
Mendengar kejujuran ku dia mengaku bahagia karena diapun mempunyai perasaan yang sama."
"Kenapa mas begitu yakin kalau Bianca mengkhianati kamu, siapa tahu itu cuma salah paham," ucap Bella.
"Semua sudah jelas Bell, dia berkhianat dengan sahabatku sendiri," jelas Rangga sambil menahan sesak di dadanya.
"Pasti kamu kecewa banget ya mas" ucap Bella.
"Saat itu aku hancur, benar-benar hancur Bell. semenjak kejadian itu aku jadi sulit untuk membuka hati lagi,"
"Terus gimana bisa kamu melupakan dia?" tanya Bella.
"Aku sibukan diri dan habiskan waktuku untuk mengurus perusahaan. ayah dan bunda pun heran melihat perubahan sikapku. tapi setelah mereka tau alasannya, merekapun memakluminya, hingga akhirnya usiaku yang sudah mencapai 30 tahun, ayah dan bunda berniat untuk mencarikan aku jodoh."
"Terus kamu langsung setuju mas?"
"Awalnya aku acuhkan niat mereka, karena aku udah gak peduli dengan hidupku, tapi saat aku tau wanita yang akan dijodohkan denganku itu adalah kamu, seketika hati aku pun berubah Bell, aku merasa kalo aku harus menerima perjodohan ini." jelasnya.
"Tapi kenapa mas?" tanya Bella penasaran.
"Jujur. waktu pertama kali aku lihat kamu, aku terpesona Bell, apalagi dengan sikap kamu yang cerewet dan apa ada nya membuat hati ini menghangat kembali, dan membuat aku merasa tertantang untuk menikahi kamu." jelasnya membuat pipi Bella memerah.
"Mas, boleh aku bertanya sesuatu sama kamu?"
"Iya Bella, kenapa?"
"Emmh.. aku gak bisa nunggu lama-lama lagi untuk menanyakan hal ini sama kamu mas,"
Kali ini Bella benar-benar akan memberikan dirinya untuk meminta kepastian dari Rangga.
"Mas tolong jawab jujur, kamu menikahi aku apa cuman karena ego semata atau kamu memang mencintai aku?" tanya Bella serius.
Rangga yang mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Bella langsung terdiam, dia merasa kalo inilah waktu yang tepat untuk mengutarakan isi hatinya pada Bella.
Rangga menatap mata Bella begitu dalam,
__ADS_1
perlahan Rangga menggenggam tangan Bella.
"Bell. awalnya aku hanya merasa tertantang untuk menikahi cewek bar-bar dan cerewet seperti kamu, tapi setelah kita menjalin hubungan ini entah kenapa aku mulai menyukaimu Bell, aku pikir itu hanya sekedar perasaan suka saja. lalu setelah aku mengucapkan ijab kabul dan kamu sah menjadi istriku, dari situlah aku sudah mulai jatuh cinta sama kamu." jawab Rangga membuat Bella terharu mendengarnya.
"Kamu serius mas,?" tanya Bella tak percaya.
"Iya Bell, aku jatuh cinta sama kamu, aku ingin menjadi satu-satunya pria yang ada di hatimu selain papa mu, aku ingin hanya aku yang selalu ada di dekat mu dan bisa menyentuh mu, aku gak mau ada pria lain yang mencoba mendekati apalagi sampai menyentuh mu, aku gak rela Bell," ucap Rangga tegas dan jelas.
Mendengar ucapan Rangga, Bella merasa terharu sampai meneteskan air mata, ia tak percaya kata-kata itu terlontar dari mulut Rangga si dosen killer itu dengan tulus.
"Kenapa kamu nangis Bell? apa ada kata-kata yang salah dari ucapan ku yang barusan," tanya Rangga khawatir.
"Enggak mas, aku gak nangis. aku cuman gak nyangka aja cowok dingin seperti kamu bisa mengungkapkan kata-kata seperti itu dan membuat aku terharu. jujur aku bahagia mas, aku bahagia mendengar jawaban kamu." ucap Bella.
Perlahan Rangga mengusap air mata Bella.
"jangan pernah tunjukkan air mata mu di depan ku Bella, aku hanya ingin melihat kamu tersenyum, walaupun menangis, aku harap itu adalah air mata bahagia" ujarnya lalu mengecup kening Bella dengan lembut.
"Iya mas."
"Jadi, apa kamu juga mencintai aku Bella?" Rangga berbalik tanya.
Rangga tersenyum gemas melihat Bella yang sedang mengungkapkan isi hati nya. perlahan Rangga mengecup bibir Bella dengan lembut.
"ish jangan main nyosor gitu aja dong mas!" protes Bella.
"nyosor sama istri sendiri gapapa dong sayang." ucap Rangga menggoda Bella.
Panggilan sayang Rangga berhasil membuat wajah Bella kembali memerah, ia benar-benar tidak menyangka ternyata dibalik sifat Rangga yang dingin dan cuek ia bisa bersikap manis juga.
"hey wajah kamu merah banget Bell, kamu salting ya," goda Rangga.
"Dih geer amat, udah ah aku makan, laper." ucap Bella langsung berlari ke luar. membuat Rangga tertawa cekikikan melihat tingkah istrinya itu.
Bella pergi ke dapur mencari sesuatu yang bisa ia masak. meskipun Bella belum bisa masak tapi dia berusaha untuk menjalani kewajibannya sebagai istri.
__ADS_1
"Ya ampun aku gak mimpi kan? barusan mas Rangga si manusia es itu jujur soal perasaannya?" gumam Bella sambil tersenyum bahagia.
Mbak Mimin mendengar sesuatu di dapur lalu ia bergegas pergi mengecek nya.
"Non Bella, lagi apa?" tanya mbak Mimin
"Aku mau masak buat suami aku mbak," jawab nya.
"Ya ampun sini biar mbak aja yang masak non," tawar mbak Mimin.
"Udah gak usah mbak duduk aja, aku mau masak special buat suami aku, mbak kasih tau aja gimana cara-cara nya ya!" ujar Bella.
"Baik non" jawab mbak Mimin patuh.
Sementara Rangga penasaran dengan apa yang dilakukan istri nya di dapur, lalu ia bergegas menyusul istri tercinta. Ya istri tercinta, karena hubungan nya kini nyata dilandasi oleh cinta.
Rangga tersenyum saat melihat Bella sedang sibuk dengan peralatan dapur.
"Ada yang bisa aku bantu?" tanya Rangga tiba-tiba.
"Enggak mas, kamu duduk aja di meja makan! sebentar lagi selesai kok," jawab Bella.
Tapi Rangga gak bisa diam gitu aja melihat istrinya sesibuk itu, lalu ia menghampiri Bella dan berniat untuk membantu nya.
"mbak Mimin, mbak istirahat aja biar ini nanti saya yang siapkan." ucap Rangga.
"Baik tuan" jawab mbak Mimin dan pergi ke kamar nya.
"Sini aku bantuin" ucap Rangga.
"Jangan dong mas, aku kan mau masakin special buat kamu. aku mau belajar jadi istri yang baik dan menjalankan kewajiban aku buat kamu mas, kamu duduk aja ya!" ucap Bella.
"Udah gak papa, ini udah mau selesai kan? biar aku yang siapkan di meja makan, aku udah laper banget nih, gak sabar pengen makan masakan istri aku," ucap Rangga membuat pipi Bella merah merona.
"Aww.." teriak Bella kena wajan yang masih panas.
__ADS_1
"Ya ampun sayang, kamu gak papa kan?" tanya Rangga khawatir.
"eh, aku gapapa kok mas aku cuman kaget aja," jawab Bella.