Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer

Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer
Hari kelulusan 2


__ADS_3

Bella memutuskan untuk membeli bubur untuk sarapan, lalu ia memakannya dengan tanpa nafsu, dia masih kepikiran dengan hasil dari kelulusan nya nanti.


"Bell, kok bengong? lagi mikirin apa?" tanya Amel membuyarkan lamunannya.


"Eh, enggak kok. gue cuma lagi mikir apa gue bisa lulus ya. lo tau sendiri kan gue ini enggak pinter-pinter amat, ngerjain tugas aja gue gak pernah dapat nilai yang bagus" ujar Bella.


"Baru nyadar sekarang lo? wkwkwk" ledek Sindi


"Ish Sin, gue seriuuss" kesal Bella.


"Bell, lo mah hidup udah tenang enggak usah mikirin hidup lagi. pak Rangga udah menjamin semua nya, apa lagi sih yang mesti lo pikirin" celetuk Sindi.


"Udah lah guys, gue yakin kok kita bakalan lulus lagian semenjak ada pak Rangga kan kita belajar mati-matian" ujar Amel menenangkan.


"Ya semoga aja deh guys" ucap Bella


UNTUK PARA WISUDAWAN HARAP SEGERA BERKUMPUL DI TEMPAT YANG TELAH DISEDIAKAN


"Eh kita udah di suruh kumpul tuh" kata Amel.


"Ya udah, yuk guys" ajak Bella


Mereka bergegas ke gedung yang telah disediakan dan ternyata sudah banyak mahasiswa yang berkumpul di sana.


"Sayang" panggil Reyhan pada Sindi dengan cepat Sindi pun menghampiri Reyhan dibuntuti oleh Bella dan Amel.


"Kamu kemana aja kok baru datang?" tanya Reyhan


"Ke kantin dulu, nemenin Bella sarapan" jawab Sindi.


"Kamu sendiri udah sarapan?" tanya Reyhan lagi


"Udah kok tadi di rumah" jawab nya.


Rektor dan para dosen sudah berada di depan mereka semua..


"Selamat pagi semuanya" sapa rektor


"Selamat pagi paakkk"


"Baik, pertama saya ucapkan terimakasih untuk kalian yang memilih universitas ini untuk melanjutkan pendidikan kalian hingga kalian berada di titik ini"


S K I P


Acara demi acara tengah berlanjut, hingga akhirnya pengumuman kelulusan pun telah tiba.


LAPORAN KELULUSAN DAN PENGUMUMAN WISUDAWAN TERBAIK OLEH WAKIL REKTOR BIDANG AKADEMIK KAMI PERSILAHKAN


"Baik, untuk yang saya sebutkan namanya dimohon maju ke depan.

__ADS_1


Nama : Bella Pramita


No induk mahasiswa: 1304xxxxxx


Program studi pendidikan biologi fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam program sarjana prestasi akhir 3,83 predikat kelulusan ujian"


"Bell, nama lo di sebut tuh. lo lulus Bell selamat ya" teriak Sindi.


"Iya Bell, ya ampun gue seneng banget. sekarang tinggal nunggu nama kita dipanggil Sin" tambah Amel.


"Hah? apa? barusan nama gue guys?" tanya Bella tak percaya.


"Iya Bell, cepetan lo maju ke depan" ujar Sindi.


****


Acara telah selesai. Bella, Sindi, Amel, Reyhan dan Adit dinyatakan lulus kini mereka berkumpul di gerbang universitas.


"Guys kita luluusss" teriak Bella dengan memeluk kedua sahabatnya.


"Iya guys, tapi gue sedih nih, karena bakal pisah sama kalian" ucap Sindi dengan wajah sedihnya.


Sindi memang berencana setelah lulus kuliah akan membantu papanya untuk mengurus perusahaan di luar negeri, awalnya Bella dan Amel tidak setuju karena mereka enggan untuk berpisah. tapi karena alasan Sindi ini untuk bertemu kedua orang tuanya jadi terpaksa Bella dan Amel menyetujui nya.


"Sin, kenapa lo gak tetap tinggal di sini aja sih. biar kita bisa tetap ketemu walaupun akan jarang sekali" ujar Amel


"Pengennya sih gitu guys, tapi kalian tau sendiri kan setelah kuliah gue tinggal sama Om dan Tante gue, dan gue cuma setahun sekali ketemu sama bokap dan nyokap. jadi gue udah putusin untuk bantu perusahaan bokap dan tinggal di sana sama mereka" jelas Sindi


"Pastinya dong Bestiiiiie.." jawab Sindi


Mereka bertiga pun saling berpelukan.


Rangga menghampiri Bella yang masih berpelukan dengan kedua sahabatnya itu, dia merasa bahagia karena istri tercinta nya dinyatakan lulus dan itu artinya sebentar lagi Bella akan menjadi istri seutuhnya.


"Sayang" panggil Rangga.


"Eh, mas. aku lulus mas." bahagia Bella menghambur ke pelukan Rangga.


"Selamat ya sayang, kerja keras mu selama ini tidak sia-sia


"Makasih mas, ini semua berkat kamu juga karena selama ujian kamu selalu membantu ku" ucap Bella


"aku hanya membantu sayang, selebihnya itu karena emang sudah menjadi kelebihan kamu"


"Hmmm makasih mas. oh iya kamu gak mau ngasih aku hadiah?" tanya Bella


"Tentu dong, aku udah siapin hadiah spesial buat istri tercinta ku" jawab Rangga.


Rangga mencium kening Bella, untung saja posisi mereka jauh dari mahasiswa lainnya, sehingga tidak ada yang melihat Rangga mencium kening Bella.

__ADS_1


"Ya ampun, manis banget deh. jadi pengen kayak Bella diratukan sama pasangan nya" teriak Sindi.


"Iya, gue juga baper kan jadinya huhuhu, andai kak Reza ada disini" sambung Amel


"Aku memang ada di sini sayang" suara yang mengagetkan mereka yang tengah asik menikmati pemandangan romantis antara Bella dengan Rangga


"Kak Rezaaa, kakak beneran ke sini? bukannya tadi izin ke kantor ya?" cecar Amel masih tak percaya jika pacar nya berada di depan nya.


"Mana mungkin aku gak hadir di acara bersejarah kamu sayang, dan ini..." Reza memberikan sebuah buket bunga untuk Amel


"Selamat atas kelulusan mu sayang" ucap nya lagi. Amel menerima buket bunga yang dibawa Reza lalu menghambur ke pelukannya.


"Laah terus gue peluk siapa dong? huwaaaaa Reyhan lo dimana sih perasaan tadi lo disini deh bareng kita, kenapa lo tiba-tiba ilang" kesal Sindi tapi sebelum kekesalan Sindi berlanjut tiba-tiba Reyhan datang memeluk Sindi dari arah belakang.


"Selamat untuk Kelulusan kita ya sayang, semoga ini langkah pertama untuk menuju kesuksesan kita" ucap Reyhan.


Jadilah mereka berpelukan dengan pasangan nya masing-masing. lalu Adit? dia sedang menikmati hiburan yang disediakan kampus untuk acara kelulusan ini.


*****


Saat ini Bella dan Rangga tengah berada di perjalanan pulang.


mereka sengaja tidak ikut serta merayakan acara hiburan lainnya di kampus hingga selesai karena Rangga ingin memberikan hadiah spesial untuk Bella.


"Ini kita mau langsung pulang aja mas?" tanya Bella.


"Enggak, aku mau ajak kamu ke suatu tempat" jawanya


"Kemana mas?"


"Liat aja nanti "


"Jadi ceritanya kamu mau ngasih surprise nih?" tanya Bella penasaran.


"Ya mungkin bisa di bilang seperti itu "


Mobil mereka berhenti tepat di depan sebuah restoran mewah. Rangga segera membawa Bella masuk dengan menggandeng nya, Bella merasa heran karena restoran semewah itu kenapa begitu sepi?


"Silahkan duduk tuan, nyonya" ucap pelayan restoran


Rangga pun mempersiapkan kursi untuk Bella


"Makasih ya mas" ucap Bella.


"Kamu suka tempat ini?" tanya Rangga tiba-tiba.


"Suka banget mas, tapi kenapa hanya ada kita berdua?"


"Aku sengaja menyewa tempat ini hanya untuk kita berdua sayang" jelas Rangga.

__ADS_1


"Ya ampun mas, sosweet banget sih kamu" ujar Bella merasa terharu.


__ADS_2