
Sindi dan Amel segera turun dari mobil, tapi Bella dan Rangga baru saja pergi dari tempat itu.
"Yuk Mel, mumpung masih belum ngantri." ucap Sindi.
"Iya, biasanya ngantri banget nih tempat, tapi si Bella yang suka maksa kita buat tetep nunggu demi mendapatkan seblak favorit nya ya gak"
"Favorit kita juga" ucap Sindi.
"Iya dong, ya udah ayok kita pesan seblak nya"
"Mbak mau seblak nya ya 3, seperti biasa buat aku level 4, buat Amel level 2, terus satu lagi buat Bella level 5 ya mbak" ucap Sindi.
"Loh barusan kan Bella dari sini juga neng," ucap mbak nya
"Oh Bella udah beli ya Mbak," tanya Sindi.
"Tumben dia gak ngajak kita Sin" ucap Amel.
"Iya Mel, biasanya dia ngajakin kita kalo mau beli seblak di sini."
"Terus gimana dong?" tanya Amel.
"Ya kita jadiin aja beli seblak nya, kan kata mbak nya baru saja si Bella pergi, berarti dia masih di perjalanan pulang, kita bisa nyusul dia Mel" ucap Sindi.
"Ya udah deh, berarti yang Bella gak jadi ya mbak" ucap Amel.
"oke neng Amel"
Sindi masih penasaran, karena Bella gak biasanya jajan seblak tanpa Sindi dan Amel.
"Mbak, tadi Bella ke sini nya sama siapa ya?" tanya Sindi
"Tadi sih sama cowok neng," jawab mbak nya.
"What, sama cowok. Mel" ucap Sindi langsung menoleh ke arah Amel. ia shock dengan jawaban mbak nya
"Jangan-jangan kecurigaan kita selama ini bener Sin, si Bella punya pacar tanpa sepengetahuan kita" ucap Amel.
"Tapi bisa jadi itu saudara nya Mel, kita jangan suudzon dulu" ucap Sindi.
"Iya juga ya. mbak tadi tanya gak itu cowok siapanya Bella?" tanya Sindi lagi masih penasaran.
"Kata mas nya sih itu suami nya"
"what's!!! suami nya" keget Sindi dan Amel bersamaan.
Mereka semakin shock dengan jawaban mbak nya.
"Emangnya kalian gak tau ya kalo neng Bella udah nikah?" tanya mbak nya.
__ADS_1
"Emmh sebenarnya Bella pernah bilang mau di jodohin gitu mbak, mungkin itu bukan suami nya, tapi orang yang mau dijodohin sama Bella dan ngaku-ngaku sebagai suaminya" ucap Sindi
"Iya juga ya, kemarin kan Bella bilang mau di jodohin tuh, mungkin aja itu orang yang mau dijodohkan sama Bella terus ngaku-ngaku jadi suaminya" Amel mengulang ucapan Sindi.
"Itu kata-kata gue barusan dodol" ucap Sindi pada Amel.
"Hehe" Amel tersenyum cengar-cengir.
"Gak bisa nih, kita harus cari tau fakta yang sebenarnya Mel" ucap Sindi.
"Iya, gue juga penasaran Sin. sekarang kita langsung aja ke rumah nya buat mastiin, ya gak?" kata Amel.
"Oke Mel"
Pesanan mereka pun sudah selesai, mereka pun bergegas pergi untuk mencari tahu kebenaran bahwa Bella telah menyembunyikan sesuatu hal dari mereka.
Sementara Bella dan Rangga telah sampai di rumah.
dengan gegas Bella segera membuka seblak yang sudah dibeli nya, dia tidak sabar ingin segera menyantap nya.
"Hmmm aroma seblak nya menggugah selera banget," ucap Bella saat membuka bingkisan seblak itu.
Rangga pun membuka seblak milik nya, dia mencium aroma yang asing dan terasa perih masuk ke dalam hidung nya membuat nya bersin-bersin dan batuk.
"Makanan apa ini? kok pedes banget aroma nya, terus perih banget lagi saat masuk ke hidung" ucap Rangga
"Apalagi ini, ishh warna nya merah banget gitu, apa ini aman buat kamu yang?" tanya Rangga.
"Ya namanya juga seblak level 5, ya gini bentukannya" ucap Bella sembari melahap satu sendok seblak ke dalam mulutnya dengan tanpa ekspresi.
Rangga sebenarnya tidak tahu apa yang dimaksud dengan level 5 itu, dia pikir level 5 itu adalah level yang paling bagus atau level yang paling komplit isinya.
Dengan ragu Rangga mencoba memakan satu suap seblak milik nya.
Hap!!
Rangga terkejut dengan rasanya.
"Astaga!! Huh hah huh hah makanan apaan ini Bell?" panik Rangga sambil mencari air minum.
"Enak kan mas?" tanya Bella dengan santainya.
"Enak apanya, kenapa sepedas ini rasanya" tanya Rangga saat sudah berhasil meminum segelas air.
"segitu aja pedes, itu baru level 2 loh mas. kamu belum coba punya ku yang level 5" ucap Bella.
"Astaga, aku kira level 5 itu soal toping nya yang komplit, ternyata tingkat kepedasannya. udah Bell, aku minta stop makan seblak. itu gak baik buat lambung kamu sayang"
"Aku udah biasa kok mas, jadi gak akan kenapa-kenapa"
__ADS_1
"Pokoknya ini terakhir kalinya kamu makan seblak! jaga kesehatan kamu Bell, aku gak mau kalo kamu sampai sakit" tegas Rangga.
"Ish gak bisa mas, ini makanan favorit aku" ucap nya.
"Enggak, masih banyak makanan yang sehat Bell."
****
Sementara Sindi dan Amel telah sampai di rumah orang tua Bella.
Tok!! Tok!! Tok!!
Sindi mengetuk pintu rumah Bella
"Assalamualaikum" teriak Sindi dan Amel mengucap salam
"waalaikumsalam, Sebentar," teriak Bi inah. ART di rumah orang tua Bella
Bi inah membuka pintu nya.
"Eh, non Sindi dan non Amel. udah lama gak ke sini makin cantik aja" puji bi inah.
"Ah bi inah bisa aja, oh iya Bella nya ada?" tanya Sindi.
"Loh Non Bella udah gak tinggal di sini lagi non, emang nya kalian belum tau" ucap bi inah membuat Sindi dan Amel semakin yakin bahwa Bella sedang merahasiakan sesuatu dari mereka.
"Terus dia tinggal dimana sekarang bi?" tanya Amel.
Bi inah pun memberi tahu dimana Bella tinggal. mereka pun langsung tancap gas untuk mencari alamat baru Bella.
Di perjalanan
"Sin, gue makin yakin deh si Bella ngerahasiain sesuatu dari kita" ucap Amel.
"Ya kita coba datengin dia aja dulu, terus nanti kita interogasi" ucap Sindi sambil melajukan mobilnya dengan sedikit kencang.
****
Bella menghabiskan seblak nya dengan cepat, dia tidak mendengarkan suaminya yang dari tadi terus saja menceramahi dan meminta Bella untuk menghentikan memakan seblak itu.
"Huchhh, seblak nya mantap banget. kenyang banget perut ku mas" ucap Bella yang telah menghabiskan satu porsi seblak sedangkan Rangga tidak memakan seblak milik nya.
"Awas aja ya, aku gak akan izinin kamu makan seblak lagi" ancam Rangga.
Pada saat Bella mau membereskan sisa makanan di meja, tiba-tiba bel berbunyi.
Ting Tong!!
Bella dan Rangga pun sontak kaget, siapa yang bertamu ke rumah mereka sedangkan yang tau alamat mereka hanyalah keluarga dan Ega, itupun karena dia mengikuti Bella.
__ADS_1