
"Menurut aku gak mungkin sih Sa, soalnya pas pertama kali kita ketemu, sikap mas Rangga dingin banget, bahkan ngeliat wajah aku pun kayaknya males banget, apalagi dengan sikapku yang menurut dia cerewet. mana mungkin dia bisa suka, apalagi cinta sama aku." ucap Bella merasa Insecure.
"Justru itu Bell, kak Rangga suka sama sikap kamu yang apa adanya. aku yakin deh kalo kak Rangga udah lama jatuh cinta sama kamu," ucap Elsa meyakinkan Bella.
"Gitu ya sa. sejujurnya aku juga udah mulai cinta sih sama mas Rangga, cuma aku berusaha untuk menetralkan perasaan aku Sa, supaya aku gak bener-bener cinta sama dia. takutnya nanti pas aku udah bener-bener cinta dan sayang sama dia, nanti malah dia yang gak punya perasaan apa-apa sama aku, bisa jadi kan kalo suatu saat nanti mas Rangga ketemu lagi sama Bianca terus mereka balikan, terus aku di cere'in deh sama mas Rangga." ucap Bella merasa putus asa.
"Gak mungkin Bell, soalnya dia udah benci banget sama Bianca dan aku juga gak mau kalo kak Rangga sampek balikan lagi sama dia. gak rela gue." ucap Elsa.
"Emmh gitu ya, ya udah deh nanti aku coba tanyain soal perasaan mas Rangga."
"Nah gitu dong, biar ada kepastian dari kak Rangga. kita kan sebagai cewek butuh kepastian, ya gak?"
"Ya udah, kalo gitu kita pulang sekarang, keburu mas Rangga pulang,"
"oke"
******
Bella sudah berada di kamarnya, dia sedang membersihkan dirinya di kamar mandi. Bella memikirkan bagaimana cara untuk menanyakan perasaan Rangga padanya.
"Pokoknya aku harus memberanikan diri untuk menanyakan perasaan mas Rangga sama aku. Elsa bener, aku butuh kepastian dari mas Rangga." tegas Bella
Setelah selesai membersihkan dirinya, Bella duduk santai di balkon menunggu Rangga pulang sambil minum jus mangga ditangan nya..
****
Rangga menaiki anak tangga, dia baru pulang dari kantor. begitu dia melihat sekitar kamar. dia tidak melihat istrinya di sana.
kenapa rumah sepi banget ya, kemana Bella?
tanya Rangga dalam hati
Rangga pun mencari Bella di sekitar rumah, tapi dia tidak menemukannya.
"Tuan sudah pulang?" tanya mbak Mimin.
"eh, iya mbak. Bella kemana ya? kok dia gak ada di rumah." tanya Rangga.
"Ada kok tuan, tadi non Bella sudah pulang,"
"Oh gitu ya, tapi dia gak ada di kamar mbak," ucap Rangga
"Mungkin di balkon tuan." jawab mbak Mimin
"Oh iya ya, aku belum memeriksa ke balkon. makasih ya mbak " ucapnya.
"Iya tuan, sama-sama."
__ADS_1
Setelah Rangga pergi ke balkon, Dia merasa lega, karena dia melihat sang istri sedang duduk santai di sana.
Rangga bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai Rangga merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil membuka laptopnya.
Bella masuk dan dia baru menyadari kalau suaminya sudah pulang.
"Mas, kapan pulang nya? kok udah rebahan aja, udah mandi, lagih." tanya Bella heran. dia tidak menyadari kalo suaminya sudah pulang dari tadi.
"Lagi mikirin apa sih, sampe suami pulang pun gak sadar." tanya Rangga dengan nada dinginnya.
"Emmh enggak mikirin apa-apa kok mas," jawab Bella berbohong.
"Oh." jawab Rangga singkat.
Dengan ragu Bella pun ikut merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia tidur membelakangi Rangga sambil memikirkan bagaimana cara memulai bicara dan mempertanyakan tentang perasaan Rangga padanya.
"Duh gimana ya cara ngomongnya, gue takut salah nih. tanyain sekarang gak ya? tapi kalo gue gak tanyain sekarang, bisa-bisa hubungan gue sama mas Rangga akan seperti ini seterusnya. gue gak mau. pokoknya kali ini gue harus memberanikan diri " gumamnya dalam hati.
"Emmh Mas. kamu lagi sibuk ya?" tanya Bella.
"Enggak," jawabnya.
Sepertinya Bella memang sudah biasa dengan sikap dinginnya Rangga...
"Aku mau nanya sesuatu mas," ucap Bella gugup.
"Tapi mas Rangga janji ya, jangan marah sama pertanyaan aku!"
Rangga mengerutkan dahinya, entah apa yang akan Bella pertanyakan padanya, Rangga menutup laptopnya dan menaruhnya di atas nakas, lalu ia menghadap ke arah Bella yang membelakangi nya.
"kamu mau bicara serius?" tanya Rangga.
"I-iya mas."
"Terus kenapa kamu malah membelakangi aku Bell. sini menghadap ke arahku." ujar Rangga.
Perlahan Bella pun menghadap ke arah Rangga, hingga mereka saling berhadapan.
"Apa yang mau kamu tanyakan?"
"Emmh tapi mas janji kan, gak akan marah?"
"iya aku janji, cepetan kamu mau nanya apa, aku ngantuk."
"Emmh akuu.. akuu mau nanya soal masa lalu kamu mas, "
"Tentang masa lalu aku?" ucap Rangga kaget.
__ADS_1
"i-iya mas, masa lalu kamu, emm sama mantan pacar kamu, Bianca" ucap Bella gugup.
Degg...!!
Begitu mendengar nama itu, jantung Rangga serasa di hantam seribu beton.
bagaimana tidak, Bella menyebutkan nama wanita yang dulu sangat berpengaruh dalam hidupnya.
"Darimana mana kamu tahu soal dia?" tanya Rangga dengan nada datarnya dan wajah memerah seperti kepiting rebus, terlihat jelas di matanya, ada kesal, marah dan perasaan yang tidak bisa di tebak.
"Tuh kan kamu marah, kamu kan udah janji gak akan marah." ucap Bella sedikit takut dengan sikap Rangga.
Rangga menghela nafasnya lalu menundukkan kepalanya, dia berusaha untuk meredam emosinya.
"Maaf, aku cuma kaget aja saat kamu menyebut nama itu." ucap Rangga.
"Tapi Mas gak marah kan?"
"nggak. tapi, dari mana kamu tau soal dia?" tanya Rangga.
"Emmh, dari Elsa mas. tapi kamu jangan marah sama Elsa ya, soalnya aku yang minta dia untuk ceritain masa lalu kamu mas, dia gak bercinta banyak kok, cuman sedikit." ucap Bella
"hmm ya ya. aku gak akan marahi dia. sejauh apa Elsa ceritain tentang masa lalu aku?"
"Emmh soal kenakalan kamu di sekolah, terus soal kisah cinta kamu sama Bianca. udah itu aja" jawabnya.
"Emmh terus apa lagi yang mau kamu tanyakan sama aku? bukannya Elsa udah menceritakannya," tanya Rangga.
"Emmh aku mau dengar cerita versi kamu mas." jawabnya.
"Kamu ingin aku cerita soal apa Bell,"
"Cerita tentang kamu sama Bianca mas!" kekeuh Bella.
"Kamu tau Bell, dia itu cuman cewek penghianat, dia udah menghancurkan hidupku," jawab Rangga dengan mata berkaca-kaca.
"Apa kamu masih cinta sama dia mas?" tanya Bella.
"Aku sudah lupain dia Bell." jawabnya.
"Kalo boleh tau, kenapa kalian putus?" tanya Bella.
"Dia tidak sebaik yang aku pikir" ucap Rangga tertahan.
Kali ini Bella menunda untuk menanyakan soal perasaan Rangga padanya, karena Bella lebih tertarik pada cerita masa lalu Rangga.
"Aku dan dia cukup lama dekat, kami berteman sangat baik hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk mengungkapkan perasaanku padanya, aku jujur kalo aku sangat mencintai dia dan ingin menikahinya setelah lulus kuliah nanti."
__ADS_1