Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer

Mahasiswi Barbar Vs Dosen Killer
Hukuman


__ADS_3

"Ameellll buruuaann, waktunya tinggal 15 menit lagi" teriak Bella.


"Iya-iya bentaar.. dikit lagi gue selesai kok" teriaknya


5 menit berlalu Amel belum juga selesai.


"Mampus gue, waktunya tinggal 10 menit lagi" gelisah Bella.


Dengan keras Bella pun menggedor-gedor pintu kamar mandi.


"Amel lo lama banget siiihh, cepetan dong mandi nya"


Amel pun keluar dengan cengengesan.


"Hehe, bentar kan gue" ucap nya.


"Bentar apaan, lo liat tuh waktu nya tinggal 10 menit lagi, awas gue mau masuk" oceh Bella menerobos masuk ke kamar mandi.


Bella pun mandi dengan terburu-buru, ia sangat takut jika Rangga menghukum nya, karena seorang Rangga tidak pernah pandang bulu menghukum murid yang tidak mendengarkan ucapan nya, meskipun itu istrinya sendiri...


Beberapa menit kemudian Bella pun selesai, dan keluar dengan hanya berbalut handuk selutut karena dia lupa tidak membawa pakaian ganti. dia berani keluar dalam keadaan seperti itu karena dia pikir di kamar hanya ada Amel tapi ternyata dia salah.


Bella membuka pintu kamar mandi, ia tiba-tiba mematung dan menelan slavina nya dengan keras saat melihat siapa yang ada di dalam kamar nya.


Seseorang yang ada di dalam kamar pun sama kaget nya dengan Bella karena ia melihat penampilan Bella yang menggiurkan, hasrat yang mulai kembali muncul ketika melihat leher jenjang Bella.


Bella berteriak dan melangkah cepat untuk mengambil baju untuk ia pakai tapi sayang nya Rangga berhasil menahan nya.


"Kamu lagi ngapain sih di sini mas" gugup Bella


Rangga menatap Bella dengan tanpa berkedip.


"kamu kenapa natap aku kek gitu sih mas, Amel kemana?" tanya Bella sambil berusaha menutupi tubuh nya dengan tangan nya sendiri.


"Kamu terlambat sayang, aku sudah bilang kan waktu kamu hanya 30 menit, tapi lihat ini


kamu sudah terlambat 5 menit" ujar Rangga dengan perlahan melangkahkan kakinya dan mendekati Bella, seketika Bella memundurkan tubuhnya hingga menyentuh tembok.


"A-aku sudah berusaha mas, tapi waktu 30 menit untuk 3 wanita itu hal yang mustahil" gugup Bella karena Rangga terus saja mendekatinya.


"Kamu harus dihukum sayang" bisik Rangga tepat pada telinga Bella membuat Bella merinding.


"M-mas tolong minggir, aku mau pake baju" ucap Bella.


Rangga tak menghiraukan ucapan Bella, hanya terdengar hembusan nafas yang semakin lama semakin dekat, Rangga mencium leher jenjang Bella dan menyesapnya hingga meninggalkan jejak kemerahan di lehernya.


Aaargh!!

__ADS_1


******* itu berhasil keluar dari mulut Bella, membuat Rangga semakin kuat melancarkan aksinya.


"OMG...!!!" sebuah suara mengagetkan mereka berdua


"Kalian bener-bener ya, kalo mau enak-enakan ingat waktu dan tempat dong ya ampun," oceh Amel sambil mengambil hp nya yang ketinggalan di kamar.


Amel pun pergi lagi sambil menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan kelakuan sahabat nya itu.


Bella hanya bisa terdiam melihat Amel yang tiba-tiba masuk dan mengoceh lalu pergi lagi.


"Cepat pakai baju mu sayang, jangan sampai jagoan ku ini semakin meronta-ronta untuk memaksa menerobos mu" ucapan Rangga membuat pipi Bella memerah, bagaimana bisa suaminya berbicara prontal seperti itu.


Rangga pun pergi meninggalkan Bella yang masih mematung di tembok pojok kamar nya.


Hingga pada akhirnya Bella sadar dan segera memakai baju nya lalu siap-siap dan segera menghampiri teman-temannya ke ruang tengah.


Pada saat Bella sampai di ruang tengah tiba-tiba Sindi berteriak.


"Huwaaaaa mata gue udah gak suci lagi OMG" teriak nya.


"Kenapa sih Sin? ngagetin aja" tanya Bella.


"Bell, kita tau lo sama pak Rangga udah nikah tapi tolong dong ngertiin ada kita di sini apalagi gue masih jomblo huhuhu" ucap Amel membuat Bella paham dengan ucapannya.


"Iya nih Bella tega amat lo ama gue, gue kan juga jomblo" sambung Adit.


mungkin yang dimaksud dengan Sindi dan Amel soal tadi di kamar dan mereka salah paham dan mengira Bella dan Rangga telah melakukan hubungan suami istri di kamar mereka.


"Iya Bell, lo gak ngehargai kita banget sih. kalo lo mau berduaan sama Pak Rangga mending lo sewa hotel aja sanaa daripada lo nodain mata kita terus dengan kemesraan kalian"


"kalian ngomong apa sih, gue gak ngapa-ngapain sama mas Rangga, lagian kalian juga sih pake ninggalin gue, dan kenapa tiba-tiba ada mas Rangga di kamar kita" ucap Bella.


"Ya ampun Bell, gak ngapa-ngapain gimana orang aku liat sendiri kok, sampe sampe jejak nya terlihat jelas dari sini" jelas Amel.


"Whaatt!! jejak apaan maksud lo Mel?" panik Bella.


"Mending lo ngaca deh Bell, liat tuh leher lo" ucap Sindi


Dengan cepat Bella mencari kaca dan langsung mengarahkan pada leher nya.


MAS RAANGGAAAAA !!!! teriak Bella saat melihat jejak merah di leher nya, Rangga pun hanya bisa tersenyum dan menunduk tak berani melihat wajah panik istri nya.


"Aduh gimana cara ngilangin nya ini? bantuin gue dong guys" ucap Bella sambil menutupi tanda merah di leher nya itu.


"ya elah Bell, tanda seperti itu mana bisa di hapus. itu sifat nya permanen" bohong Reyhan membuat Bella semakin panik.


"What permanen. aduh gimana ini, pokoknya mas Rangga harus tanggung jawab" ucap Bella polos pada Rangga membuat semua tertawa.

__ADS_1


" itu hukuman buat kamu sayang, karena kamu gak mendengarkan ucapan ku" ucap Rangga dalam hati dengan senyum nakal nya.


"Udah udah kasian tau Bella nya, sampek pucat gitu. kamu tenang aja Bell, itu nanti ilang sendiri kok" ucap Reza menenangkan Bella.


"Tau nih kak, mereka nyebelin banget huhuhu" adu nya pada Reza yang seperti abangnya sendiri.


"Ya ampun Bell, lo serius amat sih.. kita kan cuma becanda" ujar Sindi sembari merangkul pundak Bella.


"Iya Bell, lo kayak baru kenal kita aja" sambung Amel.


"Lagian kalian gitu banget sih becanda nya, gak lucu tau" ucap Bella.


"Iya sorry sorry, gue kira lo gak bakalan baper Bell." ujar Amel.


"lagi dapet kali tuh" tambah Adit.


"Kok lo tau?" tanya Bella kaget.


"Berarti tebakan gue bener dong?" ucap Adit


"Lah pantesan lo mellow banget, ternyata lagi dapet toh" kata Sindi.


"Ish kok malah ngebahas itu sih, bantuin gue dong ini gimana cara nutupin nya, malu tau" ucap Bella


membuat Amel dan Sindi berfikir sejenak.


"Ahaa!! gue tau. yuk ikut gue ke kamar Bell" ucap Amel.


Amel pun menarik tangan Bella dan pergi menuju kamar.


begitu sampai di kamar Amel mencari kotak p3k


"Lo nyari apa sih Mel?" tanya Bella bingung.


"Udah lo diem aja di situ" titah Amel


Bella pun nurut dan duduk di atas ranjang menunggu Amel yang entah sedang mencari apa.


"Naahh ini dia" ucap Amel.


"Ketemu?" tanya Bella.


"Iya nih, gue pake'in ya." ucap Amel


"Boleh"


"Coba sini gue liat, mana?" kata Amel lalu Bella membalikkan badannya menghadap pada Amel.

__ADS_1


"Waah pak Rangga ternyata bagus juga hasil karya nya" goda Amel sembari memakaikan plester berwarna kulit di leher Bella.


"Ish apaan sih Mel." kesal Bella.


__ADS_2