
Akhirnya sekarang Adit dan Reyhan tau tentang hubungan Bella dan Rangga, hal itu membuat Bella merasa lega karena mulai saat ini Bella tidak perlu sembunyi-sembunyi dan merahasiakan nya lagi pada siapapun tentang hubungan nya. kini Bella pun bisa dengan bebas berdekatan dengan suaminya.
"Eh ada apa ini ribut-ribut?" tanya Reza tiba-tiba. terlihat baru bangun tidur.
"Yah ketinggalan pesawat" ledek Sindi.
"Pesawat apa? emang mau pada kemana?" tanya Reza bingung.
"Udah lah, mending kita joging yuk say" ajak Sindi pada Reyhan.
"Ayok" jawab Reyhan
"Tunggu!! gue ikut" teriak Adit
"Ya udah Bell, gue juga mau nyusul mereka ya." pamit Amel.
"tunggu Mel. mas aku ikut mereka joging ya" izin Bella
"Iya boleh sayang" ucap Rangga sambil mengelus kepala Bella.
" lah kok pada pergi sih? bro gue ketinggalan apa?" tanya Reza.
"Za za, makanya kalo tidur tuh jangan kek kebo" ujar Rangga lalu pergi meninggalkan Reza sendiri.
"Yah ditinggal, tunggu Ga!!" teriak Reza lalu menyusul nya.
****
Mereka kini menikmati liburan di Bali dengan penuh keceriaan, kebahagiaan canda dan tawa.
Bella dan Rangga pun tidak merasa canggung lagi memamerkan kemesraan nya didepan teman-temannya itu, seperti saat ini mereka sedang bermain jetski, Bella bersama Rangga, Sindi bersama Reyhan dan Amel bersama Reza. lalu Adit? saat ini dia benar-benar dijuluki sebagai jones alias jomblo ngenes, sungguh malang nasibnya.
Malam harinya dilanjutkan dengan acara bakar-bakar.
Bella dan Rangga kini sedang membakar ayam, sementara yang lain sedang menyiapkan makanan ringan dan jagung bakar.
"Mas tolong dibalik ya ayam nya, terus tambahin kecap biar enak"
"Iya siap sayang"
"Mas, ini kecap nya udah belum? kok gak keliatan" tanya Bella.
"Udah aku kecapi dikit sayang,"
"Kok cuma dikit sih mas, kurang manis dong" ujar Bella sembari menambahkan kecap pada ayam nya.
"Jangan terlalu manis yang, kamu kan udah manis" gombal Rangga.
"Ya ampun mas, kok kamu malah gombal sih, nanti ayam nya gosong loh" ucap Bella
"Ya gombal sama istri sendiri boleh dong," kata Rangga sembari memeluk Bella dari belakang.
"Iya-iya terserah kamu aja deh mas, asal kamu seneng aku juga ikut seneng" ujar Bella sambil menoleh ke arah Rangga lalu saat itu pun Rangga langsung mengecup bibir Bella.
Cupp!!
__ADS_1
"Maass malu tau diliatin sama mereka" ujar Bella.
"Gapapa kan mereka juga udah tau tentang hubungan kita"
"Ya tetep aja malu mas"
"Ya ampun yang udah jadi suami istri mah bebas ya mesra-mesraan kek gitu. mentang-mentang kita udah pada tau" ujar Amel membuat semua menoleh ke arah Bella dan Rangga.
"Iya, kasian yang jomblo tau Bell" sambung Sindi menyindir Adit
"Tuh kan mas, mereka jadi ledekin kita" kata Bella.
"Udah biarin aja, jangan di dengerin. mending abis ini kita lanjutin yang tadi yuk" bisik Rangga.
"Yang tadi? yang tadi apa mas?" tanya Bella
"Ish pura-pura lupa, yang tadi pagi di dekat taman" jelas Rangga membuat Bella paham.
"Ya ampun mas, kok jadi mesum gitu sih pikiran nya" ucap Bella.
"gapapa dong, kan sama istri sendiri" ujar Rangga
Karena omongan Rangga semakin ngaco, Bella mencubit pinggang Rangga dengan kencang.
"Aww!! sakit sayang, kamu KDRT ini" lirih Rangga.
"Lagian kamu sih mas, ngomong nya ish" oceh Bella.
"Ya emang nya ada yang salah sama omongan aku yang?" tanya Rangga.
Sementara Amel tengah pusing dengan perdebatan antara Adit dengan Reza.
"Mel, gue bantuin lo ya" tawar Adit
"Gak usah, biar gue aja yang bantuin Amel. emang nya kamu bisa potong bawang seperti ini" ujar Reza.
"Ish kak Reza apaan sih, kan yang pertama ngambil piso nya aku, kok main nyerobot aja" protes Adit.
"Loh aku juga udah duluan pegang bawang nya, jadi aku yang harus potong bawang nya"
"Tapi pisau nya aku yang pegang kak, jadi aku yang potong bawang nya"
Amel yang mendengar perdebatan mereka merasa kesal dan pusing
"Cukuupp!! biar gue aja, gue bisa sendiri." ujar Amel dan merebut pisau dan bawang dari mereka.
Sindi dan Reyhan hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka.
"Adit!! udah mending lo diem aja. jangan gangguin Amel" ujar Sindi.
"Si Adit lagi merjuangin cintanya sayang, udah biarin aja" kata Reyhan.
"Tapi aku rasa kak Reza juga suka sama Amel yang" ujar Sindi
"Iya juga ya. jadi ceritanya ada cinta segitiga nih" ucap Reyhan.
__ADS_1
"Terus menurut kamu aku harus gimana?" tanya Sindi.
"Udah kamu gak usah ikut campur sayang, biarkan Amel memilih mana yang terbaik buat dirinya" jawab Reyhan.
"Iya sih, tapi aku kan sahabat nya Amel. kalo dia minta saran dari aku gimana?" ucap Sindi.
"Ya menurut kamu, yang cocok buat Amel siapa?" tanya Reyhan
"Aku sih lebih setuju sama kak Reza, soalnya dia itu dewasa, ganteng, dan yang jelas dia udah mapan" jelas Sindi.
"Jadi kamu maunya sama kak Reza nih?"
"Lah kok aku, Amel kali yang"
"terus kenapa jadi kamu yang muji-muji kak Reza, jadi menurut kamu aku gak ganteng, gak dewasa, terus gak mapan gitu?"
"Gak gitu sayang, aku gak mungkin suka sama kak Reza, kan aku udah punya kamu"
"Itu tadi kamu muji-muji kak Reza, berarti kamu suka"
"Enggak gitu kok sayang, maafin aku ya"
"Jangan muji-muji cowok lain di depan aku lagi ya,"
"Iya siap sayang"
kembali ke cinta segitiga.
"Biar aku yang bawa ke meja makan" ucap Reza saat Amel akan membawa jagung yang sudah dibakar.
"Makasih kak" jawab Amel sambil tersenyum.
"Dasar licik, berani beraninya ngambil kesempatan dalam kesempitan" kesal Adit dalam hati
"Sama-sama Mel, kalo butuh bantuan panggil aku aja ya" kata Reza membalas senyum Amel.
Kini semua sudah berkumpul dan duduk di meja makan yang sebelumnya sudah disiapkan oleh Sindi dan Reyhan.
Bella menyiapkan makanan untuk Rangga.
ia memasukkan nasi dan ayam ke dalam piring Rangga lalu meletakan nya di hadapan Rangga.
"Makasih sayang" ucap Rangga.
"Kamu mau ayam juga Mel?" tanya Reza pada Amel.
"Emmh boleh deh kak" jawab Amel malu.
Dengan sigap Reza langsung mengambilkan ayam untuk Amel.
"Adit lo gak peka banget sih, tuh liat kak Reza aja peka. pantes aja lo di tolak sama Amel" ledek Sindi.
"Alah itu mah cuma lagi cari muka aja, lagian gue yakin kok Amel sebenarnya suka sama gue, cuma dia malu aja ngungkapin nya" Pd nya.
"Idiiihhh PD boros loohh" jawab Amel.
__ADS_1