tentang pengumuman kelulusannya. Dan seperti dugaan Rian sedang sibuk dengan game di laptopnya.

__ADS_1


“Mas Rian gimana hasilnya ?” tanya Rani.


“Tadi aku liat di grup Alhamdulillah lulus semua Ran..” jawab Rian sambil tersenyum.


Mendengar jawaban Rian, Rani jadi sedikit lega.’Alhamdulillah’ itu yang dikatakan oleh Rani. Setelah itu dia pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Sementara Rian tiba-tibamendapatkan telfon dari Randi, rupanya dia menelfon tentang info kelulusan mereka.


“Yan udah dapat info kan tentang kelulusan kita ?” tanya Randi memastikan.


“Udah Ran, lulus semua ya akhirnya..” jawab Rian.


“Iya, sekarang kita tinggal kuliah nih..”


 “Iya Ran..”


“Oh iya Rani udah dirumah ?” tanya Randi tiba-tiba.


“Udah barusan nyampe rumah.. kenapa ?” tanya Rian.


“Hm nggak ada apa-apa sih, yaudah bye..”


Randi menutup telfonnya dan Rian tidak ambil pusing dan lanjut melanjutkan aktivitasnya. Sementara ditempat lain Andi yang sedang rapat dengan timnya sedang membahas  pemilihan ketua baru karena Andi sebentar lagi kelas XII dan tidak bisa memimpin lagi. Manajer mereka adalah siswi kelas X, yang mengelola kebutuhan tim membantu pemungutan suara namanya Sisil.


Keesokan harinya semua siswa kelas XII diminta masuk sekolah dan dikumpulkan dalam Hall. Pihak sekolah mengumumkan sekali lagi tentang kelulusan, diumumkan juga daftar siswa yang mendapatkan nilai tertinggi dimulai dari Randi diperingkat pertama, Rian di peringkat kedua, dan Ari diperingkat ketiga.


Nama Randi sudah biasa didengar oleh semua siswa, tapi beda dengan Rian seorang siswa baru yang tiba-tiba mendapatkan 2 besar satu sekolahnya mendadak dapat banyak perhatian terutama dari siswa perempuan.


“Wah hebat ya yang namanya Rian baru pindah udah jadi nomor 2 disekolah..” puji salah seorang siswi


“Yang mana sih orangnya..”


“Katanya dia ganteng, banyak fans nya..”


Macam-macam tanggapan dari para siswa, Rian tidak mau ambil pusing dengan ucapan para siswi dan tetap cuek. Pernah suatu ketika ada yang memintanya menjadi pacar, tapi dia tolak dengan alasan ingin fokus pada pendidikanya. Meskipun demikian tetap banyak yang mengidolakannya dan berharap bisa dekat dengannya. Tapi Rian tidak pernah dekat dengan cewek kecuali Rani atau Irma yang merupakan teman Rani. Hal tersebut kadang membuat banyak cewek merasa iri, dan berandai-andai jika mereka bisa jadi adik Rian, maka mereka akan bisa berinteraksi terus dengan Rian yang pintar dan tampan.


Beberapa hari setelah pengumuman kelulusan Rian sudah tidak sering ke sekolah lagi. Dia menghabiskan waktu dirumah, belajar kadang keluar main bersama teman-temannya. Suatu minggu Randi main kerumah Rian karena membahas tentang berkas-berkas untuk daftar ulang. Rani juga ikut duduk bersama mereka memperhatikan yang


dilakukan kakaknya dan Randi.


“Mas Ari nggak ikut sama kalian ?” tanya Rani.


“Enggak, ada urusan katanya..” jawab Randi.

__ADS_1


“Oh gitu..”


Rian pamit sebentar ke kamar mandi, setelah kakaknya pergi Rani mencoba memberanikan diri bertanya pada Randi tentang hal yang dilihatnya dulu.


“Mas Randi aku mau tanya..”


“Iya Ran, mau tanya apa ?” tanya Randi.


“Tapi janji dulu jangan bilang siapa-siapa..” pinta Rani.


“Oke siap.. gimana ?”


“Dulu aku pernah liat sesuatu tentang mas Ari..”


Randi mendengarkan dengan seksama pertanyaan dari Rani, Rani sempat ragu mau meneruskan pertanyaannya, tapi karena dia sangat penasaran akhirnya memutuskan untuk bertanya,


“Itu mas dulu aku pernah liat Mas Rian sama Selvi di UKS..” tanpa Rani meneruskan kalimatnya, ekspresi Randi langsung berubah.


Rani bisa menyimpulkan jika Randi tau sesuau tentang hal itu. Dia menunggu jawaban dari Randi dengan wajah penasarannya. Randi yang mendengar pertanyaan dari Rani sangat terkejut karena Rani mengetahui kebiasaan dari Ari dan Selvi. Dia mau menutupinya tapi ketika Rani yang bertanya dia mau tidak mau menjawabnya.


“Mas Randi ?” Rani menuntut jawaban dari Rani.


“Gini Ran, aku ceritain dari awal biar kamu nggak penasaran, tapi janji juga jangan kasih tau tentang hal ini kesiapapun..” pinta Randi.


“Oke mas..”


Randi akhirnya bercerita dari awal saat jaman mereka masih SMP, Randi memang sudah dekat dengan Ari jadi dia tau segalanya karena Ari selalu bercerita padanya. Mendengarkan penjelasan dari Randi, Rani sangat kaget dan tidak percaya hal itu. Bisa-bisanya mereka melakukan itu padahal masih sekolah. Sekarang dia jadi tau Ari dan Selvi orang seperti apa.


“Udah Ran, aku udah ceritain tentang hal itu, jadi seperti yang aku minta tadi jangan bilang siapa-siapa ya..”


“Iya mas.. tapi ya nggak nyangka sih aku kalau ternyata mereka seperti itu.


Randi hanya tersenyum mendengarnya, mungkin bagi Rani hal itu sangat jarang terjadi, tapi bagi mereka bisa saja menjadi hal yang sangat biasa. Akhirnya misteri yang menjadikan Rani selalu penasaran terjawab. Tak lama Rian datang dan mereka melanjutkan perbahasan. Sebenarnya Rian sudah mau kembali ke ruang tamu tapi dia menghentikan langkahnya dan mendengarkan pembicaraan Rani dan Randi tadi. Dia juga sudah tau ketika diberitahu oleh Andi.


--*


Halo readers semuanya, follow akun IG author yuk --> @firanafit


dikedepannya mungkin author juga sering-sering update info kalau ada Up Chapter


jangan lupa kritik dan saran dari readers sangat diterima, Terimakasih... ^^

__ADS_1


__ADS_2