Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer

Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer
Menghapus jejak


__ADS_3

Saat ini Bella sedang membersihkan dirinya di kamar mandi, dalam hati nya bertanya tanya.


"Maksudnya apa sih mas Rangga ini, nyuruh aku mandi segala, tanpa di suruh pun aku juga bakalan mandi kok." gerutu nya


Bella pun selesai dan keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan kimono nya ia berjalan dan berniat untuk mengenakan pakaian. tapi baru saja Bella sampai di depan pintu kamar mandi tiba-tiba Rangga menarik tangan Bella.


"Eh M-mas kamu mau ngapain? pelan-pelan dong tangan aku sakit" teriak Bella namun diabaikan oleh Rangga.


Rangga terus menarik tangan Bella lalu melemparkan tubuhnya ke atas ranjang. Bella hanya terdiam dan ketakutan.


"Kenapa Bell? kamu sepertinya takut dengan suami mu sendiri" ucap Rangga


"Bu-bukan gitu mas tapi..!" ucap Bella terpotong karena Rangga pergi untuk segera mengunci pintu kamar.


"Astaga apa yang mau mas Rangga lakuin sama gue, jangan-jangan mas Rangga mau minta hak nya sekarang?" batin Bella panik


Dengan wajah yang masih tanpa ekspresi, Rangga segera menghampiri Bella yang masih berada di atas ranjang.


"M-mas jangan." lirih Bella.


"Apa ini sebuah penolakan Bell?" tanya Rangga dingin.


"Bukannya gitu mas, tapi bukan nya kita sudah sepakat untuk melakukan nya nanti jika aku udah lulus?" jelas nya


"Emangnya apa yang ada dipikiran kamu saat ini Bell?" tanya Rangga lagi


Bella terdiam, ia bingung harus jawab apa.


"Kenapa kamu diam Bell?" tanya Rangga dengan senyum seringai nya. Rangga semakin mendekatkan wajahnya pada Bella.


Cup!!


Satu kecupan mendarat di pipi Bella


Cup!!


Satu lagi di kening Bella


Cup!!


Beberapa kali di tangan Bella.


Lalu di bibir nya dengan sedikit *******.


"Aku pernah bilang kan sama kamu, tidak boleh ada yang menyentuh apa yang sudah menjadi milik ku, dan dengan seenaknya si kunyuk itu berani-beraninya mencium istri ku." jelas Rangga.


Ucap Rangga membuat Bella merasa lega dan tersipu malu.


"Aku hanya ingin menghapus jejak dari si kunyuk itu sayang, gak boleh ada jejak orang lain di tubuh mu ini, hanya aku yang bisa menyentuh mu dan mencium mu Bell." jelas nya.


"Mas"


"Iya sayang"

__ADS_1


"Ega cuma mencium tangan aku loh, gak sampai pipi, kening, apalagi bibir" ucap Bella heran.


"kenapa kamu protes dicium sama suami sendiri? apa kamu mau di cium pipi, kening terus bibir sama si kunyuk Ega itu hah?"


"Enggak ish amit-amit deh" ucap Bella.


"Terus kenapa kamu diam aja waktu tangan kamu dicium sama Ega?"


"Maafin aku mas, aku gak maksud seperti itu, tadinya aku mau marah sama Ega karena dia udah lancang. tapi kamu keburu datang dan marah-marah. dan kamu tau? tadi itu aku takut banget sama kamu mas, jadi aku gak bisa berkata apa-apa" lirih Bella sambil menunduk.


Rangga dengan sigap memeluk tubuh Bella, dan mengecup kepala nya.


"Maafin aku ya sayang udah membuat kamu takut" ucap Rangga.


Bella pun menghambur ke tubuh Rangga, memeluk nya erat, dia benar-benar semakin mencintai suami nya ini.


"Iya mas, maafin aku juga ya" ucap Bella


"Ya udah sekarang kamu pakai baju, sebelum aku berubah pikiran dan masih bisa menahan gejolak yang ingin menerkam mu sekarang juga" goda Rangga.


"Ih takut," teriak Bella lalu segera beranjak dari ranjang untuk segera mengenakan baju.


"Kali ini kamu selamat sayang, tapi lihat aja nanti aku pastikan kamu akan lemas dibuat ku" teriak Rangga membuat Bella sedikit geli mendengar nya.


Bella yang sudah siap dengan pakaian santai nya, dan Rangga pun segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Mas cepetan ya mandi nya, aku laper nih" teriak Bella.


"Siap sayang, gimana kalo kamu mandi'in aku biar cepat selesai" teriak Rangga dari kamar mandi.


Rangga pun selesai dan memakai pakaian santai juga.


"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Rangga.


"Aku lagi pengen seblak nih mas,"


"Apa itu seblak?" tanya Rangga


"What, seriusan mas gak tau apa itu seblak?"


"Gak tau" jawab Rangga sambil menggelengkan kepala nya.


"Ya ampun sayang banget hari gini gak tau seblak, kalo mas nyobain, beuh pasti suka deh" ucap Bella.


"Di restoran mana kita bisa mendapatkan seblak?" tanya Rangga.


Bella tertawa cekikikan.


"Seblak itu gak ada di restoran, adanya di tempat khusus yang jualan seblak aja Mas," jawab Bella.


"Ya udah, yuk kita siap-siap untuk beli seblak" ucap Rangga.


"Seriusan boleh mas?" tanya Bella.

__ADS_1


"Iya, apapun yang kamu mau sayang"


"Hore, beli seblak" teriak Bella seperti anak kecil yang di kasih permen.


*****


Sementara di tempat lain, Sindi dan Amel berniat untuk main ke rumah Bella karena mereka merasa sudah lama sekali gak mengunjungi rumah Bella, tapi mereka sepakat untuk tidak memberi tahu Bella.


"Sin, lo seriusan mau ke rumah Bella tanpa ngasih tau dulu sama dia?" tanya Amel


"Iya Mel, gue serius. dia pasti seneng kok sama kedatangan kita ke rumah nya, anggap aja ini surprise buat dia karena kita udah lama banget kan gak main ke rumah si Bella." jelas Sindi.


"Oh gitu ya, ya udah deh ayok" jawab Amel setuju.


Sindi dan Amel pun sudah di perjalanan menuju rumah Bella.


"Eh kita beli seblak kesukaan Bella dulu kali ya" ucap Sindi.


"Wah boleh-boleh, gue juga mau" ucap Amel


"Oke, kita ke tempat seblak favorit kita dulu,"


Sementara Bella dan Rangga sudah berada di tempat seblak yang di pilih oleh Bella.


"Mbak aku mau pesan seblak nya" teriak Bella pada tukang seblak.


"Eh neng Bella, udah lama gak kesini" sapa mbak tukang seblak langganan Bella.


"Eh, iya mbak. aku lagi sibuk kuliah makanya aku baru sempet jajan lagi ke sini hehe" jawab Bella.


"Oh gitu ya, itu pacar nya ya neng" goda mbak nya.


"Emmh ituu.." ucap Bella terpotong.


"Saya suaminya" jelas Rangga.


"Oh udah nikah ya neng, mbak do'ain semoga pernikahan kalian langgeng ya"


"I'iya amin mbak" ucap Bella.


"oh iya, mas nya mau sekalian pesan seblak nya gak?" tanya mbak nya.


"Mas kamu mau seblak?" tanya Bella.


"Ya boleh deh, aku juga pengen tau seenak apa sih makanan favorit istri ku ini" jawab Rangga.


"Dua ya mbak, di bungkus. biasa ya punya ku yang level 5. mas kamu mau level berapa?" tanya Bella.


Karena Rangga gak tau dengan level yang Bella maksud, Rangga hanya bilang.


"Terserah kamu aja,"


Setelah pesanan Bella selesai, mereka pun segera pergi.

__ADS_1


"Yuk mas, udah selesai" ucap Bella


Sementara Sindi dan Amel baru sampai di tempat seblak langganan mereka.


__ADS_2