
"Sayang, denger ya! aku bersikap seperti ini itu cuman sama kamu, buat istri aku. kalo di luar aku akan tetap menjadi Rangga yang dingin.''
"kenapa begitu mas?" tanya Bella.
"Emangnya kamu mau aku bersikap seperti ini pada wanita lain?" tanya Rangga.
"ish enggak, awas aja ya" ancam Bella dengan nada manja nya.
"Iya iya siap ibu negara, lagian kamu yang nanya kamu juga yang cemburu," ucap Rangga tersenyum gemas.
"dih PD amat siapa juga yang cemburu," elak nya
"Udah ngaku aja, cemburu kaan. gemes deh ngeliat kamu cemburu gitu, jadi pengen... " ucap Rangga tertahan.
"Pengen apa?" tanya Bella.
"Enggak ah nanti aja,"
"Ish apa sih? gak ngerti"
"Liat aja nanti."
"ish gak jelas ah. udah selesai kan masak nya? sini aku bantu bawain ke meja." ucap Bella lalu membawa makanan nya ke atas meja makan.
Ritual sarapan pun dimulai, Bella yang baru sadar kalau Rangga memakai setelan kantor pun langsung bertanya.
"Mas kamu gak ke kampus hari ini?" tanya Bella.
"oh iya sayang, hari ini aku gak ngajar soalnya ada meeting penting di kantor," jawab nya.
"Emmh gitu, ya udah." jawab Bella.
"Tapi aku sedih yang," ucap Rangga.
"Lah sedih kenapa?"
"aku jadi gak bisa awasin kamu di kampus"
"ya ampun aku kan udah gede mas, ngapain di awasin sih?"
"Ya kamu tau sendiri kan, si kunyuk itu selalu gangguin kamu," ucap Rangga
"Maksud kamu Ega?"
"Ya siapa lagi," jawab nya.
"Ya ampun, kamu tenang aja mas aku sama dia itu gak ada hubungan apa-apa, aku tau dia suka sama aku tapi aku gak ada perasaan apa-apa sama dia. kamu percaya kan sama aku?"
"Iya aku percaya sama kamu, tapi aku gak suka kalo dia deketin kamu terus."
"Ya aku janji deh bakalan jauhin dia."
"Bener ya kamu janji,"
__ADS_1
"iya mas,"
"Eh tapi nanti pulang nya aku jemput ya."
"Tapi mas nanti kalo ada yang liat gimana?"
"ya aku kan nanti jemput nya di tempat biasa kamu turun,"
"Oh iya, ya udah deh. nanti mas chat aku aja kalo udah di sana."
"Oke."
Mereka pun sarapan dengan suasana yang hangat, berbeda dari suasana yang biasanya. terasa canggung dan sepi.
Ritual sarapan selesai, mereka pun mau sama-sama pergi, Bella ke kampus menggunakan taksi online dan Rangga ke kantor dengan mobilnya.
"ya udah Mas, kayaknya taksi yang aku pesan udah datang, kalo gitu aku berangkat ke kampus dulu ya" pamit Bella sambil mencium tangan suami nya.
"Iya aku juga mau berangkat sekarang, soalnya udah ada chat dari kantor katanya ada investor yang sudah nunggu di sana" ucap Rangga.
" Ya udah kalo gitu kamu hati-hati ya mas nyetir nya and semangat kerja nya!"
"Iya sayang, kamu juga hati-hati ya!"
Bella berniat untuk membuka pintu namun ditahan oleh Rangga.
"Tunggu Bell"
Saat Bella menengok ke arah Rangga, sebuah benda kenyal dan hangat mendarat di bibir Bella, Rangga dengan lembut menggerakkan bibir nya dan ******* bibir Bella penuh sayang. Bella hanya bisa diam dan mengikuti permainan bibir Rangga hingga Bella hampir kehabisan nafas lalu Bella melepaskan pagutan nya.
"Ya udah deh maaf, nanti lanjut lagi ya hehe" goda Rangga sambil mengusap bibir Bella yang agak bengkak karena ulah nya.
"Ish dasar mesum." ucap Bella.
"Semangat belajar nya ya sayang" ucap Rangga.
"Iya mas," jawab Bella dengan kepala menunduk malu. karena wajah nya memerah.
"Hey kamu kenapa sih, kamu malu? ya ampun aku udah bilang kan, kamu gak usah malu sayang, kamu harus membiasakan hal ini, apalagi nanti akan lebih dari sekedar ciuman" goda Rangga.
"ish sejak kapan sih kamu jadi berfikir mesum kayak gini, udah ah aku udah mau telat nih" ucap Bella segera pergi ke kampus.
Bella pun segera naik ke mobil dan melambaikan tangan nya saat mobil melaju meninggalkan Rangga yang masih di depan pintu rumah.
Setelah sampai di kampus ia terburu-buru bergegas menuju kelas nya. pada saat Bella sedang melangkah cepat menuju kelas, seperti ada suara yang memanggilnya.
"Bella tungguin!" teriaknya
Langkah Bella terhenti dan menoleh ke belakang.
"Amel, tumben jam segini baru datang? biasanya lo datang paling awal dan udah stay di kelas"
"Iya nih, gue telat bangun, soalnya gue kebangun semalam lupa ngerjain tugas dari pak Rangga, untung aja gue inget, kalo enggak bisa dikubur hidup-hidup gue sama pak Rangga" celoteh Amel
__ADS_1
"Ya ampun kasian banget sih besti gue capek-capek ngerjain tugas sampek gadang pula, padahal pak Rangga nya juga gak masuk hari ini." ucap Bella.
"Hah serius lo?" tanya Amel kaget.
"Iya serius lah, dua rius malah."
"Tau dari mana lo kalo pak Rangga hari ini gak masuk?"
"Ya tau lah, gue kan istri nya" ucap Bella dalam hati.
"Eh ditanya juga, malah diem" sentak Amel.
"I-itu Mel, emmh tadi pak Anton yang ngasih tau gue di depan gerbang," ucap Bella gelagapan.
"Oh, pantesan. ya kalo gak masuk hari ini kan besok juga pasti masuk kan, jadi gue bisa santai malam ini karena tugas gue udah beres blee" ucap Amel.
Mereka pun sudah sampai di dalam kelas, ternyata sudah banyak mahasiswa yang ada di kelas.
Amel dan Bella pun duduk di bangkunya masing-masing.
"Woy diem-diem bae, ngopi napa." teriak Sindi pada Lia si centil.
"Peak, ngagetin aja lo" protes Lia.
"Yaelah lagian ngapain sih pagi-pagi udah ngelamun" ucap Bella pada Lia.
"Gue lagi bayangin nikah sama pak Rangga" ucap nya polos.
"Astaga kalo mimpi jangan ketinggian napa Li," ledek Sindi.
"Kan cuma bayangin doang, tapi kalo beneran dinikahin pak Rangga sih gapapa" bangga nya.
"Enak aja," sentak Bella.
"Lah kenapa? ngarep juga kan lo" ledek Lia.
"Ngarep apaan sih, enggak lah."
"Udah ngaku aja deh lo, lo juga ngarep kan pengen dinikahin sama pak Rangga. jangan mimpi ya," celoteh Lia.
"Gak jelas banget nih cewek" ucap Bella.
Saat akan melanjutkan obrolan tiba-tiba Ega ada di sebelah Bella.
"Astaga Ega, ngagetin aja. ngapain sih lo kesini?" tanya Bella.
"Emmh gue kesini mau ngeliat lo Bell" jawab nya.
"Hmm paham dah yang lagi kasmaran mah" sindir Amel.
"ishh apaan sih" protes Bella.
"Tuh yang pantas sama lo itu ega, bukan pak Rangga." teriak Lia.
__ADS_1
"Diem ya lo" ucap Bella risih.