Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer

Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer
Apa yang akan Rangga lakukan?


__ADS_3

"Mohon maaf pak tapi saya udah bayar mereka buat bantu saya ngasih surprise dan ungkapin perasaan saya sama Bella, apa itu salah pak?" ucap Ega, kali ini dia memberanikan diri untuk melawan Rangga karena ia ingin terlihat tegas di depan Bella.


"kamu tetap salah Ega, karena kamu sudah mengganggu sebagian mahasiswa untuk belajar, hanya karena perbuatan konyolmu ini" ucap Rangga lagi.


"Maaf pak, saya tidak bermaksud seperti itu, saya pikir tadinya Bella akan langsung menjawab dan menerima cinta saya, sehingga tidak membutuhkan waktu lama tapi ternyata itu semua berbeda dengan apa yang saya harapkan" jawab Ega beralasan dan membuat Rangga semakin marah dibuatnya.


"Cukup!! kamu sudah salah tapi tetap saja membela diri, apa mau saya hukum hah!!" ucap Rangga tegas, kali ini dia tidak bisa menahan amarahnya. Apalagi Ega telah lancang mencium tangan Bella.


Ega yang melihat Rangga semakin marah tidak berani lagi untuk membantah, namun dengan tiba-tiba Ega malah makin membuat Rangga semakin murka karena dengan terang-terangan Ega memegang tangan Bella di hadapannya.


"Bell, maaf kalau acara ini malah jadi kacau, gue akan tunggu jawaban lo Bell, gue pergi dulu ya" ucap Ega lalu dia pun pergi meninggalkan taman.


Rangga yang melihat Bella hanya menunduk membuatnya paham kalau saat ini Bella sedang merasa takut, apalagi tadi Rangga membentak Ega dengan keras.


sementara Sindi dan Amel sudah sangat panik karena takut kena marah juga. tapi ternyata Rangga langsung pergi gitu aja tanpa mengatakan apa-apa.


"Huhh selamaat, kita gak kena omel pak Rangga" ucap Amel.


"Astaga gue baru kali ini liat wajah pak Rangga lagi marah sampek segitunya, serem banget deh" ujar Sindi.


Bella hanya terdiam tidak berkata apa-apa, dia sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.


"Ya Tuhan apa yang akan terjadi nanti di rumah? gue takut banget ngeliat wajah mas Rangga kayak tadi, gue gak nyangka mas Rangga akan semarah itu sama Ega. gimana kalo mas Rangga menceraikan gue gara-gara kejadian barusan" ucap Bella dalam hati.


"Eh, Bell. lo kenapa? kok bengong gitu" tanya Sindi.


"E'enggak kenapa-kenapa kok, gue cuma shock aja sama yang terjadi barusan. gue gak nyangka banget Ega nembak gue terus pak Rangga tiba-tiba muncul dan marah-marah di sini" jelas Bella.


"Iya gue juga kaget Bell. eh tapi nanti lo bakal nerima cintanya si Ega kan?" tanya Sindi.


"Iya Bell, katanya dia mau nunggu jawaban lo. terus kapa mau lo jawab?" sambung Amel.


"Emmh guee gak tau guys, dulu gue emang pernah suka sama Ega. tapi entah kenapa perasaan itu udah hilang gitu aja." jawab Bella beralasan.

__ADS_1


"Terus lo mau nolak dia gitu Bell?" tanya Amel.


"Gak bakalan nyesel lo Bell nolak cowok sebaik Ega? mending lo terima aja, siapa tahu kalo lo nerima dia nanti perasaan lo yang dulu bisa tumbuh lagi" ujar Sindi.


"kayanya gue gak bisa deh guys, soalnya gue udah" ucap Bella hampir keceplosan.


"Udah apa Bell? jangan-jangan lo udah punya cowok ya dan gak bilang-bilang sama kita yak kan?" tanya Amel.


"Iya Bell, jangan-jangan lo nyembunyiin sesuatu dari kita." sambung Sindi.


"Enggak kok guys, gue cuman mau bilang bokap sama nyokap gue kan pernah jodohin gue sama seseorang, tapi belum pasti. gue takut bokap sama nyokap gue marah kalo gue pacaran di kampus, makanya gue gak bisa nerima s Ega gitu aja" jelas Bella.


"Ya ampun Bell, seriusan lo mau di jodohin sama orang tua lo? eh gue kasih tahu ya, jangan mau di jodoh jodohin apalagi sama partner kerjanya bokap atau nyokap lo, gue udah bayangin ya yang mau di jodohin sama lo itu udah berumur Bell, om om gitu deh" ucap Sindi sembarangan.


"Apaan sih Sin, gak mungkin lah gue mau di jodohin" elak Bella.


"Tapi lo udah ketemu sama orang yang mau dijodohin sama lo?" tanya Amel


"Belom" jawab Bella bohong.


"Amin" jawab Bella dan Sindi.


"Ya udah kita ke kelas yuk, takutnya nanti pak Rangga balik lagi ke sini dan kita diomelin" ajak Amel.


Mereka pun berjalan menuju kelas, Bella yang masih merasa shock dan takut karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti kalo ketemu dengan Rangga.


******


Bella berjalan menuju parkiran, dia benar-benar takut Rangga akan marah padanya. saat sampai di parkiran ternyata mobil Rangga sudah tidak ada di sana.


"Mobil mas Rangga gak ada di parkiran. tuh kan pasti mas Rangga udah pulang, pasti dia marah sama gue, duh gimana dong? gimana gue mau pulang kalo mas Rangga ninggalin gue di sini" gumamnya


Bella berjalan menuju halte dekat kampus, ternyata mobil Rangga ada di sana. Bella pun dengan was-was bergegas menghampiri mobil Rangga. sesampainya di dekat mobil, Bella pun mengetuk kaca mobil lalu Rangga membuka kacanya.

__ADS_1


Tok! Tok! Tok!


"Masuk!!" titah Rangga.


Dengan gegas Bella masuk ke dalam mobil, disepanjang perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka. Rangga melajukan mobilnya dengan cepat membuat Bella takut tapi tidak bisa berkata apa-apa.


Mereka telah sampai di depan rumah, Rangga membukakan pintu mobil untuk Bella.


"Turun!" titah nya lagi.


Perlahan Bella pun turun dari mobil, dia semakin takut dengan sikap Rangga yang seperti ini.


"Ya tuhan apa yang akan mas Rangga lakuin sama gue, jangan-jangan mas Rangga mau menceraikan gue, gimana dong gue takut banget" gumamnya dalam hati


Rangga sudah masuk ke dalam rumah, di susul oleh Bella di belakang nya, setelah sampai di kamar Rangga menghentikan langkahnya.


"Bella!" panggil Rangga


"I-iya mas" jawab Bella gugup


"Aku minta sekarang kamu mandi dan bersihkan seluruh badan kamu tanpa terkecuali" ucap nya.


"kenapa mas Rangga tiba-tiba nyuruh gue mandi? apa jangan-jangan badan gue bau" tanya nya dalam hati sambil mengendus-endus badan nya.


"Masih wangi kok" gumamnya lagi.


"Bella" panggil Rangga lagi dengan nada sedikit lebih tinggi.


"Iya mas" jawab Bella kaget


"Kamu dengar kan apa yang aku katakan barusan?" tanya Rangga.


"Iya aku denger kok mas"

__ADS_1


"Terus kenapa kamu masih diam di sana"


"Iya ini aku mau ke kamar mandi mas" ucap Bella sembari meletakkan tas nya lalu segera membawa handuk dan bergegas ke kamar mandi.


__ADS_2