
"Tapi Bell, gue mau main ke rumah lo" kekeuh Ega
"Ga tolong ya, Lo gpergi dari sini atau gue gak mau kenal lagi sama Lo" ancam Bella
"i-iya iya udah. gue pulang tapi nanti gue pasti ke sini lagi buat ngeyakinin bokap Lo kalo gue bener-bener serius sama Lo Bell," ucapnya.
"Udah pergi sana, keburu bokap gue liat Lo di sini" usir Bella sambil mendorong dorong badan Ega.
Pada saat Ega mau masuk ke dalam mobil, Bella pun tergesa-gesa dan berlari untuk kembali ke rumah. karena ia terlalu fokus berlari, tanpa sadar di depan ada sebuah batu sehingga kaki nya tersandung dan Bella pun terjatuh.
"Aww sakit banget lutut gue" lirih Bella sambil memegangi lututnya yang ternyata lecet dan mengeluarkan darah.
Ega yang melihat Bella terjatuh pun langsung keluar dari mobil dan berlari menghampiri Bella.
"Bell Lo gapapa kan?" tanya Ega khawatir dan berusaha membangunkan Bella.
"Gue gapapa kok Ga, kenapa Lo masih di sini sih. aww perih banget" rintih nya lagi.
Dengan menahan rasa sakitnya Bella mencoba untuk berdiri dan melanjutkan niatnya untuk kembali ke rumah, namun saat hendak berdiri Bella tak tahan dengan sakit yang dirasakannya.
"Biar gue bantu Bell" ucap Ega memaksa.
"udah gak usah Ga, mending Lo cepetan pergi deh," usir Bella lagi.
"Gimana bisa gue pergi kalau melihat lo jatuh kayak gini Bell, udah lebih baik gue anterin lo ke dalam rumah ya, Nanti bilang aja sama bokap lo Kalau gue cuman temen Lo doang" ujar Ega.
"Lah emang iya kan Lo cuman temen gue" jawab Bella.
"Iya, iya. sini biar gue bantu Lo masuk ke rumah ya"
"Udah nggak usah Ga, gue bisa sendiri kok" ucapnya
Bella berusaha berdiri sendiri, tapi ternyata kakinya terlalu sakit sehingga Bella pun terjatuh kembali.
"Tuh kan gue bilang juga apa, kaki Lo luka Bell, dan itu pasti sakit banget, biar gue bantu ya, please" kekeuh Ega.
Bella pun terpaksa menerima bantuan dari Ega karena dia benar-benar tidak bisa bangun.
Sementara Rangga yang telah selesai membersihkan dirinya dari kamar mandi baru menyadari kalau istrinya belum masuk sejak menerima telepon.
"Kemana dia? kenapa lama banget" tanya Rangga pada dirinya sendiri.
Rangga mencoba mengecek Bella dari balkon, ia terkejut saat melihat istrinya di rangkul oleh seorang cowok, yang ternyata itu adalah Ega. cowok yang paling ia benci yang selalu menggangu istrinya.
Melihat pemandangan itu hati Rangga memanas, bagaimana mungkin istrinya malah berduaan sama Ega sedangkan dirinya sedang menunggu Bella dari tadi.
"Sialan!!" geram Rangga sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Kenapa kamu berbohong sama aku Bell, apa perasaan yang kamu bilang semalam itu semuanya bohong" gumam Rangga benar-benar kecewa pada Bella.
Bella pun telah sampai di depan pintu rumah.
"Di sini aja Ga, makasih udah bantuin gue" ucap Bella.
"Iya sama-sama Bell, apa sebaiknya aku bantu obati luka kamu dulu Bell" ucap Ega
"Gak usah Ga, gue bisa sendiri"
jawab Bella.
"Ya udah deh, kalo gitu gue pulang ya" pamit Ega.
"Iya" jawab Bella singkat.
Ega pun melajukan mobilnya sementara Bella langsung masuk ke dalam rumah.
"Non Bella, loh non kenapa kok jalannya kayak gitu?" tanya Mbak Mimin.
"Aku jatuh mbak tadi di depan" jelas Bella.
"Ya ampun non, sini mbak obati" tawar mbak Mimin.
"Gak usah mbak, nanti aja di kamar" jawab nya.
Dengan menahan rasa sakit nya, Bella menaiki anak tangga satu-persatu menuju kamar nya di bantu oleh mbak Mimin.
Setelah sampai di depan pintu kamar, langkah nya terhenti.
"Di sini aja Mbak" ucap Bella pada Mbak Mimin.
"Iya non, kalo gitu mbak permisi dulu, non hati-hati ya jalan nya pelan-pelan" ucap mbak Mimin.
"Iya mbak, makasih ya"ucap Bella
"iya non sama-sama" jawab nya.
Perlahan pintu kamar di buka, menampakkan sosok Rangga yang sedang duduk di atas
ranjang dengan laptop dipangkuan nya. Rangga yang menyadari Bella masuk ke kamar hanya menoleh nya sebentar lalu fokus kembali pada layar laptop nya.
"Mas Rangga kenapa ya, kok dia diem aja liat aku masuk kamar, gak negur sama sekali, apa jangan-jangan mas Rangga liat ada Ega tadi ke sini" tanya nya dalam hati.
Bella langsung meletakkan tas nya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. setelah selesai Bella kembali ke kamar, ia pun mendekati Rangga namut tidak ada respon sedikit pun dari Rangga.
"Mas kamu lagi ngapain?" tanya Bella basa-basi.
__ADS_1
"Kerja" jawab Rangga singkat
"Oh."
Hening..!!
"Mas makan dulu yuk laper nih" ucap Bella.
"Udah makan" jawab nya lagi.
"Oh ya udah aku makan dulu ya " tak ada jawaban.
Dengan menahan sesak di dada dan rasa sakit nya Bella berjalan meninggalkan Rangga.
Sementara Rangga yang baru menyadari bahwa Bella berjalan dengan pincang dalam hati nya ingin bertanya, namun saat mengingat hal yang baru saja dia lihat membuat ego nya meninggi.
Bella makan dengan tanpa nafsu.
ia benar-benar merasa kalau Rangga saat ini sedang marah padanya.
"Duh gue harus gimana ya, apa gue jujur aja soal kejadian tadi, biar mas Rangga gak salah paham" ucapnya pada diri sendiri.
Setelah selesai makan, Bella kembali ke kamar untuk menjelaskan semua kebenaran yang terjadi
"Mas, mas Rangga" panggil Bella ketika ia tidak melihat sosok Rangga di kamar nya.
Rangga yang sedang duduk di balkon tidak merespon panggilan Bella.
Bella segera pergi ke balkon untuk memastikan bahwa Rangga ada di sana, dan benar saja Rangga sedang duduk dengan wajah yang sulit diartikan
Bella pun dengan sangat hati-hati mendekati Rangga.
"Mas," tegur Bella pelan.
Tidak ada Jawaban. membuat Bella semakin yakin kalo Rangga saat ini sedang marah dan melihat kejadian di luar tadi.
"Mas tolong jangan seperti ini dong!" ucap Bella
"Terus aku harus gimana Bell?"
"Kalo ada masalah kita ceritakan jangan tiba-tiba kamu mendiamkan aku, jujur aku gak bisa di diemin kayak gini mas" ucap Bella menahan tangis.
"Jangan pura-pura polos Bell, kamu juga pasti tau aku kenapa" ucap Rangga.
"iya jelasin kamu kenapa, aku gak tau kamu kenapa mas" ucapnya.
"Aku kecewa Bell, benar-benar kecewa"
__ADS_1
"Apa yang membuat kamu kecewa mas, katakan yang jelas jangan setengah-setengah" ucap Bella