Maju Selangkah Mati

Maju Selangkah Mati
Hari Pertama Di Apartemen


__ADS_3

Bibi terlihat khawatir ketika aku berlari kencang, Bibi mungkin takut aku akan terjatuh akibat berlari.


"Pelan-pelan saja Nona, jika nanti Nona terjatuh bagaimana?"


"Tenang saja Bibi, aku tidak akan jatuh. Aku sangat berhati-hati tidak mungkin aku terjatuh iyakan Bibi," jawabku sambil tersenyum.


"Iya sudah Anak Manis, Bibi tidak akan melarangmu asal Nona berhati-hati." Bibi berjalan ke arah meja makan lalu menyiapkan piring dan menyajikan nasi.


"Maafkan aku Bibi, aku tidak mendengarkan ucapanmu," tuturku dengan lembut.


Aku saat ini berada di meja makan dan menunggu Bibi memberikan makanan milikku. Sekarang, aku dan Bibi hanya tinggal berdua tidak ada lagi orang lain selain aku dan Bibi.


Bibi sangat menyayangi aku, ketika aku makan bersama dengannya, mata Bibi pasti berkaca-kaca aku sangat tidak tega melihat hal itu. Saat aku melihatnya, aku langsung menghapus air mata Bibi dengan tanganku.


"Bibi kenapa setiap kali kita makan bersama, Bibi selalu menitihkan air mata. Apa Bibi tidak senang makan bersama denganku atau bagaimana Bibi?" aku menanyakannya dengan serius.


"Ada beberapa hal yang tidak perlu di ucapkan agar kita merasa bahagia Nona." Jawab Bibi dengan penuh teka-teki.


"Sudah lupakan saja Nona, kita bahas lain waktu saja ya." Bibi melanjutkan perkataannya.


Aku hanya mengangguk saja tanpa menjawab perkataan Bibi. Namun, hati ini sebenarnya gelisah.


Kini aku dan Bibi lanjut makan tanpa ada pembahasan lagi, sampai aku dan Bibi usai makan kami tidak melanjutkan percakapan lagi.


Bibi membereskan semua yang sudah kotor dan menyimpan makanan yang tersisa di dalam lemari es alias kulkas. Sedangkan aku, lanjut masuk ke kamar untuk mengerjakan beberapa tugas rumah yang di berikan oleh guru mapel tadi pagi.


Soal yang diberikan oleh guru sangat mudah bagiku malahan aku sangat cepat mengerjakannya tanpa bantuan dari siapapun maupun aplikasi apapun.


Aplikasi yang paling populer untuk menjawab pertanyaan beberapa orang yaitu Google bayak orang yang membuka aplikasi ini bahkan di setiap handphone layanan ini sudah tersedia secara otomatis tanpa harus mendownloadnya lagi.


Di google ada banyak sekali pengetahuan yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang tetapi ada juga beberapa orang yang menyalah gunakan aplikasi ini.


"Yes, senang sekali tugasku sudah usai saat ini aku bisa santai-santai. Tapi, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan saat ini. Aku rasa membaca buku sangatlah bagus apalagi jam segini ditambah lagi sore." Aku memikirkan hal apa yang bisa aku lakukan agar bisa membuang rasa jenuhku.


"Andai saja aku berada di rumah pasti aku sudah kembali memanjang pohon itu lagi. Tapi, aku harus mengubur hayalanku dalam-dalam. Ayah bilang aku akan tinggal di sini sampai aku lulus SMA tapi baru satu hari saja aku sudah tidak betah."


Aku menemukan ide agar rasa jenuhku hilang, aku mulai membaca buku kemudian setelah satu jam aku pergi mandi. Setelah mandi aku langsung mendengarkan musik sebentar.

__ADS_1


Musik yang aku putar saat ini membuat diriku ingin rasanya tidur.


"Hoam." Aku menguap.


Mataku sudah mengeluarkan air mata akibat menguap. Aku sungguh mengantuk tak bisa lagi rasanya aku membuka mataku lebar-lebar semakin aku mendengarkan musik ini mataku semakin tertutup.


Tanpa sadar akhirnya aku benar-benar tertidur, aku rasa tubuhku membutuhkan banyak tenaga akibat terlalu banyak mendapatkan banyak tugas.


Baru saja aku tertidur nyenyak tiba-tiba handphoneku bergetar secara terus-menerus.


"Haduh, siapa sih ganggu waktu istirahatku saja." Celetukku sambil mengucek mataku yang masih terasa pahit ini.


Aku mulai membuka mataku secara perlahan. Di layar handphone tertera nomer telepon yang tidak terdaftar dalam handphoneku.


"Eh, ini nomer siapa. Perasaan aku tidak pernah memberikan nomer teleponku pada orang lain lalu siapa ini!" kataku separuh sadar.


Karena penasaran jadi aku menjawab telepon ini. Walaupun aku sebenarnya tidak terlalu percaya diri, aku menunggu orang ini bicara dan memberi taukan identitasnya terlebih dahulu padaku baru setelah itu giliran yang memberi taunya siapa aku.


"Halo Kimmy, ini aku Dani masak kamu lupa kalo tadi siang kita tukeran nomer telepon." Ujar Dani dengan semangat tinggi.


"Dani, Dani Zi ya? Maaf aku lupa save nomer kamu tadi." Balasku di bumbui tawa.


"Kenapa kamu marah-marah dan seperti sedang memaki diriku saja," aku langsung membentak Dani.


'Kimmy kamu ini orang yang mudah sekali baper ya," ujar Dani terdengar kesal.


"Huh dasar kamu, mau apa sih nelepon aku sore-sore gini gak ada kerjaan ya!" aku meledeki Dani.


"Ada kok, please deh jangan kepedean!" balas Dani.


"Pede itu perlu tau!" seruku pada Dani.


"Kepedean gak bagus juga," Dani balik mengejekku.


"Kalo gak penting aku matiin aja teleponnya, aku lagi sibuk!" aku merasa kesal dan tidak mau basa basi lagi dengan Dani.


"Eh jangan gitu dong, masak di bercanda gak boleh. Aku menelepon kamu hanya ingin bertanya apakah kamu sudah sampai rumah belum karena sekarang sudah jam empat sore." Cakap Dani.

__ADS_1


"Udahlah masak iya aku mau menginap di sekolahan ada-ada saja kamu!" celetukku.


"Dasar pemarah, semoga aja gak cepat tua kamu gara-gara marah terus." Dani tertawa begitu keras.


"Kamu menelponku hanya untuk bercanda ya? Lebih baik cari teman lain aja aku tutup bye!" tanpa memberikan Dani kesempatan untuk berbicara aku langsung memutuskan telepon saat itu.


"Rasain kamu siapa suruh aku kau ganggu-ganggu pakai acara ngeledek lagi sungguh membuatku semakin kesal saja!"


Aku bangun dari tempat tidurku dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka karena aku tidak mau merasa mengantuk lagi.


"Nona, Nona, Nona apakah sudah mengerjakan tugas nanti malam mau ikut Bibi tidak?" suara teriakkan Bibi yang begitu kencang dan keras.


Aku sama sekali tidak mendengar teriakkan Bibi jadi aku terus saja mencuci mukaku dan menggosok gigi agar lebih segar. Setelah mencuci muka dan menggosok gigi aku berniat keluar untuk mencari cemilan di bawah.


"Nona, apakah Nona ada di dalam? Apa Nona mendengar teriakkan saya saat ini atau tidak." Bibi terus berteriak.


"Iya Bibi, aku mendengarnya ada apa?" aku menjawab dengan teriakkan juga.


"Nona keluar dulu saja baru saya akan memberitahukan pada Nona." Titah Bibi padaku.


"Oke-oke aku jalan Bibi," jawabku sambil membuka pintu kamar.


"Nona sudah mengerjakan tugas belum?" tanya Bibi.


"Sudah Bi kenapa?" aku bertanya balik pada Bibi.


"Nanti malam mau ikut Bibi tidak?" tanya kembali Bibi.


"Boleh, aku juga merasa bosan di sini Bi. Emang kita mau kemana?" aku menyetujui ajakan Bibi.


Hi all 🤗


Selamat datang di lapakku 😊


Jangan lupa like, komen, rate 5 dan vote ya 😍


Tinggalkan jejak juga bisa mudah feedback-nya 😉

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir 😘


Salam hangat dari author pemula ❤️


__ADS_2