MAFIA KEMBAR

MAFIA KEMBAR
SORA MALU


__ADS_3

Ryan sedikit terkejut dengan pertanyaan Sora dan menatapnya dengan intens. Rupanya pria di depannya ini menaruh hati pada kembarannya. Ryan mengamati Sora dari ujung rambut hingga ujung kaki. Penampilannya sedikit berantakan sepertinya dia seorang badboy.


Dari gerak geriknya yang terbaca oleh Ryan, Sora juga ahli dalam seni bela diri. Selain dari gerak geriknya, ciri fisik yang tampak pun menunjukkan hal yang mengarah ke sana. Tubuh yang tegap dan selalu terlihat waspada, beberapa bekas luka, serta padatnya massa otot sebagai efek dari latihan berat yang dia jalani.


"Apa itu penting? Aku tidak sedang mengganggu hubungan seseorang, kan?" tanya Ryan dengan nada datar yang terkesan sedikit angkuh.


"Jadi benar kalian berpacaran?" Ada sedikit emosi dalam nada bicara Sora.


"Bukan urusanmu! Kecuali kamu adalah pacar Izumi." Ryan memancing kejujuran Sora.


"Aku menyukainya!" Sebuah pengakuan meluncur begitu saja dari mulut Sora.


Mendengar pengakuan Sora, Ryan tersenyum namun hampir tidak terlihat. Laki-laki di hadapannya sepertinya cukup gentle. Butuh keberanian untuk mengatakan itu di hadapan orang lain dan Ryan mengapresiasi itu.


"Silakan kamu dekati sendiri! Aku tidak menghalangimu untuk itu!" Berjalan meninggalkan Sora.


Ucapan Ryan membuat Sora semakin bertanya-tanya akan siapa dirinya sebenarnya. Kedekatan mereka tidak bisa di katakan sebagai hubungan yang biasa. Sora menatap Ryan dengan tatapan menyelidik.


"Kamu tidak berniat untuk bersaing denganku, kan?"


Pertanyaan Sora membuat langkah Ryan terhenti. Kali ini dia tidak langsung menoleh pada Sora. "Sebenarnya apa yang kamu inginkan!"


"Aku tidak ingin ada orang lain yang juga mengincar gadis yang aku sukai!" seru Sora yang sudah berdiri di hadapan Ryan.

__ADS_1


"Tidak usah berputar-putar! Katakan saja apa yang kamu inginkan!" Ryan mulai kehilangan kesabarannya.


"Kita tentukan siapa yang berhak mendekati Izumi. Kamu... atau Aku?!" Sora menunjukkan telunjuknya ke dadanya lalu ke dada Ryan.


"Baiklah! Kita menepi ke sana agar tidak mengundang perhatian." Ryan menunjuk sebuah tempat yang sedikit terlindung dari keluarga Ryan dan teman-teman Sora.


"Hmm!" angguk Sora.


Mereka berdua berjalan menuju ke tempat yang ditujukan oleh Ryan. Tatapan mereka bertemu dan saling menunjukkan ketajamannya. Ryan sengaja menyembunyikan hubungannya dengan Izumi pada Sora agar dia bisa tahu kesungguhannya.


Sora mulai mengambil kuda-kuda namun Ryan masih terlihat santai. Dengan santai Ryan melipat kedua tangannya di dada dan tidak menunjukkan gestur untuk bertarung. Dalam pertarungan ini dia tidak ingin menyerang lebih dahulu.


"Majulah!" seru Ryan meminta Sora untuk menyerangnya lebih dulu.


Melihat Ryan tidak juga membuka lipatan tangannya, Sora mencoba menyerang bagian atas tubuhnya. Dengan mudah Ryan menghindarinya. Pukulan Sora hanya mengenai tempat kosong.


Tidak ingin terlalu lama bertarung, Ryan mempercepat gerakannya dengan jurus Delima Putih yang mengandalkan kecepatan gerakan dan kuncian. Hanya dalam beberapa kali gerakan saja Sora sudah terdesak ke belakang.


Dalam pertarungan ini Sora tidak ingin kalah. Dia mencoba mencari celah baginya untuk menjatuhkan Ryan. Tangannya mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah akibat pukulan Ryan.


Untuk serangan kali ini, Sora menggunakan teknik tendangan. Kakinya mulai melayang ke udara untuk menendang Ryan. Dengan mengandalkan kekuatan tangannya, Ryan menangkap kaki Sora dan menahannya.


Tubuh Sora tertahan, membuat kesempatan Ryan untuk menyerang. Kaki Sora dia tarik ke atas sehingga tubuhnya kehilangan keseimbangan. Setelah Sora tidak bisa berdiri dengan benar, dengan gerakan meliuk Ryan membuatnya tumbang. Tubuh Sora jatuh terbanting ke lantai.

__ADS_1


"Aku menyerah! Kamu boleh memiliki Izumi!" seru Sora sambil meringis menahan sakit di punggung dan tubuhnya.


"Bodoh! Izumi adalah saudara kembarku."


Mata Sora terbelalak mendengar perkataan Ryan barusan. Rupanya dia telah salah sangka. Kini dia duduk di lantai sambil tertunduk malu. Dia tidak berani menatap wajah Ryan.


"Tidak apa-apa! Bangunlah!" Ryan mengulurkan tangannya untuk membantu Sora bangun.


"Aku bersalah padamu! Hajar saja aku sepuasmu!" ucap Sora pasrah.


"Aku senang saudara kembarku yang ceroboh dan suka seenaknya itu ada yang mengagumi. Kamu hanya perlu banyak berlatih agar pertahananmu meningkat. Teknik penyeranganmu sudah cukup bagus namun kamu kurang terampil dalam teknik menangkis dan bertahan." Ryan memberi penilaian dari hasil duel mereka layaknya seorang guru.


"Terimakasih! Aku akui kamu sangat hebat meskipun usiamu terlihat lebih muda dariku." Sora mengakui kehebatan Ryan dan menatapnya penuh kekaguman.


"Kamu terlalu cepat memuji. Ini hanya kebetulan saja! Jadilah lebih kuat dan kita akan bertarung lagi jika aku berkunjung ke sini!" ucap Ryan datar.


"Memangnya kamu tinggal di mana?" tanya Sora sambil mengerutkan dahinya.


"Indonesia," jawab Ryan singkat.


"Pantas aku tidak pernah melihatmu sebelumnya."


Sora membersihkan bajunya dan merapikan penampilannya. Melihat dari kejauhan Izumi datang mendekati mereka berdua. Ryan tidak melakukannya karena penampilannya tidak terlalu berantakan setelah pertarungan mereka.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2