Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer

Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer
Gombal


__ADS_3

Suasana pagi ini nampaknya berbeda dengan pagi biasanya, sebab ada seorang istri yang sedang bergelut dengan alat memasak di dapur, yaps sepertinya Bella sudah mulai bisa masak dan kali ini dia membuatkan sarapan nasi goreng untuk suami tercinta.


Sementara Rangga yang baru turun dan melihat Bella yang sedang masak langsung menghampiri nya dan memeluknya dari belakang.


"Hmmm enak nih nasi goreng buatan istri" ucap Rangga.


"Iya dong, ini kan nasi goreng spesial buat kamu mas" ucap Bella.


"Mau dibantuin gak?" tanya Rangga.


"Udah gak usah, mas duduk manis aja ya"


"Ya udah aku tunggu di meja makan ya sayang"


"oke sayang"


Panggilan sayang Bella membuat Rangga tersenyum, karena ini pertama kalinya Bella memanggil sayang pada Rangga.


Setelah beberapa menit Bella pun selesai memasak.


"Taraaaa sarapan sudah siap" ucap nya persis seperti ibu rumah tangga.


"Silahkan dicicipi nasi goreng nya suamiku sayang" Bella berhasil membuat si wajah datar itu tersenyum salting.


Sesuap nasi goreng masuk ke mulut Rangga


"Emmm nasi goreng nya enak banget sayang, pokoknya ini akan menjadi makanan favorit aku sih. akan ku namakan nasi goreng gila" ucap nya


"Kok nasi goreng gila sih mas?"


"Ya karena aku tergila-gila padamu sayang hehe" jawab nya.


"Idih sejak kapan kamu bisa gombal kek gini" lirih Bella


"sejak miliki kamu sayang"


"massaaa" ledek Bella.


"Iya sayang kenapa gak percaya? perlu bukti?" tanya Rangga.


"Buset dah laki gue kemasukan apa, masih pagi juga" ucapnya dalam hati.


"Gak usah mas, aku percaya kok. ya udah aku mau siap-siap dulu ya, kamu lanjutin aja sarapan nya, habiskan ya" ucap Bella beranjak pergi ke kamar lalu siap-siap untuk pergi ke kampus.


"Iya siap komandan, jangan lama ya" teriak Rangga.


"Iya mas"


******


Seperti biasa Rangga menurunkan Bella di halte dekat kampus, sebab Bella takut ada yang mengetahui hubungannya dengan Rangga.


"Awas jangan dekat-dekat sama cowok apalagi si Ega"


"Iya mas, kamu sudah bilang begitu sebanyak 50 kali loh"


"Masa sih, perasaan baru 2 deh hehe"

__ADS_1


"2 kali matamu soek"


"Heh ngomong apa barusan?"


"Enggak mas, aku cuma bilang, suamiku ganteng banget gitu"


"oh gitu, baru nyadar ya kalo suami kamu ini memang ganteng banget"


"Dih, PD boros. udah ah aku mau ke kelas"


"Tunggu dulu dong sayang, jangan main pergi gitu aja"


"Apa lagi suamiku yang cerewet"


"Biarin, aku cerewet kayak gini itu ketularan sama kamu tau"


"Lah emangnya penyakit mas bisa ditularin segala, ya udah aku turun ya mas"


Begitu Bella mau membuka pintu mobil tiba-tiba Rangga menarik tangan Bella.


"Apa lagi mas?"


"Kiss dulu dong"


"emang harus ya?"


"Harus dong, biar aku semangat ngajarnya"


Dengan cepat Bella mengecup bibir Rangga karena ia tidak mau terus-terusan berdebat dengan suaminya.


Cup..!!!


"Lah aku kan masih di sini Bell"


"Oh iya ya, pak dosennya masih di sini ya, tapi aku mau cepet-cepet ketemu sama besti ku mas gimana dong"


"Iya sayang, ya udah sana. semangat ya belajar nya" ucap Rangga sambil tersenyum merasa bahagia.


Bella pun sampai di kelas dan di sana sudah ada Sindi dan Amel di bangku nya masing-masing.


"Bestiiii... gue kangen banget deh"


"Lo udah sembuh Bell?" tanya Sindi.


"Iya, kata Ega lo jatoh ya gara-gara lo ngusir dia" sambung Amel.


Bella pun terdiam sejenak


"Kok dieum Bell?"


"i-iya gue udah sembuh kok he, makanya gue masuk hari ini" ucap Bella gelagapan.


"Kenapa lo gak ngabarin kita Bell?" tanya Sindi lagi.


"Gue mau ngabarin kalian kok kemarin waktu gue chat di grup, tapi gue tau kalo kalian lagi ada kelas dosen killer itu, jadi gue gak jadi ngabarin takutnya kalian kena omel" jelas Bella.


"Oh, terus kenapa lo ngusir s Ega pake alasan gak boleh temenan ama cowok sama bokap lo" tanya Sindi.

__ADS_1


Tap tap tap..!!


Bunyi langkah kaki terdengar dari luar, membuat semua siswa yang ada di kelas menoleh ke arah pintu masuk.


"Pak Rangga guys, cepetan duduk di kursi masing-masing" ucap Amel.


"Lo hutang penjelasan ya sama kita" ucap Sindi pada Bella.


"Ya ampun calon suami gue hari ini keren banget" ucap Lia.


Bella yang mendengar ucapan Lia yang memuji suaminya, sontak saja dengan tanpa sengaja menendang kursi yang ada di depannya.


Braakkk!!


Semua mahasiswa yang ada di kelas menatap, Bella bingung...


"Lo kenapa Bell, ada masalah apa sama gue?" tanya adit yang kursinya Bella tendang.


"Eh, sorry Dit gue gak sengaja" ucapnya


"Oh kirain kenapa lo, gue kan kaget" ucap Adit.


"Apaan sih si lia, pake muji muji suami gue segala. calon suami apaan, dia tuh suami gue tau" Gerutu Bella dalam hati.


"Bapak makin hari makin ganteng aja deh" ucap Lia pada Rangga yang baru masuk.


Rangga yang menerima pujian dari Lia hanya abai tanpa merespon nya.


"eh Lia, yang sopan Lo sama dosen. gak di lulusin baru nyaho lo" ucap Bella pada Lia.


"Terserah gue dong, mulut mulut gue, lagian kenapa sih lo suka sensi gitu sama gue, apalagi kalo gue muji pak Rangga, sewoot mulu" ucap Lia heran.


"Kalian kalo mau bergosip silahkan keluar dan jangan ikuti pelajaran saya" ucap Rangga dengan nada dinginnya.


"Ma-maaf pak, itu tuh si Bella sewot mulu sama saya pak, saya kan cuman muji bapak" ucap Lia.


Rangga pun menatap ke arah istrinya, dan pada saat melihat wajah Bella yang sedang cemberut, itu terlihat menggemaskan. Rangga tak tahan untuk tidak tersenyum melihatnya.


"Kok pak Rangga malah tersenyum sih liat Lo Bell" bisik Sindi.


"Dih ngarang lo, mana ada manusia es itu tersenyum ngeliat gue, siapa tau dia lagi berkhayal" ucap Bella panik.


"Duh kenapa mas Rangga malah tersenyum sih didepan umum gini, nanti kalo mereka curiga gimana coba" gumamnya dalam hati.


"Aku tau sayang, kamu pasti cemburu dan kesal mendengar Lia yang terus menerus memujiku, tapi tenang aja sayang aku gak akan pernah berpaling dari kamu" ucap Rangga dalam hati


Kelas pun dimulai, para mahasiswa pun serius mendengarkan materi yang disampaikan oleh Rangga.


"Ingat kalia sebentar lagi menghadapi ujian, tolong lebih serius lagi dalam mengerjakan skripsi dan tugas lainnya dari dosen. kalian mengerti?" tanya Rangga pada mahasiswa.


"Mengerti pak" jawab para mahasiswa serentak.


Kelas pun selesai, Bella dan kawan-kawan pun berniat untuk pergi ke kantin.


Sebelum mereka pergi, tiba-tiba terdengar ada suara notifikasi dari handphone Sindi dan Amel.


Ega

__ADS_1


✉️Guys gue minta tolong ajak Bella ke taman dekat kampus ya. gue mau ngasih surprise buat dia.


__ADS_2