Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer

Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer
Hari Kelulusan


__ADS_3

Mereka pun berangkat menuju bandara dan pada saat di perjalanan, tiba-tiba Bella menyadari sesuatu dan segera memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba.


"Stoop stoop, stop dulu pak" teriak Bella panik.


"Kenapa sayang? kamu gak boleh memberhentikan mobilnya secara mendadak, itu bahaya sayang " ujar Rangga


"Iya Bell, lo kenapa dah tiba-tiba minta berhenti gitu, ada yang ketinggalan?" tambah Amel.


"Putar balik pak, saya mohon putar balik sekarang " pinta Bella.


"I-iya Mbak saya putar balik sekarang" jawab supir


"Kenapa sayang? jawab" tanya Rangga.


"Cincin nikah aku kayaknya ketinggalan di kamar mandi deh mas" jelas Bella membuat Rangga terkejut.


"Ya ampun sayang, tadi kan aku sudah bilang. kamu pastikan dulu bahwa gak ada barang kamu yang ketinggalan di sana" ucap Rangga frustasi.


"Iya maaf mas, aku baru sadar pas aku raba jari aku, seperti ada yang hilang gitu, dan ternyata cincin aku mas yang gak ada." jelas Bella.


"Ya udah Bell, lo tenang dulu. semoga cincin nya masih ada di sana" ujar Amel menenangkan Bella.


Akhirnya mereka sampai kembali di villa dan dengan gegas Bella pun langsung turun dan mencari cincin nya di dalam kamar mandi.


Sudah menjadi kebiasaan Bella yang suka membuka cincin nya pada saat sebelum mandi dengan alasan takut jatuh.


"Duh semoga ada di kamar mandi deh" ucap Bella berharap sembari berjalan dengan langkah cepat.


Rangga pun ikut turun dan ikut mencari cincin Bella.


pada saat Bella sampai di kamar mandi langsung saja ia mencari cari cincin nya dengan teliti.


"Sayang kamu udah nemuin cincin nya?" tanya Rangga tiba-tiba.


"Belum mas, ini aku lagi nyari kok" teriak Bella.


"Apa aku harus ikut mencarinya?" tanya Rangga.


"Gak usah mas, aku bisa nyari sendiri kok"


"Ya Allah semoga cincin nya ketemu, kalo enggak aku gak bisa maafin diriku sendiri, itu cincin nya berharga banget." gumam Bella.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Bella menemukan cincin nya.


"Alhamdulillah, akhirnya ketemu" ucap Bella merasa lega.


"Sayang, kalo kamu gak nemuin cincin nya gapapa, nanti kita bisa beli yang baru, kita pulang sekarang ya" ucap Rangga.

__ADS_1


"Aku udah nemuin cincin nya mas" ucap Bella dengan girang


"Syukurlah kalo ketemu" ucap Rangga merasa lega.


"Ya ampun mas, maafin aku ya. aku gak bisa bayangin kalo cincin pernikahan ku hilang, pasti aku akan merasa bersalah banget" ucap Bella saat berjalan menuju mobil.


"Iya sayang, lain kali hati-hati ya. jangan teledor lagi" ucap Rangga sembari mengacak-acak rambut Bella.


"Ishh maas, kok rambut aku di acak-acak sih? aku kan udah susah payah ngerapihin penampilan aku" protes Bella


"Hehe, maaf sayang abisnya kamu gemesin banget" ujar Rangga.


*******


Hari kelulusan


Bella sudah siap dengan pakaian wisuda nya, hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi Bella karena beberapa jam lagi dia sudah tidak menyandang sebagai mahasiswi lagi. Bella masih tidak menyangka dirinya akan lulus secepat ini, karena dia merasa baru kemarin dia masuk kuliah. selain hari bersejarah hari ini hari paling bahagia untuk nya karena kelulusan nya dihadiri oleh suami tercinta Rangga...


"Sayang kamu udah siap? tanya Bella, yaps sekarang Bella sudah tidak malu-malu lagi memanggil Rangga dengan sebutan sayang.


"Sudah sayang, yuk kita berangkat sekarang nanti kesiangan" senyum Rangga semakin merekah kala Bella merapikan dasi nya yang agak bengkok.


"Makasih ya sayang" ucap Rangga pada Bella.


"Iya mas, sama-sama"


Diperjalanan Bella merasa sangat gelisah dan gugup karena ia takut jika ia tidak lulus.


"Rileks sayang, aku yakin kamu pasti lulus" ucap Rangga menenangkan Bella.


"Kalo aku enggak lulus gimana mas?"


"Ya enggak gimana gimana, walaupun kamu gak lulus hidup kamu masih terjamin sayang gak perlu susah-susah cari kerja, cukup dirumah aja layanin aku dan tinggal terima uang dari aku udah"


"Ish kamu ini mas, bukannya mensupport aku, malah kek gitu tanggapannya" kesal Bella.


"Hehe, iya maaf sayang. kamu santai aja ya, gak usah terlalu dipikirkan, aku yakin kok kamu akan lulus kan istri ku ini pintar" ucap Rangga membuat Bella sedikit lebih tenang.


Tiba-tiba Bella melihat Amel dan Sindi di depan cafe dekat kampus lalu Bella pun meminta Rangga untuk berhenti dan menghampiri mereka.


"Mas stop dulu, itu Sindi dan Amel ada di sana" ucap Bella


Rangga pun menghentikan mobilnya di depan cafe yang di sana ada Sindi dan Amel.


dan setelah mereka turun ternyata di sana ada Reza juga.


"Za lo ngapain di sini?" tanya Rangga

__ADS_1


"Biasa nganterin calon bini yang mau kelulusan" jawab nya.


"Awas lo ya kalo gak ke kantor" ancam Rangga.


"Yaelah bos, santai aja kali, ini juga bentar lagi mau otw ke kantor kok"


"Udah sayang, kamu ini kayak gak paham aja, kak Reza itu cuman mau nganterin Amel doang pacar nya, masa gak bole sih" kata Bella.


"Nah bener tuh, syukur lah kalo ibu bos mengerti" bangga Reza, karena mendapat pembelaan dari Bella.


"Oh iya, si Adit sama Reyhan pada kemana? kok gue gak liat" tanya Bella.


"Mereka udah di kampus Bell, katanya buru-buru karena ada urusan gitu" jelas Sindi.


"Tumben, urusan apaan?" tanya Bella.


"Tau tuh, mungkin mereka mau bayar utang dulu ke si ibu kantin sebelum lulus" Jawab Amel asal.


"Hahaha iya juga ya"


"Ya udah yuk kita juga harus masuk sekarang, nanti telat loh" ujar Bella yang diangguki oleh Amel dan Sindi.


"Ya udah gih sayang, kamu masuk. aku mau ke kantor dulu ya" pamit Reza pada Amel.


"Hati-hati ya kak, hubungi aku kalau sudah sampai"


"Oke siap sayang" Reza pun pergi meninggalkan mereka, sementara Rangga yang masih berada di sana sempat merasa bingung dengan istri nya ini, karena sedari tadi ia terus saja memegangi perutnya.


"Sayang, perut kamu sakit?" tanya Rangga khawatir.


"Sedikit mas, mungkin karena aku belum sarapan" jelas Bella.


"Apaa?? bukannya tadi kamu bilang udah sarapan"


"hehe, maaf mas aku kalo lagi grogi emang suka lupa makan" ujar Bella.


"Astaga, kamu ini kenapa ngebiarin perut kamu kosong, ya udah sekarang kamu sarapan dulu gih mumpung lagi di cafe" titah Rangga.


"terus kamu?"


"Aku ada rapat dengan para dosen, kalian tolong temani Bella" tunjuk Rangga pada Amel dan Sindi.


"Siap pak! laksanakan" jawab mereka berdua


"jangan di sini guys, kita ke kantin aja yuk. biar gak terlalu jauh kalo ada pengumuman kan bisa kedengaran" ujar Bella.


"Oh gitu ya, ya udah ayok" ucap Sindi.

__ADS_1


__ADS_2