
Rani sudah masuk kelas XII sedangkan Rian sudah mulai masuk perkuliahan. Awal perkuliahan jadwal dia masih padat, ada bimbingan untuk mahasiswa baru dan beberapa kegiatan juga diantaranya ospek. Sementara Rani formasi kelasnya berubah, untungnya dia masih satu kelas dengan Irma sedangkan Andi berbeda kelas. Kali ini kelas dibagi berdasarkan nilai masing-masing. Cukup tidak adil sebenarnya tapi dengan begitu guru bisa memudahkan membimbing siswanya sesuai dengan nilai rata-rata mereka.
“Sayangnya kita nggak satu kelas lagi ya sama Andi..” keluh Irma.
“hehe iya Ma.. kan masih ada aku..” kata Rani sambil tersenyum lebar.
“hahaha iya iya.. nggak kesepian kamu Ran ?” Irma mencoba menggoda Rani.
“Eh kenapa ?”
“kan nggak bisa sering ketemu sama Andi Ran..”
“Enggak juga, di rumah juga ketemu kok Ma..”
“Hemmm… gitu ya ternyata..” Irma tetap berusaha menggoda Rani.
Rani yang digoda Irma jadi malu sendiri, dia langsung memalingkan mukanya dan menutup wajahnya. Sangat ketahuan banget kalau Rani punya perasaan pada Andi. Untuk Andi dia satu kelas dengan teman-teman basketnya, sedikit sedih sebenarnya karena dia tidak satu kelas dengan Rani, tapi mau bagaimana lagi memang peraturannya seperti itu.
Sejak kejadian Rani yang dikurung di lab Selvi dan kedua temannya sudah tidak pernah mengganggu Rani, jadi kehidupan Rani disekolah aman-aman aja. Di kelas XII mereka juga tidak satu kelas. Rani juga udah tidak ambil pusing lagi dengan tingkah Selvi, sehingga mereka tidak pernah saling sapa.
Rian sendiri juga sudah mulai masuk kuliah, baru masuk saja dia sudah mulai dikenal banyak mahasiswa terutama mahasiswa cewek. Bahkan ketika saat ospek dia terlihat menonjol disetiap sesi perkenalan kampus. Randi yang bersamanya juga ikut populer karena kecerdasannya.
“bener-bener nih Rian, dimana-mana terkenal banget..” kata Randi
Mereka berdua sedang beristirahat di kantin kampus sambil minum kopi. Mereka habis ada matakuliah untuk hari itu.
“Masih terkenal kamu Ran, aku masih kalah populer lah..”
“Bisa aja kamu..”
Kembali ke sekolah saat istirahat Rani dan Irma pergi ke kantin, dijalan mereka bertemu Andi dan Raka yang baru keluar dari kelas mereka.
“Eh kalian, mau ke kantin bareng ?” ajak Andi.
“Boleh, yuk Ran..” jawab Irma.
Mereka berempat akhirnya ke kantin bersama. Andi menyuruh Rani duduk duluan, biar dia yang memesankan makanan, dia sudah tau makanan kesukaan Rani yaitu Bakso. Irma yang merasa iri meminta Raka untuk membelikannya.
__ADS_1
‘Ka aku juga nitip deh.. masak Andi cuman beliin Rani..” goda Irma.
“Oke deh.. kita maklumi aja deh Ma.. hahahah…” tambah Raka
Akibat godaan mereka Rani dan Andi tidak bisa menyembunyikan wajah malu mereka dan tersenyum sendiri. Rani langsung mencari tempat duduk untuk mereka sementara Andi segera menuju ke bapak penjual bakso.
Beberapa saat kemudian Andi kembali dengan membawa 2 mangkuk bakso untuk dirinya dan Rani. Rani mengucapkan terimakasih dan mulai makan baksonya. Raka juga udah kembali dan memberikan pesanan Irma. Sambil makan mereka berbincang-bincang tentang kelas mereka dan tanpa terasa waktu istirahat sudah hampir selesai, mereka segera kembali ke kelas masing-masing.
Pulang sekolah Rani berjalan pulang, sampai halaman sekolah dia bertemu dengan Andi yang menuju ke Hall untuk latihan basket.
“Ran, udah mau pulang ?” tanya Andi.
“Iya Di.. kamu mau latihan ?”
“Iya nih, ada siswa baru kan rencananya mau merekrut anggota baru..”
“Padahal baru hari pertama ya keliatan sibuk banget.. semangat Andi..” kata Rani memberi semangat.
Andi tersenyum senang dan menepuk kepala Rani, Rani sedikit kaget, tapi memang biasa juga Andi melakukan itu.
“Oh iya nanti malem aku boleh main ke rumah ? mau ketemu mas Rian..” tanya Andi.
“Oke siap.. kamu hati-hati pulangnya Ran..” kata Andi.
“Oke..”
Mereka pun berpisah, Andi berjalan menuju Hall sedangkan Rani pulang kerumah dengan berjalan kaki. Sampai di ruang ganti Raka yang melihat Andi dan Rani tadi langsung mencoba menggodanya,
“Ehem, kapan nih diresmikan ?” goda Raka.
“Resmikan apa Ka ?”
“Aku barusan ngeliat kalian di halaman sekolah..” kata Raka sambil tersenyum.
Andi yang baru paham maksud Raka jadi tersenyum,dia sebenarnya juga baru menyadari perasaannya itu. Saat bersama Rani dia sangat tenang dan bisa menjadi diri sendiri serta rasa ingin melindungi itu ada. Setelah menyadari itu dia bingung apakah harus mengungkapkannya pada Rani dan jika sudah diungkapkan apakah Rani
juga memiliki perasaan yang sama padanya, itu yang menjadi pertimbangan.
__ADS_1
“Aku bingung Ka, enaknya gimana ya ?” tanya Andi yang meminta saran dari Raka.
“Ngomong aja Di.. nanti keburu diambil orang lain lho..” kata Raka memanas-manasi Andi.
Seketika wajah Andi sedikit berubah, dia tau sendiri jika banyak yang tertarik pada Rani diantaranya yang dia tau adalah Ari. Raka yang melihat itu tertawa karena tingkah Andi yang diluar ekspektasinya.
“Haduh Di.. Andi..”
Setelah mendengarkan pendapat Raka, Andi jadi memikirkan apa yang harus dia lakukan. Tapi dia sebenarnya dia masih belum ingin pacaran karena ingin fokus pada pendidikan juga. Setelah mengungkapkan perasaannya setelah tu apa yang akan dia lakukan masih dia pikirkan.
Malam harinya Andi main kerumah Rani untuk bertemu Rian, seperti biasa ketika bertemua mereka bermain game bersama, Pak Hari yang melihat keakraban mereka ikut senang melihatnya, beliau tidak ikut menemani dan masuk ke kamar untuk istirahat karena capek. Rani juga ikut bergabung melihat Andi dan Rian yang bermain game bersama dengan sibuk makan camilan. Sesekali tanpa sungkan Andi ikut memakan camilan keripik kentang yang dimakan oleh Rani.
“Gimana kelas XII ?” tanya Rian.
“Mulai sibuk Mas.. banyak jadwal bimbingan disekolah.. tapi untungnya belum mulai sih..” jawab Andi.
“Kamu jangan main mulu Ran sekarang, harus rajin belajar..” pesan Rian pada Rani,
“Siap mas.. tapi bantuin aku belajar ya..” pinta Rani.
“Ogah, belajar bareng Andi sana..” tolak Rian.
“Yah, kok gitu.. harusnya mas Rian yang udah pernah kan ngajari kita-kita..” protes Rani.
“Aku udah mulai banyak tugas juga, jadi mending belajar sama teman-teman kamu aja..”
“Tenang Ran nanti kita belajar bareng kayak dulu..” kata Andi kemudian.
Rani akhirnya setuju, mending diajari Andi saja dibanding kakaknya karena Andi sangat pandai dalam mengajari. Nanti dia akan mengajak Irma juga untuk belajar bersama.
Rian dan Andi tetap melanjutkan permainan mereka sampai Rani bosan sendiri melihatnya karena dia hanya bisa melihatnya dan tidak ikut bermain. Tiba-tiba Rian teringat sesuatu,
“Oh iya Ran dapat salam dari Randi..” kata Rian tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.
Rani tidak menyangka apa yang dikatakan oleh kakaknya, kenapa juga Randi nitip salam padanya, apalagi didepan Andi pula Rian mengatakannya. Sekilas Rani tampak melirik ke arah Andi, terlihat sedikit terkejut dia tapi dia masih bisa mengkondisikan permainannya.’Dasar punya Mas kayak gini..’ gumam Rani.
“Oh iya, salam balik Mas.. udah lama nggak main kesini orangnya..” kata Rani kemudian.
__ADS_1
Andi masih terdiam, dalam batinnya dia tidak menyangka jika Randi ternyata juga tertarik pada Rani, dengan ini saingannya bertambah lagi. ‘Saingan baru lagi..’