MAFIA KEMBAR

MAFIA KEMBAR
KEJUTAN PESTA


__ADS_3

Malam yang dinantikan pun tiba. Keluarga Hiro dan Wisnu telah selesai bersiap. Mereka terlihat sangat elegan dengan pakaian resmi yang mereka pakai malam itu. Tapi tetap saja mereka membawa senjata rahasia yang mereka sembunyikan di dalam baju yang mereka pakai.


Izumi dan Ryan mengira mereka hanya akan makan malam biasa untuk merayakan pesta ulang tahunnya kali ini. Biasanya mereka mengadakan pesta walaupun hanya segelintir orang saja. Izumi tidak berani protes karena sedikit banyak dia sudah tahu bagaimana kehidupan dalam dunia mafia.


"Mi! Kita makan malam saja, kan?" tanya Izumi pada Ryuki.


"Iya, sayang! Kamu sama Yan Yan tidak keberatan, kan?" tanya Ryuki.


"Kalau aku, sih, tidak masalah, Mi. Kita kan sudah besar. Tidak tahu si kucing imut ini!" ledek Ryan pada Izumi.


"Tadi kamu bilang aku kerbau, sekarang kamu bilang kucing imut. Sebenarnya bagus yang mana, sih? Aku maunya kerbau saja, kelihatannya keren!" seru Izumi membuat Tera dan Wisnu menatapnya tajam.


"Hihi!" Ryan meringis sambil pura-pura tidak bersalah.


"Kamu bukan kucing atau kerbau, Sayang. Kamu putri kami yang imut dan menggemaskan." Tera mengelus rambut Izumi lembut dan membawanya bersamdar di dadanya.


"Cantik seperti mama Tera dan imut seperti mami Ryuki." Izumi memeluk tubuh Tera manja.


"Berbahagialah selalu, Putriku!" Air mata Tera menetes tanpa permisi.


Dia tidak bisa melihat putrinya itu setiap hari. Sebagai mama kandungnya, hatinya sangat merasa rindu saat mereka berjauhan. Ryan yang seorang laki-laki, cenderung lebih dekat pada papanya. Di saat-saat tertentu Tera merasa sangat kesepian.


Tanpa mereka sadari mobil yang mereka tumpangi telah sampai di lokasi. Karena terlalu asyik mengobrol di dalam mobil, mereka tidak menyadari hal itu.


Suasana di tempat acara terlihat biasa saja dari luar, sama seperti restoran Jepang pada umumnya. Satu hal yang membuat Izumi curiga adalah banyaknya mobil yang terparkir di sana. Biasanya Hiro dan Ryuki akan membooking restoran hanya untuk mereka saja di saat perayaan-perayaan tertentu.


Lagi-lagi Izumi tidak berani bertanya. Di sampingnya ada Ryan yang sejak tadi menggandeng tangannya. Sungguh pemandangan yang membuat hati kedua orang tua mereka meleleh haru. Meskipun mereka terpisah sejak bayi namun kedekatan keduanya patut dibanggakan.


Ryan dan Izumi berjalan paling depan disusul oleh kedua orang tuanya. Pelayan restoran membukakan pintu untuk mereka berenam. Tampak dalam ruangan restoran sudah di hias sedemikian rupa dengan berbagai ornamen pesta.

__ADS_1


"Mamiiii... Papiiii! Kalian sengaja, ya, bikin kejutan buat aku sama Yan Yan? Terimakasih!" Izumi melompat memeluk Hiro dan Ryuki bergantian lalu memeluk Tera dan Wisnu setelahnya.


"Ini juga ide dari mama dan papa, lho!" Ryuki memberitahukan jika rencana pesta kejutan ini dari mereka berempat.


Tidak ingin membuang-buang waktu lagi, Izumi mengajak Ryan untuk berjalan ke tengah ruangan yang sudah penuh dengan makanan lezat. Seperti seorang anak kecil, Izumi meminta Ryan menggendongnya di punggung. Demi menyenangkan adiknya yang jarang dia temui itu, Ryan pun menurutinya.


Ryan membawa Izumi berlari dalam gendongannya lalu mereka mendatuhkan diri pada tumpukan balon udara yang seketika langsung meledak karena tertimpa oleh tubuh mereka berdua.


"Happy birthday to you... happy birthday to you... happy birthday... happy birthday... happy birthday to you...!" Beberapa orang terlihat datang membawa dua buah kue ulang tahun sambil menyanyikan lagu yang wajib ada saat seseorang sedang berulang tahun.


Melihat wajah-wajah itu, raut muka Izumi berubah total dan menghentikan candaannya bersama Ryan. Ryan memang tidak tahu apa yang terjadi namung dia bisa menangkap sinyal di wajah Izumi yang tidak menyukai orang-orang itu. Mereka bangun dari duduknya dan membersihkan sisa ornamen pesta yang melekat di tubuhnya.


"Selamat ulang tahun, Izumi! Senang sekali menjadi orang yang begitu spesial di undang dalam pesta ini," ucap Aiko dengan gaya bicaranya yang terlalu percaya diri.


'Mami papi apa-apaan, sih! Bisa-bisanya mengundang para cecunguk ini untuk datang ke pesta ulang tahunku. Kenapa mereka tidak tanya-tanya dulu padaku?' gumam Izumi dalam hati. Dia sangat merasa kesal di pestanya malam ini.


Aiko satu-satunya wanita yang di undang. Di belakangnya ada Sora, Daiki, Ryuu, dan Yukata. Mereka adalah teman Izumi di sekolahnya yang baru.


"Pacar kamu yang mana?" tanya Ryan berbisik pada Izumi.


"Tidak ada!" jawab Izumi ketus.


"Lalu kenapa mami sama papi mengundangnya. Tidak usah malu-malu, Izumi. Aku tidak akan meledekmu!" Ryan kembali berbisik dan hanya di balas dengan pelototan Izumi.


"Ryan! Izumi! Jangan mengobrol terus! Cepat makan!" seru Tera orang tua paling tegas bagi mereka.


Bukan cuma Izumi dan Ryan, ketiga orang tua yang lain pun tidak ada yang berani menentang kata-kata Tera. Tera masihlah Queen Goritzma meskipun saat ini dia sering bergerak di belakang layar. Karena otaknya yang genius Klan Goritzma bisa tetap berjaya sampai saat ini, bahkan berhasil memperluas daerah kekuasaannya.


"Iya, Ma!" jawab mereka serempak.

__ADS_1


Hati Sora terasa sesak melihat kedekatan Izumi dan Ryan. Dia mengira jika keduanya pacaran. Mereka terlihat serasi dan kedua orangtuanya sepertinya merestui hubungan keduanya.


Seperti biasanya, pesta ulang tahun Izumi dan Ryan akan diakhiri dengan menyalakan kembang api dan pemberian hadiah.


"Sepertinya aku mencium bau gosong!" seru Yukata sambil menyenggol bahu Sora.


"Hidungmu terlalu besar lubangnya! Kembang apinya saja meledaknya di atas juga!" timpal Daiki.


"Dasar telmi! Hati Sora... yang... go...." Yukata menghentikan ucapannya karena Sora menyumpalnya dengan kertas pembungkus kembang api yang terjatuh di depannya.


"Diam! Aku tidak akan menyerah sebelum berhasil mendapatkan Izumi!" bisik Sora penuh penekanan.


Setelah mengatakan itu Sora berjalan mendekati Ryan. Sebagai seorang laki-laki dia harus bersikap gentleman. Jika memang Ryan adalah pacar Izumi maka dia harus memiliki ketangguhan melebihi dirinya dalam arti lain mereka harus bertanding untuk mengetahuinya.


"Hai! Aku Sora!" sapa Sora ketika sudah sampai di hadapan Ryan.


"Aku Ryan! Tapi biasa di panggil Yan Yan."


Mereka berdua saling berjabat tangan. Izumi sedang bersenang-senang bersama yang lain menyalakan kembang api dan permainan yang lain. Ryan yang tidak suka keramaian memilih menyendiri di samping restoran.


"Boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Sora dengan kedua tangan yang dia masukkan ke dalam kantong celananya.


"Katakan saja!" jawab Ryan singkat lalu memutar tubuhnya menghadap ke arah Sora.


Untuk sejenak mereka saling diam.


"Apakah kamu pacar, Izumi?"


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2