MAFIA KEMBAR

MAFIA KEMBAR
MELAWAN BUAYA DARAT


__ADS_3

Mr. Eric, orang yang membuat kesepakatan dengan Hiro malam ini.


"Tuan, mau aku tambah lagi minumannya?" seorang wanita bergaun merah menyala yang semula duduk di sebelah Mr. Eric bangkit untuk mengambilkan anggur di meja.


"Aku tidak ingin minum lagi. Aku ingin yang lain." Mr. Eric menarik tubuh wanita cantik itu ke dalam pangkuannya.


"Ah, Tuan. Ini masih terlalu sore. Kita bersenang-senang dulu." Wanita itu memutar tubuhnya menghadap Mr. Eric dan membuka kakinya untuk merubah posisi duduknya.


"Tuan, kamu tidak adil. Kamu hanya menginginkan Missa!" wanita bergaun navy merajuk sambil menempel di lengan kanan Mr. Eric.


"Kamu juga boleh ikut, Sayang." Mr. Eric mencolek dagu wanita bergaun navy itu.


Hiro berjalan mendekati Mr. Eric.


"Ehemm!" Hiro berdehem agar Mr. Eric menyadari kedatangannya.


Mr. Eric yang sedang berciuman bersama wanita bergaun merah di pangkuannya sedikit terkejut. Reflek dia mendorong tubuh wanita itu dan menjatuhkannya ke samping. Keadaannya sangat berantakan. Tubuhnya terekspos karena gaunnya yang terkoyak.


"Selamat malam Tuan Hiro. Silakan duduk!" sapa Mr. Eric.


Mr. Eric melirik Izumi dengan tatapan penuh minat.


'Gadis muda yang berkarakter.' Mr. Eric terus melirik Izumi sambil mengosok-gosok bibirnya dengan ujung jarinya.


"Tidak perlu, Mister. Kita langsung saja. Transaksi selesai maka urusan kita beres."


Hiro tahu jika Mr. Eric adalah pecinta wanita. Mengajak Izumi dalam transaksi ini adalah kesalahan tapi terpaksa dia lakukan karena ingin menghibur Izumi. Kalau pun Mr. Eric ingin berbuat curang, Hiro dan Izumi yakin bisa mengatasinya.


"Kenapa Anda teruru-buru, Tuan? Mari kita bersenang-senang dulu."


Mr. Eric tidak menyerah. Dia berdiri menghampiri Izumi sambil membawa gelas anggur di tangannya.


"Kami masih ada transaksi lain. Anda tidak sedang mempermainkan kami, bukan?"


Hiro maju selangkah dan memposisikan tubuhnya di depan Izumi.


"Mana saya berani, Tuan Alex."


Alex adalah nama samaran Hiro dalam melakukan misi kali ini. Sebagai seorang mafia dia harus memakai identitas palsu untuk memuluskan pekerjaannya. Begitu juga Izumi. Secara tidak langsung dia belajar mengatasi masalah saat menjalankan misi bersama ayahnya.


"Rico! Ambilkan uangnya!" seru Mr. Eric pada salah seorang anak buahnya.


Mr. Eric masih terus melirik ke arah Izumi.


"Tuan Alex, bisakah Anda meninggalkan gadis ini untuk menemaniku semalam saja. Aku akan membayar mahal untuk ini."

__ADS_1


Akhirnya Mr. Eric tidak bisa lagi menahan keinginannya untuk mendapatkan Izumi.


"Dia adalah aset saya. Tidak bisa disentuh ataupun diperjualbelikan."


Mr. Eric mengangguk-angguk namun itu bukan tanda dia setuju pada ucapan Hiro.


"Aku ingin menanyakan langsung padanya, boleh?"


Ucapan Mr. Eric membuat tangan Izumi terasa gatal. Jika dia tidak sedang pergi bersama papinya dan melakukan semua sesuai perintahnya, mungkin wajah Mr. Erik sudah babak belur sekarang.


"Silakan!" Hiro menggeser tubuhnya ke samping dan membiarkan Izumi berhadapan langsung dengan Mr. Eric.


"Nona, maukah kamu berkencan denganku malam ini?"


"Saya gadis liar, Tuan. Tempat saya di kandang singa bukan di atas ranjang," jawab Izumi ketus.


"Ohho... menarik. Aku belum pernah bermain dengan gadis seperti Anda. Aku merasa tertantang. Tidak masalah jika Nona tidak berpengalaman dalam urusan ranjang. Jangan sungkan-sungkan silakan Nona sebutkan harga."


Mata Izumi terbelalak.


'Sungguh pria tidak tahu malu. Aku harus mencari cara untuk bisa menghajarmu dan memberimu pelajaran. Sebutan Dewi Kematian tidak pantas aku miliki jika aku tidak bisa membuatmu berlutut memohon ampun di kakiku.' gigi geraham Izumi saling beradu.


"Bisa di atur!" Izumi berjalan maju ke depan.


Tangan kiri Izumi berpindah ke belakangnya sambil memegang kopernya sementara tangan kanannya memegang kerah baju Mr. Eric.


"Aku butuh pria yang kuat dan tidak payah. Bagiku uang tidak jadi jaminan bisa membuat aku puas. Kalahkan aku, mungkin aku bisa mempertimbangkan tawaran kencanmu setelah itu."


Izumi melepaskan tangannya lalu mundur kembali ke posisi semula. Dia tidak mempedulikan tatapan tidak mengerti papinya. Keputusan Izumi sudah bulat, dia harus memberi pelajaran pada buaya darat itu.


"Aku terima tantanganmu. Setelah transaksi ini kita bertemu di luar. Bagaimana?"


"Hmm."


Anak buah Mr. Eric datang membawa sekoper penuh berisi uang. Kedua belah pihak sama-sama memeriksa keaslian barang yang mereka bawa. Transaksi selesai.


Sesuai kesepakatan, Izumi dan Mr. Eric akan bertanding setelah ini.


Izumi berjalan di depan bersama Hiro. Mr. Eric dan anak buahnya menyusul di belakang. Mereka berhenti di tempat parkir yang terlihat lapang.


Hiro menyimpan uang hasil transaksi di dalam mobil lalu kembali menemani Izumi yang sedang bersiap melawan Mr. Eric.


Saat ini Izumi sedang memakai sepatu hak tinggi. Dengan sengaja dia mematahkan hak penyangga hingga menjadi sepatu tanpa hak. Setelah di rasa nyaman dia berjalan menghampiri Mr. Eric.


"Anda sudah siap, Tuan?" tanya Izumi santai.

__ADS_1


"Mulailah menyerang. Lady's first!"


Mr. Eric meminta Izumi untuk memulai pertandingan.


"Baiklah jika Anda memaksa! Bersiaplah!"


Izumi menggeretakkan ruas-ruas jarinya hingga berbunyi. Dia maju ke depan lalu melayangkan tinjunya di depan wajah Mr. Eric dengan tangan kirinya sebagai pengecoh. Sebenarnya dia sedang mengincar perutnya dan itu cukup berhasil.


Sebuah pukulan telak menghantam perut Mr. Eric hingga tubuhnya terdorong ke belakang beberapa langkah. Tentu itu terasa sangat sakit namun Mr. Eric berpura-pura untuk biasa saja. Dia menggerakkan bahunya ke depan lalu kembali maju untuk menghadapi Izumi.


"Anda ingin menyerang duluan?" Izumi menghilangkan tangannya di dada.


"Sepertinya saya harus mencobanya!" Mr. Eric melayangkan pukulan.


Izumi berhasil mengelak namun tidak di sangka dia juga meluncurkan tendangan membuat Izumi sedikit gelagapan. Mr. Eric meniru teknik tipuan miliknya. Beruntung Izumi bisa melompat meskipun itu harus membuat gaun yang dia kenakan robek di bagian bawah.


Paha mulus Izumi terpampang dengan jelas. Kini hanya terbalut celana pendek hitam ketat yang membungkusnya. Di sana juga terlihat senjata api berukuran mini yang terikat di luar celananya.


"Senjata yang bagus!" puji Mr. Eric ketika tanpa sengaja melihat senjata itu sekilas.


"Hyah!" Izumi mulai serius menyerang.


Pakaiannya sudah sangat berantakan. Dia tidak ingin menunda pertarungan lebih lama lagi. Pasti dia akan menjadi bahan tertawaan jika sampai ada yang melihatnya.


Kemampuan beladiri Mr. Eric yang pas-pasan membuatnya kewalahan menghadapi serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Izumi.


Wajah Mr. Eric benar-benar dibuat babak belur oleh Izumi. Darah segar merembes di sudut bibirnya yang lebam. Tangan kirinya tidak bisa dia gerakan dengan benar karena terkilir oleh puntiran yang dilakukan Izumi.


Izumi pun ada sedikit luka lebam di lengan dan tulang kering di kakinya. Itu adalah bagian pertahanan yang dia andalkan untuk menahan serangan. Dadanya terlihat naik turun karena nafasnya yang tidak beraturan.


"Anda ingin lanjut atau menyerah, Tuan gila! Mumpung aku masih punya sisa tenaga untuk mematahkan kakimu!" seru Izumi.


"Aku belum menyerah!"


Ego yang besar Mr. Eric membuatnya memasakan diri untuk terus bertarung.


"Baiklah! Jangan bilang aku kejam jika Anda pulang dalam keadaan pincang setelah ini!"


Izumi kembali menyerang Mr. Eric tanpa ampun.


Kedua anak buahnya bergidik ngeri melihat keadaan bosnya yang terlihat sangat memprihatikan.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2