
Semua keluarga sudah berkumpul, tanpa menunggu lama, Papa Bella pun langsung memulai acaranya.
"Baik. dikarenakan semuanya sudah hadir, jadi saya akan segera memulai acara ini.
Jadi maksud dan tujuan saya mengadakan acara makan malam keluarga ini, karena saya ingin menyampaikan sesuatu hal yang penting, terutama untuk anak saya, Bella. dan menantu saya, Rangga.
Baik, Papa minta kalian maju ke depan!" ucap Papa Bella.
Rangga dan Bella pun menuruti apa kata sang Papa,
meskipun sebenarnya mereka belum mengetahui apa maksud dari Papa Bella.
"Baik, Rangga. Papa mau menyampaikan sebuah amanah buat kamu, Papa mau mewariskan salahsatu perusahaan Papa pada Bella anak semata wayang Papa, dan Papa mau kamu yang mengelola perusahaan ini, gimana. kamu setuju?" tanya sang Papa.
Rangga sedikit berfikir, apakah dia akan sanggup dengan dua kesibukan sekaligus.
Pagi harus ke kampus dan siangnya harus ke kantor. tapi demi menjadi menantu dan suami yang baik, akhirnya setelah dia pikir-pikir dan mempertimbangkannya, Rangga akhirnya mau tidak mau harus menyetujui amanah dari Papa mertuanya.
"Iya, Pa. Rangga setuju dan insyaallah Rangga akan menjalankan amanah dari Papa sebaik mungkin." jawab Rangga.
Jawaban Rangga membuat Papa Bella merasa lega. kini Rangga dan Bella menandatangani surat pengalihan perusahaan dari Papa ke tangan Bella.
acara makan malam di lanjutkan, semua orang menikmati malam itu.
Saat Bella sedang asyik ngobrol dengan Mamanya, tiba-tiba Elsa datang menghampirinya.
"Hai Bell. boleh ngobrol sebentar gak?"
"Hai Sa, boleh."
"Kita ngobrol di sana yuk," Elsa mengajak Bella ke tempat yang tidak banyak orang.
"Kamu mau ngobrolin apa, Sa?" tanya Bella penasaran.
"Aku cuman mau kenal lebih dekat aja kok sama kakak ipar aku, boleh kan?" tanya Elsa
"Ya, tentu boleh dong."
"Oh iya, kapan-kapan kita bisa jalan bareng gak? kita ngobrol-ngobrol di cafe atau ke mall gitu misalnya,"
"Boleh kok, boleh banget. sekalian ada banyak hal yang mau aku tanyain sih sama kamu."
"Emmh, pasti tentang kak Rangga ya."
"Ya, gitu deh." ucap Bella malu-malu.
"Boleh. oh iya gue minta nomor hp kamu dong, biar nanti kalo kita mau jalan, kan bisa janjian dulu,"
"Boleh, ini nomor hp aku" jawab Bella sembari menyodorkan HP-nya.
Acara telah selesai, semua orang pamit satu persatu dari rumah orang tua Bella.
"Ya udah Bell, aku pamit dulu. nanti kalo ada waktu kita jalan ya," ucap Elsa.
"Oke, Sa." jawabnya sambil melambaikan tangan.
"yuk kita pulang sekarang " ucap Rangga tiba-tiba.
__ADS_1
"Ya udah. aku mau pamit dulu sama Mama dan papa."
*****
Hari ini Rangga tidak masuk kampus, ia sedang mengurus pengalihan perusahaan bersama Papa Bella.
Mahasiswa di kelas Bella merasa heran karena tidak biasanya Rangga jam segini belum datang juga, berbeda dengan Bella yang sudah tahu kalau Rangga gak akan masuk kelas hari ini,
Lia si paling centil di kelas pun mencari sosok Rangga.
"Pak Rangga kemana ya? kok dia gak masuk hari ini, gue kan kangen sama pangeran gue yang cool dan mempesona itu." celetuk Lia.
"Eh. pak Rangga itu udah punya binik tau, hati-hati lo kalo ngomong," sentak Sindi.
"Biarin aja, orang gak denger ini kan istrinya, blee." bantah Lia.
Gue denger kunyuk, gue bininya.
dasar cabe-cabean, gue gantung juga lo di pohon toge. gerutu Bella dalam hati.
"Terserah lo dah Lia, di kasih tau malah ngeyel." ucap Sindi.
"Tau nih Lia, gantengan juga gue. ya gak sin," celetuk Adit.
"Idih jauh banget kalee," sahut Lia.
"Ah terserah lo pada deh, emang ya Adit sama Lia tuh 11 12, tingkat kepedean nya terlalu tinggi, cocok deh kalian berdua." ujar Sindi.
"Enak aja, gue gak mau ya sama Lia. gue kan sukanya sama lo Sin." ucap Adit.
"idih lagian nih ya, adit itu bukan tipe gue, tipe gue ya.. kayak pak Rangga, udah ganteng cool dewasa mapan lagih, aaa pokoknya idaman banget deh," ucap Lia.
"Lah Kenapa jadi lo yang sewot Bell, lo kan bukan siapa-siapa nya Pak Rangga, terserah gue dong." ucap Lia.
"Ya gue geli aja denger nya," jawab Bella bohong, padahal dia merasa kepanasan karena suaminya di puji-puji terus sama Lia.
"Udah udah. kok jadi pada ngeributin orang yang jelas-jelas udah punya istri sih ah." keluh Amel.
*****
Satu persatu anak tangga Bella naiki, sesampainya di kamar Bella langsung mengambil handuk ia berniat untuk mandi terlebih dahulu agar nantinya tinggal rebahan saja, 10 menit kemudian Bella sudah siap dengan pakaian santai nya ..
"Akhirnya bisa rebahan juga!!" ucap nya sambil melemparkan tubuh nya ke atas kasur.
Tingg!!!
Notifikasi chat berbunyi, Bella langsung membuka chat tersebut.
Elsa
✉️ Hi Bell, lagi ngapain. aku ganggu kamu gak?
Elsa. mau ngapain ya dia chat gue? tanya Bella dalam hati.
Bella
✉️ Hi Sa, aku lagi santai kok, ada apa?
__ADS_1
Elsa
✉️ Emmh temenin aku jalan yuk, bete banget nih.
"Aduh baru aja gue mau rebahan.
Eh, tapi kalo gue temenin Elsa, siapa tahu gue bisa cari tahu latar belakangnya mas Rangga." ucap Bella.
Bella
✉️ Ayok Sa, mau kemana emangnya?
Elsa
✉️ Ya, liat aja nanti deh. kita jalan-jalan, shopping nongkrong di cafe gitu, seru kayaknya.
Bella
✉️ Ayok, aku siap-siap dulu ya.
Elsa
✉️ Ya udah, aku sambil OTW jemput kamu ya.
Bella
✉️ Oke.
...*****...
Elsa sudah sampai di rumah Bella, ia langsung turun dari mobil.
Oh jadi ini rumah baru kak Rangga. ucapnya dalam hati.
Elsa mengetuk-ngetuk pintu rumah Rangga tapi tidak ada yang membuka pintu, lalu ia menekan bel, barulah mbak Mimin mendengar dan bergegas membuka pintu.
Mbak Mimin mengerenyitkan alisnya "Maaf non siapa dan ada perlu apa ya?" tanya mbak Mimin.
"Aku Elsa mbak, adiknya Rangga. aku mau ketemu sama Bella," jelasnya.
"oh adiknya tuan.. ayo silahkan masuk non" ucap mbak Mimin.
Elsa pun langsung masuk dan menunggu Bella di ruang tengah.
"Tunggu sebentar ya non, mbak panggilkan dulu non Bella nya,"
"Iya Mbak."
Mbak Mimin langsung bergegas menuju kamar Bella, ia mengetuk pintu kamar dan memanggil Bella yang sedang siap-siap untuk pergi bersama Elsa.
Tok tok !!
"permisi, Non. ada tamu di bawah."
Pasti Elsa. ucap Bella dalam hati.
" Iya Mbak, suruh dia tunggu sebentar!" teriak Bella dari kamar.
__ADS_1
"Iya, non."