
"Mas, siapa yang datang ya. apa mungkin Mama dan Papa atau Ayah sama bunda?" tanya Bella.
"Ya udah buka aja! yang tau rumah kita kan cuma orang tua kita, aku mau beresin ini dulu" ucap Rangga.
Bella pun segera bergegas membuka pintu, dia sangat terkejut dengan apa yang ada dihadapan nya saat ini, yang datang ternyata Sindi dan Amel.
"Surprise!!" teriak Amel dan Sindi.
"Sindi Amel, Ka-kalian kok bisa ada di sini?" tanya Bella gelagapan.
"Ya, tadi kita ke rumah lo, terus kata bi inah lo udah gak tinggal di sana lagi. ya kita minta alamat baru lo terus langsung ke sini deh" jelas Sindi.
"Eh, Bell lo kok gak ngasih tau kita sih kalo lo pindah ke sini? terus lo tinggal sama siapa di sini?" tanya Amel.
"Iya nih, sekarang lo udah main rahasia rahasiaan ya sama kita" sambung Sindi.
"Aduh gimana nih, bisa gawat kalo mereka sampek ngeliat mas Rangga di sini" panik Bella dalam hati.
Rangga yang sudah selesai membereskan meja makan kini ia berniat untuk ke depan dan melihat siapa yang datang.
"Sayang, siapa yang datang?" teriak Rangga.
"Astagaaa Mas Rangga pake teriak lagi, tamat riwayat gue" batin Bella.
"What, sayang?" kaget Sindi dan Amel.
Rangga pun menghampiri Bella ke depan untuk melihat siapa yang datang.
Sindi dan Amel semakin shock saat melihat sosok pria yang sedang mendekat ke arah mereka.
"Mas Rangga pake ke sini lagii.. duh mampus gue" Bella semakin panik.
"OMG Mel, I-itu p-pak Rangga" ucap Sindi tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Astaga itu beneran pak Rangga sin?" tanya Amel.
"Menurut lo" ucap Sindi.
Bella hanya terdiam pasrah, saat ini ia tidak bisa berkata apa-apa.
"Eh Bell, kok di rumah baru lo ada pak Rangga? terus tadi dia manggil lo dengan sebutan sayang, jangan-jangan" ucap Sindi terpotong.
"Jangan-jangan apa?" tanya Amel.
Saat Rangga menghampiri Bella, ia pun sebenarnya terkejut saat melihat Sindi dan Amel di depan pintu, tapi ia bersikap seperti biasa aja. dan merasa pasrah dengan komentar mereka nantinya.
"Bell, tolong jelasin ke kita apa maksud dari semua ini, kenapa Pak Rangga manggil lo sayang" oceh Sindi lagi.
Rangga yang malas dengan ocehan kedua teman Bella, langsung pamit ke kamar pada Bella.
"Kamu urus dulu kedua teman mu ini, aku mau ke kamar" ucap Rangga lalu pergi.
"OMG, ke kamar" teriak Amel.
"Hey Bell, kenapa lo diem aja?" tegur Sindi.
__ADS_1
"Iya, pokoknya lo harus jelasin semuanya Bell" sambung Amel.
"Astaga apa ini saatnya gue jujur ke mereka?" batin Bella
"Kalian masuk dulu, nanti aku jelasin" ucap Bella lalu membawa kedua teman nya masuk ke rumah nya.
Mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu.
"Kalian mau minum apa? biar aku buatkan" tawar Bella.
"Apa aja Bell, gue udah gak sabar denger klarifikasi lo" jawab Sindi.
"Ya udah, aku buatin minum dulu ya" ucap Bella dengan nada lemas nya.
Bella bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Sindi dan Amel.
setelah selesai Bella pun langsung menghampiri kedua temannya lagi dan menyuguhkan jus untuk mereka.
Sindi dan Amel masih menatap Bella dengan penuh selidik, membuat Bella yang ditatap. merasa terintimidasi.
"Liatin nya jangan kayak gitu dong, gue jadi kayak narapidana yang lagi di interogasi. minum dulu tuh jus nya, gue udah capek-capek juga" ujar Bella.
Sindi dan Amel pun meneguk jus itu dengan cepat
"Pelan-pelan kali, ntar tersedak loh" ucap Bella.
"Astagaaa ini anak, kita udah nungguin penjelasan lo dari tadi Bell," ucap Sindi.
"Tau nih Bella ishh" kata Amel.
"Iyaaa cepetan dah ngomong" ucap Sindi tak sabar.
Bella menghela nafas nya lalu mulai menceritakan semuanya.
"Gue sama pak Rangga udah nikah" ujarnya pelan.
"Whattt!!"
Sindi dan Amel sangat terkejut mendengar nya.
"Astaga Mel Mel gue gak lagi mimpi kan ini? cubit gue Mel buat mastiin kalo ini cuma mimpi atau bukan" ucap Sindi
Amel pun mencubit pinggang Sindi dengan keras.
"Aww..!! Sakit dodol" sentak Sindi.
"Lah lo yang minta" kata Amel.
"Ya tapi pelan-pelan aja dong." Ucap Sindi lagi.
"Malah ribut" ucap Bella tiba-tiba.
"Tau tuh Sindi, dia yang minta di cubit dia yang marah, aneh" gerutu Amel.
"Eh, Bell lo serius?" tanya Amel
__ADS_1
"Gue serius, gue dijodohin sama orang tua gue" jelas Bella.
"Kapan nikah nya? kok kita gak tau" tanya Sindi
"Emmh kira-kira dua bulan yang lalu deh" jelas Bella.
"Jadi lo udah bohongin kita selama dua bulan ini Bell?" tanya Amel
"Maaf, gue terpaksa ngerahasiain ini dari kalian" lirih Bella.
"Terus lo sama pak Rangga udah itu?"
"Udah apa?" tanya Bella penasaran
"Iya udah apa sih Sin?" tambah Amel.
"Jangan pura-pura polos, udah kan?" tanya Sindi lagi.
"Gue gak ngerti sama pertanyaan lo" kata Bella.
"Udah wikwik Bella, masa gitu aja gak paham sih" jelas Sindi.
"OMG..!! beneran Bell, lo udah wikwik sama pak Rangga?" tanya Amel polos.
Sontak mata Bella melotot mendengar nya.
"Busettt pikiran kalian ini, kenapa sampek ke situ sih"
"udah ngaku aja dah ama kita, udah kan" goda Sindi
"Gak, gak pernah. ya pokoknya gitu lah inti nya gue sama pak Rangga itu udah nikah dua bulan yang lalu, dan untuk pertanyaan lo itu gue gak pernah, gue masih perawan tingting ya camkan itu " jelas Bella.
"Oke deh percayaaa, tapi kalo ciuman udah kaaan?" goda Sindi lagi membuat pipi Bella memerah.
"Udah ya gue gak mau jelasin apa-apa lagi" ucap Bella.
Pada saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba mbak Mimin datang dari halaman belakang dan menghampiri mereka.
"Eh ada tamu ternyata, maaf ya non tadi mbak lagi bersih-bersih di belakang" ujar mbak Mimin.
"Iya gapapa mbak" jawab Bella.
"Mau di buatin minum atau makanan apa non?" tanya mbak Mimin lagi
"Udah gak usah mbak" jawab Sindi.
"OMG gue lupa, tadi kan kita beli seblak Sin" ucap Amel
"Eh iya Mel, keburu dingin dong"
"Tunggu tunggu, kalian abis beli seblak dari mana?" tanya Bella.
"Biasa lah dari tempat langganan kita" jawab Amel.
"Gue juga abis beli seblak dari sana, jangan-jangan kalian ngikutin gue ya tadi?"
__ADS_1
"Enggak, kita gak tau lo datang ke sana. tapi tadi si mbak nya ngasih tau kita kalo lo baru aja dari sana sama cowok, makanya kita penasaran. awalnya juga kita udah niat mau main ke rumah lo kok" jelas Sindi.