Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer

Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer
Aku pastikan kamu akan jadi milikku selamanya


__ADS_3

Terpaksa Amel pun nurut dan segera duduk di belakang bersama Reza.


"Ini kita pasti kena macet deh Ga, soalnya kita terlalu siang pergi nya" ujar Reza.


"Iya nih, mana panas banget lagi. semua ini gara-gara kalian para cewek" celetuk Adit.


"Enak aja gara-gara kita, lagian kita itu udah berusaha buat cepet ya, yang ada ini semua gara-gara lo tau gak, lo selalu aja nyebelin dan ngajak kita ribut" protes Sindi.


"Tau nih si Adit, emang nyebelin nyaaa minta ampun. untung gue gak nerima cinta lo, kalo sampek gue nerima lo, bisa-bisa mendadak darah tinggi tau gak" tambah Amel.


"Udahlah jangan pada ribut lagi, emang kalian mau kena omel pak Rangga? kalian liat tuh wajah pak Rangga udah mulai berubah jadi datar lagi padahal kan tadi dia udah mulai ramah sama kita" bisik Reyhan, dengan seketika mereka pun diam.


Suasana di dalam mobil kini hening, tak ada satupun yang berani mengeluarkan suara, mereka pun lebih memilih untuk tidur.


Bella yang mulai bosan dengan suasana hening ini dengan iseng memutar sebuah lagu yang berjudul kamulah takdir ku.


"kecilin sayang, nanti kamu bisa mengganggu mereka yang sedang tidur"


"Iya mas, abis nya aku bosen banget. kok malah pada tidur sih" kesal Bella.


"Btw kenapa leher kamu di pakaikan plester?" tanya Rangga


"Pake nanya lagi, ini kan ulah kamu mas." protes Bella membuat Rangga hanya bisa tersenyum bangga.


Selama di perjalanan Rangga tak henti hentinya mengelus elus tangan Bella dan tersenyum membuat Bella aneh dibuatnya.


"Mas kamu sehat kan?" tanya Bella.


"Kenapa tiba-tiba kamu nanya seperti itu? apa aku terlihat seperti orang sakit?"


"Soalnya dari tadi aku perhatiin kamu senyum senyum sendiri mas, aku jadi khawatir. jangan-jangan kamuuu..."


"Jangan-jangan apa?"


"Emmh gak jadi deh mas, hehe"


"Ayo katakan jangan-jangan apa sayang?"


"Gila, oops" celetuk Bella.


"Tuk!! Rangga menyentil kening Bella membuat Bella meringis ..


"Awww sakit tau mas"


"Lagian kamu gak sopan banget ngatain suaminya gila" cetus Rangga

__ADS_1


"Ya terus kamu kenapa dong senyum senyum gitu?"


"Aku bahagia karena memiliki kamu sayang, kamu itu mood booster aku setiap hari"


"Mulai deh gombal nya"


"Ekhemmm inget woy di sini masih ada orang"teriak Reza dari belakang mengagetkan Rangga dan Bella.


"Ya ampun, kirain kak Reza lagi tidur" ucap Bella.


"Emmh iya paham dah, yang lagi saling mencintai mah serasa dunia milik berdua ya kan"


"Yaelah sirik aja nih kak Reza, makanya cepetan nikah biar bisa mesra-mesraan kayak kita" ledek Bella.


"Santai aja Bell, bentar lagi juga kakak bakalan dapetin orang yang kakak suka dan aku pastiin dia bakal jadi milik aku selamanya" jelas Reza.


"Hah serius kak?" tanya Bella tak percaya.


Sebelum Reza menjawab pertanyaan Bella, Reza sempat menatap ke arah Amel yang sedang tidur dengan posisi kepala Amel menyender ke kaca mobil lalu dengan sigap Reza pun perlahan mengambil kepala Amel dan menyenderkan nya ke bahu nya. seulas senyum terukir di bibir Reza, dia benar-benar telah jatuh cinta pada gadis yang ada di samping nya ini.


Helayan rambut Amel yang menutupi wajah nya membuat Reza semakin terpesona dengan ekspresi wajah Amel saat tertidur.


"Ternyata kamu terlihat lebih cantik jika sedang tertidur" batin Reza sembari menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Amel. lalu dia genggam tangan Amel seakan tidak mau kehilangan kesempatan seperti ini. Amel yang merasa ada pergerakan di tangan nya pun perlahan membuka mata nya.


"K-ka Reza" panggil Amel dengan suara serak nya.


Reza langsung melepaskan genggaman Amel pada saat itu juga.


"Kamu udah bangun rupa nya"


"Duh maaf ya kak, aku ketiduran di bahunya kak Reza, pasti pegel deh" ucap Amel


"Eh gapapa kok, aku gak keberatan samasekali" senyum Reza.


Amel pun sedikit menjaga jarak dari Reza, dia sangat malu karena dia pikir dia tak sengaja tertidur di bahu nya Reza.


"Ini masih di mana kak? masih belum sampai ya" tanya Amel


"Belum, kayaknya masih jauh deh, soalnya dari tadi macet banget" jelas Reza.


"Ohh. eh Bell lo tidur ya?" panggil Amel dan Bella pun pura-pura tidur dan tak menjawab pertanyaan dari Amel.


"Yah dia tidur. Sindi, Adit dan Reyhan juga pada tidur, duh gimana nih gue kan jadi canggung" batin Amel


"Kalo kamu masih ngantuk, tidur lagi aja gapapa kok" kata Reza.

__ADS_1


"Udah gak ngantuk kok, kakak sendiri kenapa gak tidur?" tanya Amel


"Enggak, soalnya Rangga minta ditemenin ngobrol," jelas Reza


Tak ada lagi percakapan diantara mereka saat ini. membuat Reza dan Amel hanya bisa menatap ke arah depan tanpa suara.


Hingga akhirnya mereka sampai di tempat tujuan dan Rangga pun memarkirkan mobilnya.


"Gak bisa, ini gak bisa kayak gini terus, pokoknya gue harus ungkapin perasaan gue hari ini juga, gue gak mau nunggu lebih lama lagi, semakin cepat semakin baik. pokoknya gue harus memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan gue sama Amel" batin Reza bertekad.


Bella ternyata benar-benar tertidur, Sindi Reyhan dan Adit pun tak menyadari bahwa mereka telah sampai di tempat wisata yang mereka kunjungi.


"Ya ampun ini kok tidur nya kenapa pada kebo gini sih, woy udah nyampe, bangun dong guys" teriak Amel membangunkan mereka.


"sayang bangun, ini udah sampai" panggil Rangga pada Bella yang begitu nyenyak dengan tidur nya.


Amel menggoyangkan tubuh Sindi yang susah dibangunkan.


"Duuuhhh apa sih Mel? ganggu orang lagi tidur aja" ucap Sindi dengan suara serak nya.


"Udah nyampe Sin, ayo cepetan banguun"


Adit dan Reyhan pun terbangun karena suara Amel yang sangat kencang.


"Ada apa sih? berisik banget" tanya Adit.


"Kita udah nyampe guys," ujar Amel lagi.


"Oh, udah sampai ya?" tanya Reyhan menyipitkan matanya dan melihat keluar kaca mobil.


Reyhan pun membuka pintu dan turun dari mobil diikuti oleh Sindi dan Adit, lalu Amel yang dipegangi oleh Reza. Lalu Rangga? ia masih berusaha membangunkan istrinya masih saja susah dibangunkan.


"OMG, Bellaaa lo belum bangun juga," ucap Amel frustasi.


"Sayang bangun, semua sudah pada turun dari mobil" ujar Rangga.


Perlahan Bella pun membuka mata nya.


"Akhirnya dia bangun juga" ucap Sindi.


"Kita dimana ini? kok berhenti sih?" tanya Bella.


"Kita udah nyampe dari tadi Bell, lo sih tidur nya kek kebo tau gak" ujar Amel


"Ya ampun sorry guys, mungkin karena efek gadang semalam" jelas Bella.

__ADS_1


__ADS_2