
Pada saat mereka sedang asyik ngobrol tiba-tiba Rangga datang menghampiri mereka.
"Khmmm"
Mereka bertiga pun langsung menoleh ke arah sumber suara
"Mass" ucap Bella.
"Ciee manggil nya Mas, omg temen kita beneran udah nikah nih" bisik Sindi pada Amel.
"Kamu mau ke mana mas?" tanya Bella saat melihat Rangga memakai setelan kantor.
"Aku mau ke kantor dulu sayang, ada urusan mendadak," ucap Rangga lalu mengecup kening Bella membuat Sindi dan Amel melongo.
"Huwaaaaa sosweet banget sih" ucap Amel.
Setelah Rangga meninggalkan mereka, langsung saja Bella ditarik oleh kedua temannya.
"OMG Bell, ternyata pak Rangga sweet banget, gue masih belum percaya kalo lo udah nikah. sama pak Rangga lagi nikahnya huh"
"Mas Rangga itu aslinya emang romantis tau, perlakuan nya sama gue itu maniiis banget"
"Tapi kenapa di kampus dia dingin banget ya sikap nya?"
"Entah lah, gue juga kaget pas pertama dapat perlakuan manis dari dia." jelas Bella.
"Apa lo bahagia Bell, nikah sama Pak Rangga?"
"Gimana ya, awalnya gue takut karena mungkin gue bakalan tersiksa satu rumah sama manusia es itu, karena awal-awal sikap dia tuh dingin banget kayak di kampus"
"Terus sekarang gimana?"
"Ya kalian liat sendiri kan tadi, sikap mas Rangga itu yang udah bikin hati gue luluh dan lama-kelamaan gue jatuh cinta sama dia, dan sekarang gue bahagia banget sih guys jadi istri nya mas Rangga" jelas Bella.
"Kita ikut bahagia Bell, kalo lo emang bahagia sama pak Rangga." ucap Sindi.
"Iya Bell, pokoknya kita do'ain semoga lo selalu bahagia ya sama pernikahan Lo ini, kalo ada apa-apa bilang aja sama kita," tambah Amel.
"Makasih ya guys, sekarang gue lega deh karena gak ada yang perlu gue rahasiain lagi dari kalian" ucap Bella lalu mereka pun berpelukan.
"Awas aja kalo lo ngerahasiain sesuatu lagi dari kita ya" ancam Sindi.
"Iya iya siap bos" kata Bella.
****
Sementara Rangga baru saja sampai di kantor, ia langsung saja menuju ke ruangan nya.
__ADS_1
"Ini Pak, berkas yang harus bapak tandatangani buat meeting besok" ucap seseorang yang ternyata itu adalah asisten sekaligus sahabat Rangga dari waktu sekolah SMA dulu, dan Rangga baru saja memberikan dia pekerjaan karena dia sudah lama menganggur.
"Astaga Reza, lo gak usah seserius itu sama gue. biasa aja lah, kayak dulu" ujar Rangga
"Ya gue gak enak lah, lo kan bos gue sekarang" ucap Reza.
"Anggap aja kita sama-sama bekerja di sini ya, gue juga cuma ngejalanin perusahaan mertua gue kok"
" iya iya siap bos." ucap Reza.
"Terus apa lagi yang harus gue tandatangani sekarang?"
"Udah itu doang kok" jelas Reza membuat Rangga sedikit kesal.
"Astaga za, lo nyuruh gue kesini cuma buat tandatangani berkas ini doang?"
"Lah ini kan penting Ga, buat meeting besok "
"Iya tapi kan bisa besok juga tandatangani nya za, lo ganggu waktu gue aja" kesal Rangga.
"Ya sorry bos, gue kan cuma mau ngasih yang terbaik buat kantor lo," jelas Reza..
"Ya tapi kan gue lagi pengen rebahan di rumah Za, meluangkan waktu buat istri gue" ujar Rangga.
"Iya gue tau lo udah nikah, tapi masa lo gak ada waktu buat gue Ga? sahabat lo sendiri" ujar Reza.
"Ya udah sekarang lo maunya gimana, ini berkas kan udah gue tandatangani." ucap Rangga.
"Ya menurut lo"
"Bagus lah kalo emang lo udah bisa move on dari dia, meskipun gue belum tau gimana Bella itu orang nya kek gimana, baik atau enggak nya,"
"Jangan pernah bahas lagi soal dia Za" ucap Rangga dengan nada dingin nya.
"Iya sorry deh, gue gak akan bahas dia lagi"
"Sekarang hidup gue cuma Bella Za, dia adalah wanita satu satunya yang bisa bikin gue bahagia, dia mampu meluluhkan hati gue dan bisa mengembalikan hati gue yang dingin menjadi hangat kembali"
"Bella emang cocok buat lo Ga, dia gadis yang cantik, dan gue yakin dia juga cewek yang baik, gue jadi penasaran pengen ketemu langsung sama dia" puji Rangga sembari menatap foto pernikahan yang ada di meja Rangga.
"Jangan coba macem-macem ya lo, dan jangan muji-muji bini gue kek gitu depan gue, ntar lo suka lagi sama bini gue, awas aja lo, gue cekik juga lo"
"Yaelah muji gitu doang, posesif amat nih pak dosen." goda Reza.
"Btw cariin modelan kek Bella dong," ucap Reza lagi
"Gak bisa, dan gak akan pernah ada lagi yang modelan kayak Bella istri gua, dia tuh limited edition" jelas Rangga
__ADS_1
"Et dah, limited edition. kek barang branded aja" ucap Reza.
Rangga melirik jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul enam sore.
"Gue pulang dulu za"
"Lah baru juga jam enam Ga, masih sore tau, jangan-jangan lo udah kepengen ya" goda Reza.
"Heh pikiran Lo. udah lah gue pulang dulu, gue gak mau istri gue nunggu terlalu lama di rumah. dan bersihin dulu tuh otak kotor lu" ucap Rangga membuat Reza ketawa cekikikan.
Rangga pun pergi meninggalkan Reza.
****
Sementara di rumah Bella, kedua sahabatnya pamit untuk pulang.
"Eh Bell, udah mau gelap nih. kita pulang dulu ya" ucap Sindi.
"Iya Bell, kapan-kapan kita boleh kan main ke sini lagi?" tanya Amel.
"Boleh dong, ya udah kalian hati-hati ya"
Sindi dan Amel pun pergi dari rumah Bella.
"Duh mas Rangga kok belum pulang ya? ya udah lah aku tunggu di kamar aja" ucap nya.
Bella meminta tolong pada mbak Mimin untuk membereskan bekas makanan kedua sahabatnya itu.
dan dia baru sadar kalau Rangga belum sempat makan tadi dan dia berniat untuk menyiapkan makanan dulu untuk Rangga sambil menunggu Rangga pulang.
"Mbak aku mau nyiapin makan dulu ya buat suami aku" ucap Bella.
"ya udah non, Mbak bantuin ya"
"Boleh" kata Bella.
Mereka pun bergegas ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Rangga.
Rangga pulang dan makanan pun telah siap-siap untuk dimakan.
"Wah kebetulan banget aku lagi lapar, makasih ya sayang kamu emang istri yang terbaik" puji Rangga.
"iya Mas, kamu jangan berlebihan. ini juga dibantu sama Mbak Mimin kok," ucap Bella.
****
Sementara Sindi dan Amel masih dalam perjalanan
__ADS_1
"Eh Mel, Bella beruntung banget ya bisa dapetin Pak Rangga. padahal pak Rangga itu dikenal sebagai dosen killer loh di kampus kita, salut banget gue sama Bella" ujar Sindi.
"iya Sin, pantesan tadi Pak Rangga marah banget waktu Ega nembak Bella. orang dia suaminya" kata Amel.