
"Apa kamu malu sayang, kalo mereka berdua tau hubungan kita? kamu malu ya kalo mereka tau suami kamu ini adalah dosen kamu sendiri yang usia nya jauh lebih tua dari kamu?" tanya Rangga
"ish gak gitu mas, lagian kata siapa kamu tua. kamu itu terlihat masih muda tau, seperti masih berusia 25 tahun" ujar Bella
"Kamu lagi merayu apa lagi menghibur nih?" tanya Rangga.
"Enggak mas, aku serius"
"Sayang kamu tau gak?"
"Enggak" jawab Bella dengan cepat.
"ish aku belum ngomong sayang" protes Rangga.
"hehe becanda mas,"
"Aku mau ngomong serius yang, kok kamu malah bercanda sih" ujar Rangga.
"Iya iya, aku dengerin." kata Bella.
"Emmh Ayah sama bunda udah pengen cucu dari kita" jelas Rangga.
"Haahh, cucu.." kaget Bella.
"Kok kaget gitu sih?" tanya Rangga.
" Iya jelas kaget lah mas, tiba-tiba minta cucu" ucap Bella.
"Ya emang nya kenapa yang, aku udah kepala tiga loh, udah cocok menjadi ayah, emang nya kamu gak mau punya anak?" tanya Rangga.
"Mas, kita udah pernah bahas soal ini kan? aku sekarang masih kuliah, tunggu sampai aku lulus ya, bentar lagi kok"
"Hmm oke lah sayang, aku akan coba untuk lebih bersabar lagi" ucap Rangga lalu mencium punggung tangan Bella.
Bella sebenarnya merasa tak enak sama Rangga, karena sangat terlihat di wajah nya kalo Rangga emang benar-benar menginginkan anak dari Bella.
"Apa aku kabulkan aja permintaan suamiku ini? lagipula sebentar lagi aku lulus kan" Batin Bella
"Sayang" panggil Rangga
"Iya mas" jawab Bella.
"Rasanya aku gak bisa melepaskan pelukan ini dan ingin seperti ini terus." ujar Rangga.
"Hmmm aku tau mas, kamu pasti lagi kangen banget kan sama aku" ujar Bella.
"Iya, ditambah kamu wangi banget hari ini, aku jadi gak mau jauh dari kamu" kata Rangga
__ADS_1
"Jadi aku wangi nya hari ini doang mas? di hari hari yang lain aku gak wangi gitu?" tanya Bella.
"Gak gitu sayang, kamu ini selalu wangi, cantik dan sempurna di mata ku"
"Gombal" ucap Bella malu-malu.
Rangga semakin mengeratkan pelukannya.
"Mas?"
"Iya sayang"
"Duh gimana nih, mas Rangga gak mau melepaskan pelukan nya? duh semoga aja gak ada yang liat deh" Batin Bella
"Kok diem sayang?" tanya Rangga sambil menatap Bella.
"Enggak mas, aku cuma lagi mikirin acara nanti malam aja kok" bohong Bella.
Entah apa yang terjadi, tapi Rangga saat ini benar-benar tidak ingin jauh dari istri nya itu
dan Rangga malah semakin mendekatkan wajahnya pada Bella.
"M-mas kamu mau ngapain" tanya Bella panik.
"Aku hanya ingin memandangi wajah mu yang cantik sayang" ucap Rangga semakin mendekat.
"Tenang sayang, mereka masih tidur kok"
Dengan pasrah Bella pun hanya bisa diam, percuma saja dia menolak karena Rangga pasti akan tetap memaksa nya, bibir Rangga mendarat tepat di bibir Bella, dengan perlahan Rangga ******* bibir Bella, membuat Bella terbuai dengan permainan suaminya ini, perlahan Bella pun ikut ******* bibir Rangga membuat Rangga tersenyum bahagia di dalam hati nya, semakin lama ******* itu semakin panas, kini lidah Rangga dan lidah Bella mulai bermain, ciuman itu semakin panas kala Bella berhasil meloloskan ******* nya.
Aaargh!!
Hal itu membuat hasrat Rangga semakin ingin berbuat lebih pada Bella, Rangga menggendong Bella dan membawanya ke atas kursi panjang di sana, Rangga memperdalam ciuman nya dan tanpa sadar Bella kini sudah berada dibawah tubuh Rangga. tangan Rangga mulai meraba pundak Bella dan meremasnya. dan sayang nya Bella terbawa suasana dan merasa tidak keberatan jika Rangga berbuat lebih pada nya, tangan yang awalnya berada di pundak Bella lambat laun sudah semakin turun hingga tepat berada di atas dada Bella.
"Astaga !!
Terdengar teriakan dari arah belakang membuat Bella dan Rangga terkejut, segera mereka menoleh ke arah asal suara dan ternyata Adit sedang berdiri dengan tatapan bingung.
"Bell, lo sama pak Rangga lagi ngapain?" tanya Adit.
"A-aditt? sejak kapa lo di situ?" tanya Bella panik.
Karena mendengar teriakkan Adit, yang lain pun turun dan melihat apa yang terjadi.
"Ada apa ini?" tanya Reyhan saat sudah sampai.
"Bell, ada apa?" tanya Sindi.
__ADS_1
"Pak, tolong ya jangan macam-macam sama teman saya, jangan mentang-mentang bapak dosen kita, jadi bapak bisa seenaknya melecehkan teman saya, pokoknya saya gak akan tinggal diam, saya akan melaporkan bapak pada polisi" ancam Adit dengan tegas dan penuh keberanian.
"Tunggu tunggu, ini maksudnya apa sih Dit? coba lo jelasin dulu apa yang terjadi dengan Bella dan pak Rangga?" kata Reyhan.
"Rey, tadi gue liat Pak Rangga mau lecehin Bella" jelas Adit
"What? apa bener itu pak?" tanya Reyhan yang mulai emosi dan ingin berbuat kasar pada Rangga namun ditahan oleh Sindi.
"Sabar sayang, jangan gegabah, kita dengar penjelasan dari mereka dulu" ucap Sindi menenangkan Reyhan.
"Kenapa bapak diam pak? ayo jelasin sama kita" ujar Adit
"Duh bisa gak sih jangan pada emosi dulu, kita dengerin dulu penjelasan mereka" ucap Amel.
"Emmh kita gak" ucap Bella terpotong.
"Udah lah Bell, kasih tau aja yang sebenarnya sama mereka, biar gak ribet kek gini" kata Sindi.
"Iya Bell, mereka gak akan diem kalo lo gak segera jujur sama mereka, yang ada kuping gue sakit denger ocehan mereka mulu, apalagi Adit" tambah Amel.
"ini sebenarnya ada apa sih, kenapa kalian gak marah sama Pak Rangga, jelas-jelas dia mau melecehkan sahabat kalian sendiri" tegas Adit
"Emmh jadi gueee.." Bella berusaha menjelaskan semuanya pada Adit, tapi seperti ragu mengucapkan nyam
"Ah lama lo Bell. dengerin ya Dit, Rey. buka lebar-lebar kuping kalian! Pak Rangga itu suaminya Bella, jadi ya sah sah aja pak Rangga mau ngelakuin apapun sama Bella kan dia istri nya" jelas Amel yang sudah tidak tahan dengan sikap Adit yang lebay menurut nya.
"Hah !!"
"Apaa!!"
"Astaga Bell, lo beneran istri nya pak Rangga, dosen kita?" tanya Adit memastikan.
Bella hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Adit.
"Duhh pala gue tiba-tiba pusing, Pak Rangga dan Bella?" oceh Adit lagi
"Iya Dit, Rey. gue sama pak Rangga udah nikah beberapa bulan yang lalu, kita dijodohin sama orang tua kita" jelas Bella.
"Pantesan pak Rangga keliatan marah waktu gue godain lo Bell" kata Adit.
"Iya Dit, dia cemburu liat lo godain gue semalam" jelas Bella lagi.
"Astaga pak, maafin saya, saya gak tau kalo bapak ini suami nya." ucap Adit
"Pantesan lo tolak si Ega Bell, jadi ini alasannya?" tanya Reyhan.
"Kali ini saya maafkan kamu, tapi kalo kamu mencoba menggoda istri saya lagi kamu akan tau akibat nya" ucap Rangga.
__ADS_1