M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)

M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)
Chapter 8


__ADS_3

*-- Ari --*


Hari itu hari minggu, aku udah janjian sama Rian siswa pindahan yang udah jadi teman aku sama Randi di rumahnya. Rencananya sih mau belajar bareng buat persiapan masuk Universitas. Jam 9 pagi Randi udah dirumahku, rencananya kita mau barengan kesana. Ternyata rumahnya masih satu kompleks sama sekolah.


Sampai di rumahnya, kita memencet bel dan datang cewek dari dalam rumah. ‘cantik’ itu kesan yang aku dapat ketika melihatnya. Aku baru ingat jika itu adalah adik Rian, aku pernah dikasih tau ketika di kantin tempo hari. Di memakai jilbab juga ternyata di rumah.


“Silahkan duduk mas.. aku panggilin Mas Rian..” kata adiknya Rian.


Kulihat dia ramah dan tidak seperti cewek-cewek lain yang aku kenal, ketika ngeliat aku langsung sok gaya gitu. Adiknya Rian kelihatan cuek dan pendiam, dia terlihat sama sekali  nggak tertarik sama aku.


Kuikuti tiap gerak gerik dia, aku penasaran bagaimana sifat aslinya. Tiba-tiba Randi mengagetkanku dan memperingatkanku untuk tidak bermain-main dengan adiknya Rian. Ya aku tau itu, Rian orang yang baik. Tapi aku tidak bisa menghilangkan rasa penasaranku pada adiknya.


Wajahnya sebenarnya standar, tidak cantik dan biasa aja, tapi entah kenapa ketika aku ngeliat dia, dia beda aja dari cewek lainnya. Aku akan berusaha untuk mengenalnya lebih dekat lagi.


Hal yang terduga, Andi datang ke rumah Rian dengan santainya. Rian juga sepertinya udah biasa sama Andi, akrab benar mereka, dia juga nyariin adiknya Rian, ada hubungan apa mereka sebenarnya.


*----*


“Yan, Andi  sering main kesini ?” tanya Ari.


“Iya, dia sering belajar bareng sama Rani, mereka satu kelas soalnya..” jawab Rian santai.


“Yuk kita lanjut lagi belajarnya..” tambah Rian.


Andi yang diberitahu Rian jika Rani ada di halaman belakang langsung kesana, dilihatnya dari belakang Rani sedang serius mengerjakan tugasnya sambil mendengarkan musik dengan headphone. Andi mencoba mengagetkannya dari belakang.


“Waah !” teriak Andi dari belakang sambil menengok di samping Rani.


Rani yang sedang fokus sontak kaget dan melepas headphonenya, dia gemas sama Andi yang sering mengagetkannya.


“Ih kamu Di.. keseringan ya bikin aku kaget !” Rani kelihatan sebal tapi dia tersenyum.


“Hehe maaf deh, lagian serius banget kamu.. lagi ngerjain apa sih ?” tanya Andi sambil duduk di samping Rani.


“Ini, tugas bahasa inggris, kamu udah ?”


“Oh ini, aku udah ngerjain tadi malem..” jawab Andi santi.


Rani terkejut dan heran, ternyata Andi sudah selesai. ‘bener-bener rajin nih anak..’ guman Rani.


“Apa Ran ? Kamu bilang apa barusan ?” tanya Rian dengan percaya diri.


“Apa sih.. kuping kamu itu ya..cepet banget dengernya..” Rani mencoba mengalihkan pembicaraan, dia malu sendiri.


“Iya dong..jangan remehin aku Ran..”


Mereka tertawa bersama, Andi sering menjahili Rani dengan candaannya dan itu membuat Rani senang, selain di sekolah yang ada Irma, di rumah ada Andi yang menemaninya.


“Oh iya Ari itu teman mas Rian ?” tanya Andi.


“Kamu kenal Di ?” tanya Rani.


“Iya, dulu kakak kelasku juga waktu SMP..” jawab Andi dengan sedikit malas.


Rani jadi curiga dengan ekspresi Andi


“Kamu kenapa ? Ada masalah sama mas Ari ?”


“Enggak ada apa-apa kok Ran..”


“Oh yaudah kalau gitu.. aku sendiri juga belum kenalan sama orangnya..” jawab Rani dengan cuek.


Memang benar Rani tidak begitu tertarik atau melihat ganteng atau tidaknya cowok, selama orang tersebut baik, Rani akan senang hati mau berteman.


“Oh iya Ran, minggu depan aku ada pertandingan basket, kamu nonton ya..” ajak Andi.

__ADS_1


“Siap, nanti aku ajak Irma dn Mas Rian..”


“Iya nanti kalian jangan lupa semngatin aku hehe..’


“Siap deh..tenang aja Di..” jawab Rani dengan senang hati.


Jam menunjukkan pukul 11 siang, Rani ke dapur untuk mempersiapkan makan siang untuk


semuanya, Andi berinisatif membantu Rani.


“Aku bantuin ya Ran..” Andi segera mengambil alih menggoreng lauk.


“Oke Di.. kalau gitu aku siapin sayur nya..”


Andi sudah terbiasa membantu masak Rani ketika disana, ayah mereka juga sudah biasa ketika Andi berkunjung. Saat itu kebetulan pak Hari sedang ada urusan jadi akan pulang sore.


Saat Rani dan Andi memasak di dapur, ada sepasang mata yang mengamati mereka yaitu Ari yang baru saja dari kamar mandi. ‘mereka terlihat sudah akrab padahal baru beberapa bulan’ batin Ari.


Rian ke dapur melihat adiknya yang sedang masak,


“Udah siap Ran ?” tanya Rian sambil memakan tahu goreng yang masih hangat.


“Sudah bos, habis ini aku bawa ke meja makan..” jawab Rani.


“Oke, Andi kamu makan bareng juga ya..” kata Rian.


“Iya Mas.. maaf ya tiap waktu ngerepotin..” kata Andi.


“Santai aja mah kalau disini Di.. kayak dimana aja..” jawab Rian santai.


Andi membantu Rani menyiapkan makanan di meja makan, tidak lama kemudian makan siang sudah siap, Rian mengajak kedua temannya makan siang bersama.


“Makan siang dulu yuk.. udah siap di meja makan..” kata Rian.


Ari dan Randi mengangguk dan mengikuti Rian ke meja makan. Disana sudah ada Rani dan Andi yang sudah duduk. Mereka pun mulai makan. Sambil makan mereka mengobrol tentang sekolah.


“Hehe iya Mas.. aku sering main kesini soalnya..”


“Gimana basket kamu ?” Tanya Randi.


“Minggu depan ada pertandingan Mas.. nonton ya..”


“Siap, nanti kamu kabarin tempatnya..”


Andi terlihat senang ada yang mau menonton pertandingannya dan memberi semangat. Sementara Ari hanya diam dan sesekali ikut tertawa, dia lebih fokus memperhatikan Rani.


“Ehm Rani kalauada yang nggak kamu ngerti, kamu bisa tanya ke aku atau Randi tentang pelajaran..” kata Ari.


“Oh iya Mas.. makasih..” jawab Rani dengan sopan.


Andi heran dengan sikap Ari, tidak biasanya dia seperti itu. Dia akhirnya hanya diam saja dan melanjutkan makannya. Setelah selesai makan siang, Rian mengajak Ari dan Randi bersantai sambil menonton tv, Andi ikut bergabung juga sementara Rani masih mencuci piring.


Rani yang mengantuk akhirnya ke kamar dan tidur siang, sementara para cowok mulai main game untuk hiburan. Mereka main game Pes dan terdengar ramai, Rani di dalam kamar untungnya tidak mendengarnya.


Saat sibuk bermain, tiba-tiba Hp Ari berdering, Andi yang duduk tidak jauh dari Rian melirik sekilas di hp Ari muncul nama Selvi. ‘hm.. ternyata masih aja nih orang..’ batin Andi.


“Aku ke depan sebentar ya mau angkat telfon..” kata Ari.


Rian mengangguk. Sesampainya di teras Ari mengangkat telfon dari Selvi.


“Halo..” sapa Ari.


“Halo Ri..kamu ada dimana ?” tanya selvi


“Aku lagi dirumah temen.. ada apa Sel ?”

__ADS_1


“Jalan yuuk.. bosen aku dirumah..” ajak Selvi.


“Oke, bentar aku habis ini otw ke rumah kamu..” jawab Ari dengan semangat.


Ari terlihat senang Selvi menelponnya, kebetulan dia butuh hiburan juga. Dia segera mencari


alasan untuk pulang.


“Yan, hari ini belajar nya udah kan ?” tanya Ari.


“Udah Ri.. kalau terlalu memaksa otak rasanya panas, hehe..”


“Aku pulang duluan ya.. ada urusan..” kata Ari.


“Oke Ri.. hati-hati di jalan..”


“Eh, aku gimana ?” tanya Randi.


“Ayuk barengan kalau gitu..”


“Oke deh, Yan aku balik sekalian ya.. kapan-kapan aku kesini lagi..” pamit Randi.


“Oke siap..”


Rian dan Andi mengantar Ari dan Randi sampai depan rumah, ternyata mereka naik mobil. Ari dan Randi sudah melaju kendaraannya dan pulang, sementara Andi masih dirumah Rian dan melanjutkann main game bersama. Sementara itu di mobil Ari, Randi mencoba bertanya pada Ari akan suatu hal yang membuatnya penasaran sejak dirumah Rian.


“Ri.. kamu tertarik sama Rani ?” tanya Randi.


“Ha ? Kamu ngomong apa sih Randi ?” tanya Ari balik. Dia tidak fokus sekarang karena terlalu senang diajak Selvi keluar.


“Ah sudahlah.. aku tau kamu kayak gimana, aku cuman ngingetin jangan main-main kalau sama adiknya Rian..” kata Randi.


“Hmm..” jawab Ari singkat.


Randi hanya menghela nafas panjang melihat tingkah sahabatnya itu, memang nggak pernah berubah. Setelah mengantar Randi pulang Ari bergegas ke rumah Selvi. Dia janjian di  depan rumah, dan ketika sampai ternyata Selvi baru keluar dari rumah, dia langsung masuk ke mobil Ari.


“Hai Ri..” sapa Selvi dengan senyum manisnya.


“Hai Sel.. cantik banget kamu hari ini..” puji Ari.


Selvi tersenyum manis, dia sekarang memakai baju lengan pendek dan memakai cardigan panjang, rok selutut dengan rambut terurai, makeup tipis yang tetap membuatnya cantik. Ari melajukan mobilnya menuju tempat karaoke, mereka sering kesana untuk menghabiskan waktu bersama ketika sama-sama kesepian. Ya hubungan mereka memang hanya teman tapi mereka sangat dekat dan memiliki hubungan yang saling menguntungkan.


Sesampainya di tempat karaoke, setelah turun dari mobil Selvi melingkarkan tangannya di lengan Ari dengan santai. Mereka langsung masuk karena tempat karaoke itu masih milik keluarga Ari. Pegawai yang ada disana juga sudah hafal dengan mereka.


“Seperti biasa ya..” kata Ari santai pada pegawai resepsionis.


“Baik mas..”


Mereka langsung menuju ruangan VIP yang tempatnya tersendiri di lantai 2, tidak ada yang mengganggu mereka, makanan dan minuman juga sudah sebelumnya diantar kesana sebelum Ari tiba.


Mereka berdua masuk ke ruang karaoke dan menguncinya dari dalam. Tidak ada pegawai atau tamu yang bisa pergi ke lantai 2 karena memang itu khusus untuk pemilik.


“Mau nyanyi lagu apa kamu hari ini ?” tanya Ari dengan santai melepas jaketnya dan duduk di shofa panjang.


“Bentar aku pilih dulu..”


Selvi duduk dekat dengan Ari sambil memilih lagu. Ruangan itu cukup luas, ada layar monitor besar, shofa panjang, lampu khas tempat karaoke, musik, dan lain-lain.


Dengan santai Ari merenggangkan tangannya dan memeluk Selvi dari belakang. Ari melihat Selvi masih memilih lagu, tangannya memainkan rambut Selvi yang terurai.


“Oke udah, mari kita nyanyi bareng..” ajak Selvi.


“Kamu semangat banget Sel hari ini ?” tanya Ari penasaran.


“Pengen main aja Ri..”

__ADS_1


Mereka mulai bernyanyi gantian, sudah beberapa lagu yang mereka nyanyikan. Tanpa sadar mereka saling merangkul dan Selvi bersandar di dada bidang Ari. Setelah puas, dibiarkan lagu dimainkan dan Selvi sibuk


meminum minumannya. Tiba-tiba Ari memeluknya dari belakang dan mendekatkan wajahnya ke Selvi. Selvi berbalik memandang ke arah Ari dan mereka saling bertatapan..


__ADS_2