
Sementara Rangga yang baru saja selesai mengganti baju nya dengan pakaian santai ia melihat Reza yang sedang duduk dan melamun di balkon sendirian. ia sedikit heran dengan tingkah sahabatnya ini karena tak biasanya dia seperti ini.
Rangga pun bergegas menghampiri Reza dan duduk di samping nya.
"Mikirin apaan lo, serius amat" ucap Rangga mengagetkan Reza.
"Lah sejak kapan lo di situ?" kaget nya.
"Dari tadi, lo aja yang gak nyadar. lagi mikirin apaan sih?" tanya Rangga penasaran
"Gue lagi bingung nih Ga" jawab Reza
"Bingung kenapa emang?" tanya Rangga lagi
"Soal Amel Ga, dia bener-bener udah bikin gue penasaran" ujar Reza.
"Penasaran gimana maksud lo? yang jelas kalo ngomong jangan setengah-setengah" ujar Rangga.
"Gak tau deh Ga, dia udah bikin perasaan gue gak karuan gini" jelas nya.
"Apa jangan-jangan lo suka sama Amel?" Rangga menduga.
"Ya sepertinya begitu lah bro, bahkan lebih dari suka deh kayaknya" jelas Reza.
"Jadi dari tadi lo di sini lagi ngelamunin si Amel?"
"Ya, gitu deh" jawab nya
"Terus apa yang mau lo lakuin sekarang?" tanya Rangga
"Nah itu dia yang bikin gue bingung, apa gue ungkapin aja perasaan gue ini?" tanya Reza.
"Ya lo coba aja" saran Rangga.
"Tapi gue takut ditolak kayak nasib si Adit Ga"
"Ya udah jangan"
"Ya elah Ga, lo bukan nya ngasih saran. malah matahin semangat gue gimana sih" kesal Reza.
"Ya harusnya lo punya prinsip sendiri, lo mau nya gimana? kalo lo emang suka sama Amel ya lo coba ungkapin lah, masalah dia mau nerima atau nolak, itu urusan belakangan yang penting lo udah berusaha" ucap Rangga.
"Tapi gue berharap dia juga punya perasaan yang sama sih ama gue"
"Ya kalo lo berharap seperti itu, berarti lo harus berjuang lebih giat lagi untuk dapetin cinta dia" jelas Rangga lagi.
"Hmm bener juga kata lo ga, cinta itu harus diperjuangkan" ucap Reza.
__ADS_1
"Nah, jadi keputusan lo gimana sekarang?" tanya Rangga.
"Kalo gitu Gue mau ungkapin perasaan gue sekarang," ucap Reza dengan semangat bangkit dari duduknya.
"Eh, lo mau kemana?" tanya Rangga.
"Lah, gue mau ungkapin perasaan gue sama Amel sekarang, kan tadi lo yang bilang kalo cinta itu harus diperjuangkan"
"Besok aja, lo gak liat ini udah jam 12 malam, mereka udah tidur" ujar Rangga.
"Ya ampun, gue kira ini masih jam 10"
"Kebanyakan ngelamun sih, sampe gak inget waktu" gerutu Rangga.
****
Pagi hari nya Bella Sindi dan Amel masih tertidur pulas didepan laptop yang masih menyala bekas nonton drakor semalam.
Sementara para cowok udah berkumpul di ruang tengah sambil menikmati kopi.
"Kenapa Bella dan teman-temannya belum muncul? apa mereka belum bangun?" tanya Rangga.
"kayaknya mereka masih tidur deh pak, soalnya semalam mereka nonton drakor sampai jam 3 dini hari" jelas Reyhan.
"Dari mana kamu tau?" tanya Rangga lagi.
Tiba-tiba Rangga beranjak dari duduknya, dia pergi menuju kamar Bella.
"Dia gak mendengarkan ucapan ku" gumam Rangga sambil berjalan menuju kamar Bella.
Tok! Tok! Tok!
Begitu Rangga sampai di depan kamar, langsung saja ia mengetuk pintu kamar dengan keras, membuat tiga sekawan yang masih nyenyak dalam tidur nya pun langsung terbangun.
"Duuhhh siapa sih yang ngetuk pintu, berisik banget" gerutu Sindi dengan suara serak khas bangun tidur.
"Siapa sih Sin, buka sanaaa. ganggu orang lagi tidur aja" sambung Bella.
"Lo aja deh, gue masih ngantuukk niiihh" tolak Sindi.
Kini Bella menyuruh Amel untuk membuka pintu, namun Amel juga sangat susah dibangunkan hingga akhirnya Bella pun terpaksa beranjak dari tidur nya dan segera membuka pintu.
Cekelek!!
Bella pun membuka pintu, tapi Bella masih belum menyadari siapa yang ada di hadapannya itu karena matanya masih dalam keadaan terpejam
"Siapa sih, ganggu banget pagi-pagi. orang lagi tidur juga" gerutu Bella
__ADS_1
"Masih pagi kamu bilang? coba kamu liat ini sudah jam berapa" suara bariton yang Bella kenal membuat mata Bella seketika terbuka lebar.
"M-mas Rangga" kaget nya
"Bagus ya, abis begadang nonton drakor sampai pagi dan jam segini masih tidur" cecar Rangga
"Hah, bagaimana mas Rangga bisa tau kalo semalam kita begadang nonton drakor?" tanya Bella dalam hati
"Eeuuu sebenarnya semalam kita gak bisa tidur mas, ya kita putuskan untuk nonton drakor aja daripada bosen, hehe maaf ya" ucap Bella cengengesan.
"Itu alasan kamu aja. sekarang cepat kamu mandi. aku tunggu di ruang tengah, kalo dalam waktu 30 menit kalian belum siap liat aja akan aku hukum nanti" tegas Rangga lalu pergi meninggalkan Bella yang masih berdiri didepan pintu kamar.
Bella segera masuk ke kamar dan membangunkan kedua sahabatnya yang masih tertidur.
"Guys ayok banguun" teriak Bella menggoyang tubuh Sindi dan Amel.
"Ya ampun Bell, apaan sih? ini masih pagi, gue masih ngantuukk" desah Amel dengan mata yang masih tertutup.
"Masih pagi mata lo soek, tuh liat ini udah jam 9 dan mas Rangga ngasih waktu kita 30 menit untuk mandi dan siap-siap kalo sampe telat kita bakalan kena hukum" oceh Bella.
Seketika mata Sindi dan Amel melotot.
What!! teriak mereka.
"Kalo gitu gue dulu yang mandi" Amel segera beranjak dari kasur namun ditahan oleh Sindi
"Enggaaaak, gue dulu. mandi gue gak lama kayak kalian ya. jadi gue duluan dah" Sindi pun nyerobot masuk ke dalam kamar mandi.
Beberapa menit kemudian
"Siindiiii buruaan lama amat lo, tadi katanya sebentar." teriak Bella
"Iya buruan Sin, gue takut kena hukum pak Rangga, kalo kita telat bisa-bisa kita gak dilulusin" sambung Amel berteriak.
Sindi pun keluar dari kamar mandi. dan Amel pun berlari masuk takut Bella nyerobot juga.
"Ameeellll gue dulu" teriak Bella.
"Enggak, gue dulu pokonya" teriak Amel sambil mengunci pintu kamar mandi.
"Kalian curang ya, yang bangun duluan kan gue. nyesel gue bangunin kalian." ujar Bella.
"Udah lah Bell,tenang aja. lo kan istrinya pak Rangga. jadi dia gak mungkin ngasih hukuman sama istri nya sendiri" ujar Sindi yang sudah siap.
"Ya itu kan menurut lo, gimana kalo mas Rangga bener-bener serius dengan ucapannya" keluh Bella.
"udah gak usah parno gitu. gue ke ruang tengah duluan ya bye" ucap Sindi lalu meninggalkan Bella yang masih menunggu Amel di kamar mandi.
__ADS_1
Bella melihat jam di dinding dan menunjukkan waktu yang diberikan Rangga tinggal 15 menit lagi.