Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer

Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer
Resmi jadian


__ADS_3

"Makanya kalo di bilangin sama suami itu nurut" ujar Rangga.


"Iya deh iya aku yang salah" pasrah Bella.


"Huwaaaaa indah banget pemandangan nyaaa" teriak Amel tiba-tiba.


"Ya udah yuk Bestiiiiie kita pakai bikini sekarang, biar kayak bule bule di sanaaa. ish gak sabar deh" ucap Sindi.


"Iya cus guys, kita pesta bikini" sambung Bella.


"Whaatt!! pakai bikini? gak sayang, gak ada pesta begituan, aku gak mau tubuh kamu di lihat semua orang," tegas Rangga.


"Tapi mas, aku sama Amel dan Sindi udah nyiapin semuanya"


"Gak boleh, pokonya aku bilang gak boleh ya gak boleh titik" tegas Rangga lagi.


"Yaahhh" pasrah Bella.


"Iya aku setuju, gak ada pake bikini bikinian" ucap Reyhan.


"Kenapa pada ngelarang sih, ayo lah ini kan Bali. lagian banyak juga tuh yang pake bikini" keluh Sindi.


"Iya Rey, gapapa kali kalo mereka mau pesta bikini mah, kan jadi makin seru" ujar Adit yang langsung dipelototi sama Rangga


Adit pun hanya bisa menunduk takut dengan tatapan Rangga.


"Terus gimana dong, kita gagal dong pesta bikini nya" ujar Bella.


"Ya mau gimana lagi Bell, Pak Rangga udah larang juga, nurut aja lah ama suami" ujar Amel yang di tatap kagum oleh Reza.


"Sepertinya Amel ini tipe orang yang sangat nurut dan gak neko-neko, aku jadi semakin yakin untuk jadikan dia sebagai istri ku, Semoga aja deh" batin Reza berharap


"Sekarang kita beli tiket masuk dulu, dan sekali lagi kalian berencana untuk memakai pakaian minim seperti itu, saya pastikan kalian gak akan lulus semester ini" ancam Rangga.


"Yaah, tapi mas"


"Gak ada tapi tapi" tegas Rangga..


Mereka pun patuh dan menuruti apa kata Rangga karena mereka gak mau jika mereka gak lulus semester ini.


Mau tidak mau mereka pun menikmati wisata dengan peraturan yang dibuat oleh Rangga.


Pada saat mereka sedang asyik berfoto-foto, tiba-tiba Reza mengirimkan pesan pada Amel.


Kak Reza


✉️ Mel, bisa ngobrol berdua sebentar gak? ada hal penting yang mau aku omongin.

__ADS_1


Amel pun membuka pesan yang dikirim oleh Reza.


"Duh, kak Reza mau ngapain ya ngajak ngobrol berdua?" tanya Amel dalam hati.


"Lo kenapa Mel? tiba-tiba bengong gitu" tanya Bella.


"Iya Mel, kenapa lo?" tambah Sindi.


"Emmh.. gue mau ke toilet dulu bentar ya guys" bohong Amel.


"Ya udah sana, atau perlu kita antar?" tawar Sindi.


"Gak usah, gue bisa sendiri kok"


"Oke" Bella dan Sindi.


Amel


✉️ Bisa kak, mau ketemu dimana?


"Yes dia mau" ucap Reza senang.


Kak Reza


✉️ Di cafe dekat sini aja ya Mel. aku tunggu


Amel


Reza pun menunggu Amel di dekat cafe, begitu Amel sampai di sana, Reza dan Amel pun berjalan menuju cafe berbarengan


"Ada apa sih kak? kok tiba-tiba ngajak ketemuan" tanya Amel sembari berjalan.


"Nanti aku jelaskan di cafe sana ya," jawab Reza diangguki oleh Amel


Begitu sampai di cafe mereka pun duduk saling berhadapan


"Jadi Apa yang mau kakak omongin?" tanya Amel lagi


"Udah santai aja, pesen makanan dulu. kamu pasti laper kan?" tanya Reza.


"Laper sih kak, tapi aku bilang nya mau ke toilet doang tadi ke Bella sama Sindi, nanti kalo mereka nyari gimana?"


"ya udah lebih baik kamu isi perut dulu, jangan biarkan perut kamu kosong, nanti bisa sakit" ujar Reza.


"Tapi Bella Sam Sindi" ucap Amel terpotong.


"udah jangan pikirkan mereka dulu, sekarang lebih baik pikirkan tentang kita berdua" ucap Reza membuat Amel bertanya-tanya.

__ADS_1


"Maksudnya kak?"


Reza melanjutkan pembicaraan nya setelah pesanan nya datang, ia sengaja memesankan makanan untuk nya dan juga Amel.


"Makasih ya kak" ucap Amel


"Iya sama-sama, ayo sambil dimakan" titah Reza.


"Oh oke, jadi apa yang mau kak Reza omongin?" tanya Amel sambil melahap makanan nya.


Reza pun menatap ke arah Amel, sehingga membuat Amel menatapnya juga.


"Kenapa natap aku kayak gitu kak? ada yang salah ya sama penampilan aku?" tanya Amel bingung.


"Justru kamu sangat cantik Mel, bahkan penampilan kamu saat ini membuat aku tak bisa berkata-kata"


Ucapan Reza berhasil membuat pipi Amel merah merona.


Dengan tiba-tiba Reza menggenggam tangan Amel dengan erat, membuat Amel sedikit terkejut dibuatnya.


"Amel, aku tau kita ini baru saling kenal, tapi entah kenapa saat pertama kali kita ketemu, rasa ini muncul gitu aja. dan aku bawa kamu kesini buat ngungkapin perasaan yang selama ini aku pendam sama kamu, Mel aku suka sama kamu, bahkan lebih dari itu, aku cinta sama kamu mel. aku emang gak semanis dan se-tajir Rangga tapi aku janji akan berusaha untuk terus membuat kamu bahagia Mel" ucap Reza tegas membuat Amel terharu dan tanpa ia sadari ia telah meneteskan air matanya.


"Hey kok kamu nangis? apa ada yang salah dengan ucapan ku?" panik Reza.


"Enggak kak, aku cuma terharu dengan kejujuran kakak, dan apa yang kak Reza bilang tadi? kamu gak setajir pak Rangga?" tanya Amel lalu diangguki oleh Reza.


"Denger ya kak, materi itu gak menjamin kebahagiaan seseorang, dan setiap orang pasti punya caranya sendiri untuk mengungkapkan perasaan nya, bagiku dengan kejujuran kak Reza seperti ini udah lebih dari cukup" jelas Amel


"Jadi?"


"Jujur kak, aku juga punya perasaan yang sama, tadinya aku pikir cinta ku ini bertepuk sebelah tangan, dan setelah kakak bilang cinta sama aku, jujur aku bahagia banget kak" jelas nya.


"Jadi gimana? kamu mau kan, jadi pacar aku?" tanya Reza mantap


"Iya kak, aku mau jadi pacar kakak" jawab Amel yang sama mantap nya.


Dengan perasaan bahagia Reza langsung mencium punggung tangan Amel dan dilanjutkan dengan mengecup kening nya yang saat ini sudah resmi menjadi kekasih nya.


"Terimakasih sayang udah mau jadi pacar aku, dan aku pastikan kamu akan menjadi istri ku yang akan selalu mendampingi ku selamanya" tegas Reza.


Setelah mereka selesai, Amel pun kembali pada Bella dan Sindi,


dan Reza pada Rangga.


"Ya ampun Mel, abis dari toilet pelanet mana sih looo.. lama banget tau gak. kita kan khawatir takut lo kenapa-kenapa" ujar Sindi


"Iya Mel, lo bikin kita parno aja deh. ini kan tempat wisata, kalo lo ilang kan bisa repot urusannya" tamnah Bella.

__ADS_1


"Hehe, maaf ya guys" ucap Amel cengengesan.


Sebenarnya Amel ingin memberi tahu Bella dan Sindi soal kabar gembira ini, tapi sepertinya mereka sedang asik menikmati wisata ini, dan Amel tidak ingin mengganggu keseruan mereka.


__ADS_2