
"Ega ngapain lo kesini, ini bukan kelas lo, nanti dosen liat kamu disini" ucap Bella.
"Gue cuma mau nanya, nanti lo pulangnya di jemput atau naik taksi?" tanya Ega.
"Gue dijemput"
"Yah kenapa sih selalu di jemput, kali ini lo pulang sama gue ya please" ucap ega memohon.
"Gue kan udah bilang, kalo gue mau di jemput Ga." tegas Bella.
"Ya udah, gue bakalan tetep di sini sampai lo ngizinin gue anterin lo pulang nanti"
"I-iya liat nanti aja deh, lebih baik lo balik Ga ke kelas Lo" ucap Bella.
Bella bingung harus gimana, ia tidak mungkin pulang dengan Ega sementara Rangga suaminya akan menjemput nya.
Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore, pak Anton yang telah menggantikan jadwal Rangga pun suda menyelesaikan tugas nya, para mahasiswa pun bubar. Bella pun segera bergegas membereskan alat tulis nya, ia terburu-buru agar tidak bertemu dengan Ega.
"Guys gue pulang duluan ya" teriak Bella dan langsung pergi ke luar.
"Oke Bell," jawab Amel dan Sindi
Bella berhasil lolos dari Ega, karena pada saat Ega menghampiri nya ke kelas, Bella ternyata sudah sampai di gerbang universitas.
"Guys Bella nya mana?" tanya Ega pada Sindi dan Amel saat mereka sudah di depan kelas.
"Lah bukannya tadi Lo mau anterin dia pulang, kita kira Bella udah sama Lo" jawab Sindi.
"Enggak kok, gue baru keluar, jangan-jangan dia sengaja ya hindari gue" ucap Ega.
"mungkin juga dia nunggu Lo di gerbang Ga" ucap Amel.
"iya juga ya, ya udah deh gue ke gerbang dulu ya, siapa tau dia lagi nungguin gue di sana" ujar Ega.
Pada saat Ega sedang melangkah pergi tiba-tiba Bella mengirim pesan pada Sindi.
Bella
"Sin kalo Ega nanyain gue, tolong bilang sama dia kalo gue udah pulang"
"Lah si Bella gimana sih, bukannya tadi dia mau pulang bareng Ega," gumam Sindi
"Kenapa sin?" tanya Amel.
"ini Mel, si Bella chat gue katanya dia udah balik" jawabnya.
"Bella gimana sih cowok seganteng Ega masih aja di cuekin, sebenernya dia itu maunya cowok yang kek gimana sih" ucap Amel heran.
"iya ya, padahal menurut gue si Ega itu termasuk cowok paling ganteng di kampus ya gak" sahut Sindi
"iya sin, udah ganteng, manis, baik lagi. tapi ya udah lah, itu hak dia juga. mungkin Bella pulang sama bokap nya, terus dia takut bokap nya marah kalo Bella pulang sama cowok, ya gak" ucap Amel.
__ADS_1
"iya mungkin, positif thinking aja lah, ya gak Mel. tapi kan si Ega tadi udah nyusul ke gerbang Mel, apa kita susul aja buat bilang sama dia kalo Bella udah pulang" tanya Sindi.
"Iya udah, kita coba susul dia. siapa tau dia masih nyari si Bella di gerbang" jawabnya.
Sementara Bella sedang menunggu Rangga di halte dekat kampus, Bella merasa was-was karena takut Ega menemukan nya.
Beberapa menit kemudian akhirnya Rangga datang dengan mobilnya,
"Ayok masuk sayang" teriak Rangga.
Ega pun sampai di gerbang namun ia tidak melihat Bella di sana, dia mencari Bella sampai ke halte.
Pada saat Bella sedang masuk kedalam mobil, ternyata Ega melihat nya.
"Bella sama siapa, perasaan mobil papa nya bukan yang itu deh" gumam Ega.
Rangga pun melajukan mobilnya.
"Lebih baik gue ikutin dia deh, biar gue tau rumah nya dimana" gumam Ega lagi.
Lalu Ega pun melajukan mobilnya dan mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Bella.
Amel dan Sindi yang sudah sampai di gerbang pun tidak melihat Ega
"Lah si Ega cepet banget ngilang nya, apa mungkin dia udah pulang kali ya?" tanya Amel.
"iya kali, ya udah lah kita pulang aja yuk" ucap Sindi.
Rangga sengaja melajukan mobilnya dengan pelan. sepanjang perjalanan Rangga menggenggam tangan Bella membuat Bella merasa bahagia.
"Sayang" panggil Rangga tiba-tiba.
"Ya mas?" tanya Bella.
"Jangan pernah khianati aku ya!" ucap Rangga
"Kenapa kamu ngomong gitu mas, apa kamu masih gak percaya sama aku?" tanya Bella.
"bukan gitu yang, aku cuma takut hal seperti dulu terjadi lagi dalam hidupku" ucap nya
"Mas, kamu gak usah takut ya, aku janji akan selalu setia dan selalu ada di sisi kamu hingga tua nanti" tegas Bella.
"Aku senang mendengar nya Bell,
makasih ya" ucap Rangga sambil mengecup punggung tangan Bella.
Karena terlalu asyik ngobrol, Bella pun tidak sadar kalau mereka sudah sampai di depan rumah
"Lah kok berhenti mas?" tanya Bella.
"Udah nyampe sayang," ucap Rangga.
__ADS_1
"ya ampun sampai gak sadar mas saking asyiknya ngobrol sama kamu tadi di jalan."
"Ya udah kita lanjut ngobrol nya di kamar yuk" ajak Rangga membuat pipi Bella memerah.
Rangga pun keluar dari mobil, sebelum Bella keluar tiba-tiba ponsel Bella bunyi, ternyata Sindi menelpon nya.
"Mas kamu duluan ya, aku mau angkat telpon dari Sindi dulu" ucap nya.
"ya udah, jangan lama-lama ya sayang" ujar Rangga.
"oke mas," jawab nya.
Bella pun mengangkat telpon nya.
"Halo sin, ada apa?" tanya Bella.
"eh Bell Lo udah pulang kan?" tanya Sindi.
"Udah kok, ini udah di rumah kenapa emangnya sin?" tanya Bella.
"Tadi doi Lo nanyain loh" ucap Sindi.
"Doi doi apaan coba" ucap Bella.
"iya, tadi pas Lo chat gue, gue gak keburu bilang kalo lo udah pulang, soalnya egay nyusulin Lo ke gerbang tadi" jelas sindi.
"ya ampun jangan-jangan Ega ngeliat gue sama mas Rangga tadi" gumam nya dalam hati.
"Bell, kok diem?" tanya Sindi.
"emmh terus gimana?" tanya Bella.
"Ya mana gue tau, tadi pas gue sama Amel nyusul dia ke gerbang, dia udah gak ada" jawab Sindi.
"oh ya udah deh, gue baru nyampe nih, mau ke dalam dulu, gerah mau mandi, gue tutup telpon nya ya byee" ucap Bella.
"ya udah byee" jawab Sindi
Pada saat Bella keluar dari mobil tiba-tiba Ega menghampiri nya.
"Bell" panggil Ega
Bella terkejut melihat kehadiran Ega di sana, bagaimana tidak, ia takut Rangga salah paham dan cemburu melihat nya.
"Ega, ngapain Lo ke sini, dari mana Lo tau alamat gue?" tanya Bella.
"Gue sengaja ngikutin Lo tadi" jelas Ega.
"Duh, Ega liat gue sama mas Rangga gak ya, kalo dia liat bisa gawat nih" gumam Bella dalam hati.
"Jadi rumah Lo di sini Bell?" tanya Rangga.
__ADS_1
"i-iya ga, lebih baik Lo pulang ya, soalnya gue takut kalo sampai bokap gue liat Lo di sini, dia pasti marah" ucapnya.