
Suatu hari di kelas Rani waktunya olahraga, karena waktunya siang mereka berolahraga di hall olahraga dan bermain basket untuk cowok dan yang perempuan bemain volly. Rani sangat senang bermain volly, beberapa kali dia mencetak skor.
Setelah puas bermain Rani duduk-duduk di pinggir area bersama Irma istirahat sejenak. Tanpa di duga datang rombongan kelas XII yang ternyata dari kelas Rian, sepertinya mereka juga ada jam olahraga waktu itu.
Rani melihat Rian bersama Ari dan Randi jalan bersama. Rupanya guru olahraga membuat pertandingan basket antara kelas Rani dan kelas XII. Andi yang juga anggota basket dengan senang hati ikut, Rian dan Randi juga ikut sementara Ari hanya cadangan.
“Ran, kakak kamu ganteng juga yaa.. hehe..” kata Irma dengan cengengesan.
“Baru tau kamu ? Di sekolah ku dulu dia jadi idola..” jawab Rani.
“Tuh kan.. udah pintar, ganteng pula..”
“Tapi sifatnya ya gitu Ma.. hehe..”
Irma tau sendiri bagaimana sikap Rian yang cuek dan dingin, dia tau ketika Rani dipanggil ke ruang BK. Rani melihat sekeliling, dia melihat Ari yang sedang melihat kearahnya dan melambaikan tangan. Rani hanya membalasnya dengan tersenyum.
Tanpa Rani sadari Selvi memperhatikan tingkahnya pada Ari, disemakin kesal dibuatnya.
‘Nggak hanya Andi, mau merebut Ari juga dari aku ? Awas aja kamu!’
“Kamu kenapa Sel ?” tanya Ira.
“Tuh anak baru.. sebel aku liatnya..” jawab Selvi dengan kesal.
“Iya juga sih, dia semakin dekat aja sama Andi..” Ira ikut sebal juga.
“Kamu ada rencana baru Sel ?” tanya Ira.
Selvi tampak berfikir dengan tangan dilipat di dada. Setelah beberapa saat dia menemukan ide. Dia kemudian memberitahu tentang idenya ke Ira dan Dian. Ira dan Dian tersenyum licik dan mengangguk bersama. Entah apa yang akan mereka rencanakan yang pasti sasaran mereka adalah Rani.
Dilain sisi Ari yang melihat Rani sedang duduk bersama temannya mencoba menghampiri. Dia tidak memperdulikan perkataan dari yang lain.
“Hai Ran, boleh aku duduk disini ?” tanya Ari setelah datang.
Rani tampak ragu, tapi dia berfikir tidak baik juga jika menolaknya,
“Boleh Mas silahkan..”
Ari tersenyum dan langsung duduk di dekat Rani, Irma tampak kaget bagaimana bisa Ari kenal dengan Rani, dia memilih diam saja.
“Kalian olahraga apa tadi ?” tanya Ari.
“Volly Mas..” jawab Rani singkat.
“Oh.. udah selesai ?”
“udah Mas.. kamu nggak ikutan main basket ?” tanya Rani.
“Oh nggak, aku cadangan aja..”
__ADS_1
Tanpa mereka sadari banyak yang memperhatikan mereka, semuanya mulai bergosip tentang hubungan Rani dan Ari, kebanyakan dari mereka tidak suka dan beranggapan kalau Rani mulai mendekati Ari.
Disela-sela permainan Andi melihat ke arah Rani yang sedang berbicara dengan Ari, terlihat kekhawatiran diwajahnya. Di sisi lain Selvi tampak semakin marah, dan cemberut.
Setelah selesai jam olahraga Ari kembali ke teman-temannya, semuanya juga mulai meninggalkan hall. Rani meminta Irma kembali duluan karena saat itu dia piket mengembalikan alat-alat olahraga ke gudang.
“Kamu duluan aja Ma..” kata Rani
“Beneran nggak apa-apa Ran ?” tanya Irma. Dia sebenarnya ingin membantu Rani tapi dia harus segera pulang karena acara dirumah ada acara.
“Iya Ma.. santai aja..” kata Rani meyakinkan.
Hall mulai sepi tapi masih ada sedikit orang disana, saat Rani membawa bola basket ke gudang, tiba-tiba pintu gudang di tutup dari luar. Rani langsung panik dan mencoba membuka pintu tapi tidak berhasil. Dicobanya menggedor-gedor pintu tapi nihil sudah tidak ada orang disana.
Rani panik, dia mulai menangis dan berfikir bagaimana jika tidak ada orang yang menolongnya, apa mungkin dia bisa ada disana sampai besok hari. Pikirannya mulai kalang kabut. Rani terduduk di matras dan mendekap kakinha sambil menangis, berharap ada yang menolongnya. Dia tidak habis fikir ada orang yang berniat menjahilinya.
Dikelas siswa-siswa mulai pulang, Andi yang melihat tas Rani masih ada di kelas bertanya-tanya keberadaannya karena dia belum bertemu sejak di hall tadi.
“Di.. ayo ke hall..” ajak teman satu tim Andi.
“Iya ini mau kesana..” jawab Andi.
Andi pergi ke hall karena akan ada latihan basket hari itu, saat dia sampai di depan gudang untuk mengambil bola basket, samar-samar terdengar isak tangis dari dalam. Karena penasaran dia segera membuka pintu. Alangkah terkejutnya dia melihat seseorang yang ada disana,
“Rani !” Rian sangat kaget kenapa Rani ada disana, tanpa pinggir panjang dia segera menghampirinya.
Rani melihat Andi datang langsung berdiri dan menghapus air matanya, dia bersyukur akhirnya ada yang membuka pintu gudang.
“Ya Allah Ran.. kok kamu bisa ada disini ?az?” tanya Andi dengan cemas.
“Aku nggak tau Di.. waktu beresin bola ada yang nutup pintu dari luar..” jawab Rani dengan masih terisak.
“Hm... siapa yang ngunci kamu ?” tanya Andi.
Rani hanya menggeleng, dia benar-benar tidak tau siapa yang tega menguncinya di gudang.
“Yaudah kita keluar sekarang, nanti aku akan cari tau siapa oranngnya, yuk aki anter sampai depan..” ajak Andi.
Rani mengangguk, dia masih merasa lemas tubuhnya terasa sangat mudah ambruk. Andi akhirnya meminta izin untuk merangkul pundaknya dan membantu berjalan.
“Maaf ya Ran.. aku bantuin kamu jalan gini..” pinta Andi.
Sekali lagi Rani mengangguk setuju, dia sudah tidak punya tenaga lagi. Di luar gudang teman satu tim basket Andi tampak bertanya-tanya tentang yang terjadi, mereka segera menghampiri Andi dan Rani.
“Ada apa ini Di ?” tanya salah satu teman Andi.
“Rani terkunci di gudang..” jawab Andi.
“Lho kok bisa ? siapa yang ngunci kamu Ran ?”
__ADS_1
Rani hanya menggeleng tidak tahu, Andi kemudian mengantar Rani sampai depan dimana Rian biasa menunggu dan ternyata Rian masih belum disana karena ada bimbingan. Andi berinisiatif mengantar Rani pulang tapi ditolak karena dia tidak enak soalnya Andi ada kegiatan ekstra basket.
“Aku balik sendirian aja Di, kamu lanjutin basketnya..” ucap Rani.
“Aku anterin aja Ran, aku khawatir sama kamu..” bujuk Andi.
“Enggak usah, aku pesan ojek online aja..”
Andi akhirnya mengalah, dia membiarkan Rani pulang, sementara untuk tas Rani nanti akan dibawakan oleh Andi ketika pulang.
Rani sudah pulang dan Andi kembali ke hall, dia tetap kepikiran pelakunya dan mencoba bertanya pada teman-temannya di tim basket apakah mengetahui sesuatu, dan mereka semua menjawab tidak tahu tentang kejadian itu. Tetapi salah satu teman Andi menemukan sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk.
“Di aku nemuin gantungan hp ini nih di deket gudang..” kata teman Andi sambil menunjukkan gantungan hp berbentuk boneka doraemon.
Andi mencoba mengamati gantungan tersebut, adanya gantungan itu bisa jadi petunjuk siapa pelakunya dikarenakan di depan gudang tidak ada cctv. Sementara Andi mengantongi gantungan tersebut dan akan mencari pemilik gantungannya nanti.
Keesokan harinya saat istirahat Rani sedang makan dikantin bersama Andi dan Irma, mereka menikmati bakso yang dibeli. Disebelah tempat duduk mereka ada Selvi dkk yang juga sedang makan. Dilain sisi Rian dan Ari datang ke kantin, Rian yang melihat ada Rani langsung ikut bergabung di meja panjang tempat Rani makan, sementara Ari yang sebelumnya mau ikut bergabung, setelah melihat ada Andi mengurungkan niatnya dan bergabung ke tempat duduk Selvi.
“Hai Ri...” sapa Selvi.
“Hai..” jawab Ari dengan ramah.
Di sela-sela makan, tiba-tiba Dian menanyakan sesuatu pada Selvi,
“Sel, gantungan hp kamu kok nggak ada kemana ?” tanya Dian.
Dari pertanyaan itu, Andi yang tidak sengaja mendengarnya langsung menghentikan makannya dan menguping pembicaraan Selvi dkk. Selvi yang baru tahu jika gantungan hp kesayangannya hilang jadi bingung.
“Oh iya ya kok nggak ada ya.. duh itu gantungan hp kesayangan aku.. coba nanti aku cari..” jawab Selvi dengan khawatir.
Andi yang diam-diam mendengar mulai berfikir dan berasumsi jika Selvi dkk lah pelakunya, tapi dia belum bisa membuktikannya. Di lain sisi Rani tidak bercerita pada Rian jika dia kemarin dikunci di gudang, takut jika Rian akan marah lagi.
Sepulang sekolah, Selvi mencoba mencari gantungan hp nya di sekitar gudang, dia tidak tahu jika Andi membuntutinya dari kejauhan.
“Duh dimana sih gantungan aku.. disini juga nggak ada...” keluh Selvi.
Andi yang merasa yakin jika pelakunya Selvi langsung menghampirinya, Selvi yang melihat Andi mendekat mulai khawatir dan gugup,
“E.. Eh Andi, apa nih ?” tanya Selvi dengan gugup.
“Kamu lagi nyari ini ?” tanya Andi sambil menunjukkan gantungan hp berbentuk doraemon.
Selvi langsung kelihatan senang,
“Wah kamu yang nemuin ternyata.. makasih ya Andi..” kata Selvi dengan senang.
“Sama-sama..” jawab Andi dengan senyum masam.
“Oh iya kamu nemuinnya dimana nih ?” tanya Selvi sambil terus mengamati gantungan hp nya.
__ADS_1
“Aku nemuinnya disini..” jawab Andi datar sambil menunjuk kearah depan gudang.
Seketika Selvi terdiam