
Bella segera masuk ke dalam kelas disusul oleh Rangga dibelakangnya.
"Ya ampun Bell, Lo mepet banget sih datangnya?" tanya Sindi.
"Iya guys, taksi yang gue tumpangi tiba-tiba mogok dan gak bisa anterin gue sampai kampus, jadi gue jalan kaki deh lari-lari kesini sampe gue hampir kehabisan nafas." jelas Bella bohong.
"Ya ampun Bella, pantesan muka lo sampe merah gitu terus pagi-pagi lo udah keringetan banget. kenapa gak telpon kita aja sih Bell, kebiasaan lo," sahut Amel.
"Iya, gue gak kepikiran guyss, saking paniknya taku telat masuk kelas." jawabnya.
Rangga yang sedang mempersiapkan teori yang akan ia sampaikan, sempat mendengar percakapan dari Bella dan teman-temannya.
Bisa-bisanya kamu menganggap suami kamu sendiri sebagai supir taksi Bell. gumam Rangga dalam hati.
****
Kelas sudah selesai, Ega sudah berdiri di depan kelas menunggu Bella keluar.
Rangga menyadari keberadaan Ega saat sedang membereskan laptopnya.
Dia lagi. Gumamnya dalam hati.
"Eh, Bell. Calon laki lo udah nungguin tuh!" celetuk Amel saat melihat Ega di depan kelas.
"What, calon laki gue, siapa yang lo maksud Mel?" tanyanya.
"Noh yang dari tadi nungguin dan merhatiin lo ampe nggak ngedip ngedip." goda Amel sambil melemparkan pandangannya pada Ega.
Celetukan Amel membuat Rangga geram, begitu juga dengan Bella ia merasa risih ditambah lagi ketika melihat Rangga menatap Ega dengan tatapan tajam.
"Calon laki pala lu peang, Ega sama gue tuh cuman temenan doang. paham!" tegas Bella sengaja agar didengar oleh Rangga.
"Iya temenan, tapi lama-lama bisa jadi demen." canda Sindi.
Rangga yang tidak nyaman dengan situasinya saat ini, ia langsung keluar dan melewati Ega dengan wajah datarnya.
Begitu Bella keluar dari kelas, Ega pun langsung mengikuti langkahnya.
Sindi dan Amel seolah-olah tidak ingin mengganggu Bella dan Ega, mereka berpamitan untuk pulang lebih dulu dan meninggalkan Bella.
"Bell lo udah gapapa kan?" tanya Ega.
"Udah kok Ga, BTW thanks ya tadi minumannya," ucap Bella.
"Iya Bell, emmh lo sibuk gak malam ini?" tanya Ega.
"Gue ada acara keluarga, kenapa emangnya?"
__ADS_1
"Oh, tadinya gue mau ngajak lo nonton sih, tapi kalo lo lagi sibuk kapan-kapan bisa kan?" tanya Ega lagi.
"Lihat nanti aja deh Ga, gue duluan ya soalnya orang tua gue udah nyuruh pulang nih." jawab Bella dan langsung mempercepat langkahnya.
"Gue anterin, Bell!" tawar Ega.
"nggak usah Ga, gue udah pesen taksi, bye!" teriak Bella yang segera melangkah cepat dan sengaja menjauhi Ega.
Saat Bella sampai di gerbang dan ia hendak mencari taksi yang lewat, tiba-tiba mobil Rangga berhenti tepat di hadapannya, lalu Rangga membuka kaca mobilnya.
"Masuk!" ucap Rangga dengan nada dinginnya.
Seketika mata Bella pun melihat sekitar dan memastikan bahwa Amel dan Sindi sudah tidak ada di sana, begitu semua dirasa sudah aman Bella pun langsung membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.
Selama di perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka, kini Rangga kembali pada mode dinginnya membuat Bella merasa bosan dan canggung.
Begitu sampai di depan rumah, Rangga pun langsung menghentikan mobilnya dan tiba-tiba ia mengatakan sesuatu yang membuat Bella kaget dan menghentikan pergerakannya untuk membuka pintu mobil.
"Sesuai aplikasi ya, Mbak." ucap Rangga dengan wajah datarnya.
Kini Bella paham dengan kebungkaman nya dari tadi.
"Ooh jadi Mas dari tadi diem itu gara-gara aku bilang sama temen-temen kalo aku berangkat naik taksi gitu?" tanya Bella.
"Iya memang kenyataannya kamu anggap aku supir taksi." jawanya.
"Ya ampun Mas, aku minta maaf aku tadi gak bisa cari alasan lain sama temen-temen aku, hanya itu yang tersirat di pikiranku Mas," ucap Bella merasa bersalah.
"Kenapa lagi Mas?" tanya Bella.
Entah harus bagaimana aku menjelaskan bahwa aku cemburu melihat kamu dekat-dekat dengan si Ega itu Bella. ucap Rangga dalam hati.
Bukan karena Rangga tidak ingin mengungkapkan rasa cemburunya,
Namun karena ego dan gengsi lah yang membuat Rangga tidak ingin membahasnya saat ini.
"Mas, kenapa kok malah bengong?" tanya Bella.
"Lupakan saja, kita turun sekarang dan siap-siap untuk pergi ke acara makan malam di rumah Papa!" jawab Rangga.
Apa mungkin kamu cemburu melihat perlakuan Ega sama aku tadi Mas? tanya Bella dalam hati.
Sebenarnya Bella ingin sekali menanyakan hal itu, tapi ia tidak ingin merasa dirinya dianggap kege'eran oleh Rangga dan menurutnya itu hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.
Keduanya memang memiliki ego dan gengsi yang sangat tinggi sehingga mereka menyiksa perasaannya masing-masing.
******
__ADS_1
Begitu sampai di rumah orang tua Bella, ternyata di sana sudah ada keluarga Rangga yang sedang menunggu kedatangan mereka, termasuk wanita yang sempat Bella lihat bersama Rangga di cafe waktu itu.
Rangga menyapa saudara perempuannya dengan hangat, sikap Rangga kepada wanita itu begitu berbeda dengan sikapnya kepada Bella yang sangat dingin, begitulah menurut Bella.
Iish, Mas Rangga kalo sama gue aja, so soan dingin banget, tapi kalo sama dia sikapnya happy banget kek bukan Rangga yang gue kenal. gerutunya dalam hati.
"Bella, apa kabar kamu sayang?" sapa Bunda.
"Aku sehat Bun, Bunda sendiri gimana kabarnya? kok Bunda gak ada main ke rumah sih?" Bella berbalik tanya.
"Alhamdulillah sehat, Iya maafin Bunda ya, soalnya akhir-akhir ini Bunda lagi sibuk," jawabnya.
"Emmh gitu ya Bun, iya gapapa kok Bella ngerti, tapi kapan-kapan Bunda main ke rumah ya!" ucap Bella.
"Iya sayang pasti. oh iya kamu udah dikenalin belum sama adik angkatnya Rangga?" tanya Bunda.
Bella menggelengkan kepalanya.
"Belum Bun," jawab Bella.
Bunda Rangga merasa heran mendengar hal itu, lalu ia langsung membawa Bella kehadapan Rangga dan saudarinya.
"Rangga, kamu ini gimana sih, bukannya dikenalin Istrinya sama saudara kamu, ini malah asik ngobrol berdua," protes Bunda.
"Eh, iya Bun. Rangga lupa." ucapnya membuat Bella tidak habis pikir sama suaminya itu, bisa-bisanya ia melupakan istrinya setelah bertemu dengan saudari angkatnya.
"Bell, kenalin ini adik angkat aku Elsa yang waktu itu aku ceritain, dan Sa ini Bella istri aku." ucap Rangga.
Bella pun menyodorkan tangannya kepada Elsa, begitu juga sebaliknya Elsa pun menyambut tangan Bella dengan hangat.
"Bella,"
"Elsa."
"Emmh, aku mau nyamperin Mama sama Papa dulu ya, kalian have fun aja!" pamit Bella.
"Oh iya Bell, nanti kita ngobrol-ngobrol ya, ada banyak hal yang mau aku tanyakan sama kamu," ucap Elsa.
"Oke." jawabnya dan segera melangkah pergi mencari kedua orang tuanya.
Begitu Bella melihat Mama dan Papa sedang asik mengobrol, ia langsung menghampiri mereka dan memeluk erat keduanya.
"Papa, Mama. Bella kangen banget" ucap Bella dengan nada manjanya.
"Bella, kamu udah datang sayang, suami kamu mana? " tanya Mama.
"Iish Mama kok malah nyari'in Mas Rangga sih bukan anaknya sendiri." protes Bella dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Iya, maksud Mama, kamu gak bareng suami kamu gitu?"
"Iya Bella, mana suami kamu sayang? kalo dia sudah datang, Papa akan segera memulai acaranya." ucap Papa Bella.