
Namaku Kimmy Xi seorang wanita yang lemah lembut dan penuh kasih sayang. Hobiku bermain game mobile legends karena hal ini, aku dijuluki sebagai Kimmy Mobile.
Aku tau, nama ini sangat melekat dihati para pemain mobile legends apalagi jika dia adalah unser marksman pasti dia mengenal salah satu tokoh yang bernama Kimmy.
Di kisah kehidupan hero Kimmy Mobile legends dia adalah seorang yang tomboy dan pemberontak. Memang aku memiliki banyak persamaan dengan dia. Namun, Aku tipe penurut sedangkan dia pemberontak. Aku juga tak berani dia. Tapi, aku tomboy seperti dia.
Setiap hari kegiatanku terisi dengan bermain game setelah bermain game biasanya aku akan pergi membantu orang tuaku di dapur. Meskipun keluargaku orang yang kaya raya Ibuku sangat suka memasak untuk keluarga besar.
Saat ini, umurku masih lima belas tahun aku baru saja lulus dari universitas terkemuka di dunia, umurku memang sangat muda tapi pengetahuanku sudah cukup banyak.
Pekerjaanku terbilang cukup menantang kenapa bisa begitu karena aku bekerja di pusat kemiliteran yang sangat terkenal di dunia yaitu Zewnam.
Banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan di Zewnam. Sebenernya aku tidak terlalu tertarik dengan pekerjaanku, aku sering merasa bosan bekerja di sana.
Gajiku terbilang cukup fantastis, dalam jangka waktu sebulan aku bisa menghasilkan uang sebesar Rp.50.000.000.000 bahkan bisa lebih. Siapa sangka aku sangat beruntung.
Nama Ayahku adalah Planzi Xi dan Ibuku bernama Benwi Xi marga Ibuku sebenarnya adalah Mo setelah menikah dengan ayah dia berubah bermarga Xi.
Aku juga memiliki seorang kakak yang bernama Canlan, dia anak yang sangat di manjakan kedua orang tuaku. Apapun yang dia mau pasti diberikan oleh orang tuaku.
Berbeda denganku jika menginginkan sesuatu aku harus mengikuti kompetisi atau event dari mobile legends baik itu kompetisi antar kota maupun internasional.
Aku tidak pernah ketinggalan setiap event dari aplikasi itu. Karena, dari sanalah aku mendapatkan uang untuk membeli apa yang aku mau.
Sebab hal ini juga aku menjadi top global nomer satu sedunia di game ini. Pendapatanku cukup besar, cukup untuk menghidupi diri sendiri selama kurang lebih sepuluh tahun.
Meskipun aku bisa menghasilkan banyak uang untuk keluargaku, apapun yang masuk ke rekening orang tuaku tidak bisa di ambil lagi. Akibatnya, aku harus membuat rekening sendiri supaya bisa menikmati hasil jerih payahku.
__ADS_1
Sebenarnya kekayaan orang tuaku saat ini semua hasil jerih payahku. Aku bisa saja mengusir mereka semua dari hadapanku, tapi aku tidak mau.
Walaupun aku bisa lulus dan mendapat pekerjaan dengan sangat cepat tetap saja aku tidak bisa mendapatkan perhatian dari kedua orang tuaku.
Padahal, apa yang mereka mau selalu aku turuti seperti menjadi sarjana di usia yang terbilang muda, serba bisa di segala hal seperti memasak, berenang, berburu, hukum dan sebagainya.
Sering sekali aku mendapatkan banyak penghargaan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan Kuliah hingga saat aku bekerjapun tetap saja begitu.
Walaupun aku bisa lulus dan menjadi sarjana dengan sangat cepat tetap saja aku tidak bisa mendapatkan perhatian dari kedua orang tuaku.
Orang tuaku berbeda dari keluarga yang lain meski memiliki pekerjaan yang banyak keluarga lain masih meluangkan waktunya untuk anak mereka. Sedangkan keluargaku sangat sibuk sampai tak punya waktu untuk menanyakan kondisiku, tapi beda halnya dengan Kakakku Ibu dan Ayah selalu menyediakan waktu untuknya.
Jujur hati ini sangat iri padanya. Kakak selalu mendapat kasih sayang dari mereka sedangkan aku seperti anak tiri bagi mereka ada dan tidaknya aku bukan sesuatu yang penting.
Suatu hari aku pernah bertanya pada kedua orang tuaku. Alasan dibalik semua ini tapi mereka hanya diam membisu. Membuat suasana hati ini semakin bercampur aduk.
Aku jadi bingung kesibukan apa yang mereka lakukan saat siang hari menyapa.
Banyak pelayanan yang setia kepada keluargaku, jika mereka tidak bisa setia secara tiba-tiba mereka akan lenyap satu persatu.
Aku juga memiliki pertanyaan perihal tentang tato yang berada tepat di punggungku ini. Apa alasan mereka membuat tato ini. Tato ini sudah berulang kali aku mencoba menghapusnya, anehnya tidak ada orang yang berani menghapus tato ini meskipun dibayar dengan harga tinggi sekalipun.
Pernah suatu ketika aku mengendap-endap masuk ke kamar milik ayah dan ibuku tapi tidak menemukan bukti apa-apa.
Cuma bertemu dengan dinding yang dipenuhi dengan hiasan foto yang aneh. Membuat suasana semakin mencekam ketika memasuki ruangan itu. Foto di sana sangat banyak membuatku pusing melihatnya.
Hanya Ayah, Ibu dan Paman Sam yang bisa masuk ke kamar itu sedangkan yang lainnya di larang keras untuk memasuki kamar itu termasuk aku dan kakakku Canlan.
__ADS_1
Orang tuaku selalu memberikan banyak tugas untuku hingga aku tak ada kesempatan bergaul dengan teman sebayaku. Banyak sekali temen yang pergi menjauh dariku alasannya karena aku ini adalah anak aneh.
Akibatnya, aku tidak pandai berkomunikasi dengan orang lain. Cara menyapa yang benar saja aku tidak tau. Sikapku acuh tak acuh terhadap orang lain, ini memang bukan rahasia lagi.
Rumahku begitu besar bak kastil seorang putri di dalam dongeng tapi di rumah yang sebesar itu, hanya ada satu orang yang sangat sayang padaku yaitu pembantu keluarga Xi. Dia bernama Law seorang wanita bertubuh gembul, berwajah baby face.
Bibi Law selalu khawatir padaku, setiap hari dia selalu datang kekamar untuk melihat keadaanku. Menyuguhkan secangkir susu dan roti di pagi hari dan pada malam hari membuatkan susu untukku.
Mengetahui itu aku sangat senang masih ada yang sayang padaku walaupun itu pembantu sekalipun. Aku hanya bisa mendapatkan kebahagiaan dan kasih sayang darinya.
Cuma Bibi Law yang mengingat hari ulang tahunku, merayakan ulang tahun berdua denganku setiap tahunnya. Dia akan menghadiahkan aku ciuman dan pelukan hangat untukku.
Tidak hanya hadiah itu saja tapi juga memberikan boneka kesukaanku yaitu panda.
Bibi Law sudah menganggap aku ini sebagai anaknya, banyak sekali rahasia yang aku ceritakan pada dia. Aku penasaran kenapa setiap aku bercerita Bibi Law selalu memalingkan wajahnya dari pandanganku.
Dia seperti teringat akan sesuatu, sayang sekali aku takut bertanya kepada dirinya dan takut menyinggung perasaannya. Kadang matanya juga berkaca-kaca. Aku sangat bingung melihatnya.
Andai Bibi Law Ibuku pasti aku sangat senang dan bahagia karena bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu. Itu hanya mimpi bagaimana bisa aku mendapat cinta kasih Ibu.
*Jika ada kekeliruan dalam novel ini silahkan beri komentar anda, Saya senang mendapat krisis karena dari sana saya bisa belajar memperbaiki kesalahan itu.
Tetap semangat jalani hari ini 😘
Keep smile 😉
Salam manis dari author pemula😊
__ADS_1
Sampai jumpa ❤️*