Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer

Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer
Jangan ganggu gue lagi!


__ADS_3

"Ya ampun mas, kamu ngagetin aja" kata Bella


"Hehe maaf, abisnya kamu fokus banget sampek gak sadar ada aku disini"


"Ya ini kan aku lagi bikin sarapan buat kamu mas, ya udah duduk dulu sana, aku mau ngambil minum dulu"


"Aku bantuin ya"


"Gak usah mas, udah hus sana duduk"


"Ya ampun sama suami sendiri kok gitu, emang aku tikus di hus husin"


"Hehe, maaf mas"


Rangga pun duduk di susul oleh Bella yang tengah membawa air minum.


Ritual sarapan pun dimulai.


Satu suap nasi goreng masuk ke mulut Rangga.


"Hmmm, makin hari masakan kamu makin enak loh yang" puji Rangga.


"Ah kamu bisa aja mas, biasa aja kok"


"Aku serius sayang."


"Ya udah makasih suami ku atas pujiannya" kata Bella.


"Mas hari ini kamu mau ke kampus atau ke kantor?" tanya Bella.


"Hari ini aku mau ke kantor sayang, ada janji sama Reza mau lihat proyek" jawab Rangga.


"Tapi mas anterin aku ke kampus dulu kan?" tanya Bella.


"Iya dong, pasti sayang" jawab Rangga


"Oh iya mas, kamu udah bilang sama kak Reza soal liburan kita nanti?" tanya Bella lagi.


"Udah dong, dan katanya dia mau ikut" jelas Rangga.


"Wah, pasti seru deh. aku udah gak sabar ketemu sama kak Reza" ucap nya.


"Apa kamu bilang?" ucap Rangga membuat Bella sedikit kaget


"I-itu mas, maksud ku. pasti acaranya seru banget. aku kan cuma denger cerita kamu doang soal kak Reza, nah sekarang aku bisa ketemu langsung sama dia pasti dia itu seru orang nya," jelas Bella


"Awas aja ya kalo kamu macem-macem dan coba lirik-lirik cowok lain" ancam Rangga.


Rangga memang suka cemburu jika Bella membicarakan soal laki-laki lain. dan membuat Bella sedikit kesal dengan sikap nya, tapi Bella mencoba memaklumi karena Bella tau Rangga seperti itu karena gak mau kehilangan nya.


*****


Mobil Rangga berhenti di depan gerbang universitas, seperti biasa sebelum keluar dari mobil Bella memastikan terlebih dahulu keadaan sekitar.

__ADS_1


"Amaaann!!" ucap Bella


"Aku turun ya mas, kamu kerja nya yang semangat ya, dan inget jangan genit sama siapapun" ancam Bella.


"Iya siap sayang, kamu juga jangan dekat-dekat sama cowok, siapapun itu termasuk si kunyuk Ega itu, awas aja" Rangga mengancam balik.


"Siap komandan"


Sebelum keluar, Bella mencium tangan Rangga terlebih dahulu, begitu pun Rangga yang selalu mencium kening Bella.


"Bye honey" ucap Bella sambil melambaikan tangan pada mobil Rangga yang sedang melaju.


Bella pun melangkah pergi dari gerbang menuju kelas, namun pada saat Bella sedang berjalan tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nya.


"Bella" panggil seseorang dari belakang.


"E-ega?" jawab Bella kaget.


"Tadi siapa yang nganterin lo Bell?" tanya Ega.


"Oh itu, Emmh biasa Ga, bokap" jawab Bella bohong.


"Oh kirain siapa"


"Ya udah gue ke kelas dulu ya Ga" izin Bella namun pada saat Bella melangkah, tangan Bella di tahan oleh Ega.


"Tunggu Bell" tahan Ega


"Gue mau bicara sama lo, ayo ikut gue" ajak Ega.


"Eh sorry Ga, gue lagi buru-buru nih, lain kali aja ya"


"Nggak bisa Bell, harus sekarang ayok ikut gue"


"Ga tolong jangan paksa gue kek gini, gue lagi sibuk kita bicara nya lain kali aja" tolak Bella lagi


"Bell, gue udah gak bisa nunggu lagi. pokoknya lo harus ikut gue sekarang"


Ega terus saja menarik tangan Bella dan memaksa nya agar Bella mengikuti nya. namun dengan sekuat tenaga Bella mencoba untuk menolak.


"Lepasin tangan Bella" teriak Sindi dari belakang.


"Iya lepasin sahabat gue, lo gak boleh paksa dia Ga" ujar Amel


"Kalian jangan ikut campur ya" ucap Ega.


"Ya gak bisa lah, urusan Bella urusan kita juga," sentak Sindi.


"Udah udah jangan pada ribut. oke Ga gue bakal ikut sama lo tapi dengan syarat, Sindi dan Amel juga ikut" jelas Bella


"Oke, yang penting gue bisa ngomong sama lo" ucap Ega pasrah.


Mereka pun pergi mengikuti Ega, dan ternyata Ega membawa Bella dan kedua temannya ke belakang kampus.

__ADS_1


"Apa yang mau lo omongin Ga?" tanya Bella.


"Ini soal pertanyaan gue waktu itu Bell" jawab Ega.


"Jangan basa-basi Ga, katakan yang jelas"


"Oke, yang pertama kenapa lo gak pernah jawab chat dan telpon dari gue?" tanya Ega.


"Gue lagi sibuk" jawab Bella singkat.


"Sesibuk itu kah sampai gak bisa balas chat dari gue?"


"Gue jarang pegang hp, bokap gue sita hp gue karena lagi ujian" jawab Bella asal


"Oke, kalo gitu sekarang juga gue mau nagih jawaban lo Bell"


"Jawaban? jawaban apa?" tanya Bella bingung.


"Soal yang waktu di taman, lo jangan pura-pura lupa dong Bell"


Ternyata Bella beneran lupa soal itu, dia belum memberikan jawaban pada Ega.


"Astaga gue beneran lupa soal itu. pokoknya gue harus jawab sekarang, kalo enggak Ega pasti bakal kejar gue terus" gumam Bella dalam hati.


"Oke, gue bakalan jawab sekarang" ucap Bella.


"Gue menunggu jawaban lo Bell" kata Ega dengan mata berbinar.


"Sorry Ga, gue gak bisa jadi pacar Lo" jelas Bella.


Derrr!! bagaikan di hantam seribu beton.


Ega mengira bahwa Bella akan menerima cinta nya.


"Bell, apa alasan lo nolak gue?" tanya Ega.


"Maaf Ga, selama ini gue cuma anggap lo sebagai teman biasa, gak lebih" jelas Bella.


"Apa lo gak bisa coba jalanin aja dulu Bell? siapa tahu nanti lo bisa cinta sama gue," ujar Ega


"Cukup ya Ga, Bella udah ngasih jawaban ke lo dan sekarang tolong jangan paksa dia untuk nerima cinta lo" tegas Sindi yang mulai kesal dengan tingkah Ega.


"Jangan ikut campur gue bilang!" sentak Ega pada Sindi.


"Astaga keras kepala banget ni anak, lo gak denger tadi Bella udah nolak lo Ga. kalo gue jadi lo sih udah malu banget, mana pake maksa lagi mau diterima" sindir Amel.


"Diem ya lo, gue gak ada urusan sama lo berdua" bentak Ega lagi pada Amel.


"Stooop!! denger ya Ga! gue udah gak ada urusan lagi sama lo, gak ada lagi yang harus kita bicarakan, pokoknya mulai sekarang stop ganggu gue" tegas Bella.


Lalu Bella dan kedua sahabat nya pun pergi meninggalkan Ega di sana.


"Aaaarrghhhh gue gak terima di giniin, liat aja pokoknya gue bakal dapetin lo Bell, gimana pun cara nya!" teriak Ega.

__ADS_1


__ADS_2