
"kamu menghianati ku Bell," bentak Rangga.
"aku gak pernah mengehianatin kamu ya Mas" ucap Bella dengan nada dinginnya.
Rangga tersenyum sinis
"udah lah Bell, jangan mengelak lagi." sentak nya lagi sembari melangkah pergi ke kamar lalu di ikuti oleh Bella.
"Mas kalau kamu melihat Ega tadi datang ke sini, aku bisa jelasin soal itu, semuanya gak seperti yang kamu pikirkan mas" jelas Bella.
"Mau jelasin apa hah? mau jelasin kalo kamu sengaja ngasih tau alamat kamu biar kalian bisa ketemuan di sini pada saat aku gak ada gitu" asumsi nya
Bella hanya bisa diam melihat Rangga berasumsi terlalu jauh.
"Kenapa diam Bell? apa benar yang aku katakan barusan hah, ternyata kamu dan Bianca sama aja, sama-sama penghianat tau gak"
"Cukup mas cukup!! aku gak pernah khianati kamu dan stop sama samain aku sama mantan kamu ya " Sentak Bella tak terima dengan tuduhan Rangga.
"Lalu kenapa dia bisa ada di sini Bell, aku melihat kamu berjalan bergandengan sama cowok lain, padahal aku suami kamu ada di dalam rumah!"
"Apa kamu tahu cerita yang sebenarnya Mas? tolong kasih aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, habis ini terserah kamu mau percaya atau enggak" tegas Bella.
"oke ayok jelasin semuanya sama aku" ujar Rangga
"Iya emang Ega datang ke sini, tapi aku gak pernah kasih tau alamat rumah kita mas, dia ngikutin kita dari kampus. aku juga kaget pas turun dari mobil tiba-tiba ada dia di depan aku. lalu aku berusaha ngusir dia, aku takut kamu ngeliat dia terus salah paham sama aku, pas aku mau balik ke rumah naas nya aku malah jatuh hingga kaki aku luka. dari situlah Ega memaksa untuk mengantar aku ke rumah karena dia khawatir melihat kondisi ku. aku udah berusaha nolak tapi dia tetap maksa, dan karena gak kuat nahan rasa sakit di lutut ku jadi aku terpaksa menerima bantuan dari dia" jelas Bella sambil menangis.
Rangga yang mendengar penjelasan Bella pun mematung. ia melihat kaki Bella dan memastikan luka itu dan ternyata benar lutut Bella terluka dan masih mengeluarkan darah.
"Bell" lirih Rangga.
"Aku gak nyangka mas, kamu bisa berfikir sejahat itu sama aku, dan lebih sakitnya lagi kamu membanding-bandingkan aku dengan Bianca mantan kamu"
"A-aku minta maaf sayang, aku hanya takut kamu benar-benar menghianati aku, aku bersikap seperti ini karena aku gak mau kehilangan kamu Bell," lirih Rangga merasa bersalah.
"Seharusnya kamu menanyakan kebenaran nya dulu mas, dan ingat ya aku bukan tipe orang yang mudah berkhianat" tegas Bella.
"Iya sayang maafin aku, aku salah, please maafin aku ya" ucap Rangga memohon pada Bella.
"Aww sakit banget" lirih Bella memegangi kakinya.
"Aku obati luka kamu yah" ucap Rangga.
"Gak usah aku bisa sendiri mas," tolak Bella lalu pergi meninggalkan Rangga.
__ADS_1
"Aaargh bodoh !! kenapa gue bertindak konyol seperti ini?" racau Rangga lalu pergi menyusul Bella.
Bella yang hendak mengambil kotak p3k tertahan oleh Rangga.
"Biar aku aja Bell, tolong biarkan aku mengobati lukamu ya" Rangga memaksa.
Bella pun hanya bisa diam dan membiarkan suaminya mengobati luka nya, meskipun hati nya masih sakit karena sikap Rangga barusan.
Dengan sangat hati-hati Rangga mengobati luka Bella.
"Aww" lirihnya menahan rasa perih yang menjalar ke tubuhnya.
"duh maaf sayang sakit ya?" tanya Rangga.
"hmmm" Bella hanya menjawab dengan berdehem
"udah selesai, sekarang kamu berbaring dan istirahat ya!" ujar Rangga.
Rangga duduk di samping Bella yang sedang berbaring, ia menggenggam tangan Bella.
"sayang kamu masih marah sama aku? kamu tau kan aku bersikap seperti itu karena aku sayang banget sama kamu. jadi tolong maafin aku yang bodoh ini telah membentak kamu" ucap Rangga lagi
"Iya mas" jawab Bella singkat.
"kenapa tadi kamu gak langsung obati luka kamu Bell, nanti luka mu bisa infeksi kalo dibiarkan terlalu lama" ujar Rangga.
"Iya maaf sayang, aku janji gak akan bertindak bodoh lagi" ucap nya.
"Janji ya!!"
"Iya sayang, aku janji. sumpah aku merasa bersalah banget sama kamu, apalagi tadi aku sempet samain kamu sama Bianca, sungguh aku emang bodoh" ucap Rangga.
"Itu artinya kamu masih belum bisa lupain dia" ucap Bella tiba-tiba.
"Enggak sayang, aku udah buang dia jauh-jauh dari pikiran aku percaya sama aku."
"Emmh" jawab Bella sinis.
"Ya udah aku simpan kotak p3k nya dulu ya, sekarang kamu minum obat antibiotik ini lalu tidur" ucap Rangga yang diangguki oleh Bella.
Pada saat Rangga sedang melangkah pergi untuk menyimpan kotak p3k, tiba-tiba ponsel Bella berbunyi tanda ada pesan.
Tiing..!!!
__ADS_1
Bella pun membuka pesan.
Ega
✉️ Bell, gimana luka lo, udah di obati?
Bella dengan malas membalas chat dari Ega.
Bella
📨 udah
Ega
✉️ Gue boleh main ke rumah kamu gak besok pulang kuliah?
"Ya ampun ni anak udah di bilangin juga, masih aja ngeyel mau main ke sini" kesal Bella.
Bella
📨 gak bisa Ga, bokap melarang gue untuk berteman dengan cowok, siapapun itu. tolong lo ngerti ya!!
Bella pun sengaja mematikan ponselnya. lalu tidur, ia sangat ngantuk karena efek dari obat yang diberikan oleh Rangga.
Setelah Rangga kembali ke kamar, ia melihat istrinya yang sudah tertidur pulas. Rangga pun ikut tidur dan tidak lupa sebelum tidur ia mengecup kepala istrinya terlebih dahulu.
******
Rangga yang telah bersiap untuk pergi ke kampus sengaja tidak membangunkan istrinya.
karena ia tidak mau Bella pergi ke kampus hari ini dan harus istirahat sampai luka nya sembuh.
Setelah siap Rangga pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan dan obat untuk Bella.
Bella pun terbangun dan terkejut saat melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 07:00
"Astaga gue kesiangan, aduh kenapa mas Rangga gak bangunin gue sih" celoteh nya.
Pada saat Bella mau turun dari ranjang, terlihat Rangga membuka pintu dan membawakan sebuah nampan yang berisi sarapan untuk Bella.
"Mas kenapa kamu gak bangunin aku sih? aku kan harus siap-siap pergi ke kampus" oceh nya.
"Kamu gak boleh ke kampus hari ini, luka mu belum sembuh sayang. ini sarapan dulu dan minum obatnya lalu istirahat" ucap Rangga.
__ADS_1
"Tapi mas, kaki aku udah gak sakit kok. tolong izinin aku ke kampus ya" bantah nya
"Enggak Bell, kamu harus diam di rumah dan istirahat sebelum luka kamu sembuh, kamu harus nurut ya sama aku!!" ujarnya.