Maju Selangkah Mati

Maju Selangkah Mati
Awal Masuk Sekolah


__ADS_3

Siapa yang menyangka bahwa aku benar-benar akan tinggal di kota tempat yang sangat bising akibat banyaknya kendaraan yang melintas. Suara halusku sampai tak terdengar karena di telan ke bisingan.


Tempat ini sangat tidak cocok denganku, aku yang biasa tinggal di tempat yang hening tanpa suara kini malah merasakan juga bagaimana hidup di tengah keramaian kota.


Aku tidak bisa berkutik sedikitpun, aku hanya bisa menerima semua ini dengan lapang dada. Mau mengeluh kepada siapa walaupun aku punya bibi di sini tapi aku tidak mau hanya menjadi beban bagi kehidupan bibi.


Kina aku juga harus belajar dan berusaha agar bisa beradaptasi juga. Aku sadar aku tidak bisa menggantungkan diri pada orang lain.


Jika aku terus menggantungkan hidupku pada orang lain mungkin suatu saat aku akan menjadi orang yang lemah.


Ketika aku hendak mengemasi semua barang-barang milikku ibu menghampiri diriku sebentar.


"Kamu mau ke kota? Nyusul Kakak kamu yang ada di sana. Gak usah bikin repot Kakakmu nanti, urus saja urusanmu jangan pernah ganggu kakakmu paham!" ibu mengatakan hal ini dengan sangat julit padaku.


Sakit sungguh sakit rasanya mendengar perkataan yang terucap dengan sengaja oleh mulut manis ibuku. Aku tidak pernah membayangkan hari ini aku akan mendapatkan hadiah perpisahan yang sangat buruk.


"Aku tidak akan pernah menggangunya sedikitpun aku tak akan melakukannya." Aku mengelus dada dan mengucapkan hal ini dengan mata sedikit berlinang air mata.


"Bagus! Jangan pernah lupa apa yang aku katakan tadi!" ibu menegaskan kata-katanya terhadap diriku.


Air mata yang berusaha aku tahan dari tadi kini mulai jatuh dari mataku yang indah dan berwarna oranye ini.


"Ya, aku akan mengingatnya dengan sangat baik." Balasku sambil mengusap air mata di pipiku.


"Oh iya, jangan tinggalkan barang milikmu di sini." Ibu terus melanjutkan pembicaraan dengan diriku.


"Baik," jawabku sembari memasukkan semua barang yang akan aku bawa pada koper.

__ADS_1


Ibu langsung pergi tanpa kata-kata, ibu kali ini benar-benar melukai perasaanku. Kali ini yang bisa aku lakukan cukup dengan menangis agar perasaanku sedikit tenang.


Aku tak mau wajah jelekku ini terlihat oleh bibi, bibi pasti akan ikut bersedih melihat ini. Jadi, aku mengelap dan membasuh wajah ini supaya bibi tidak tau bahwa aku baru saja menitihkan air mata.


Setelah selesai membasuh wajah, aku pergi membawa koperku keluar agar bisa di bereskan dulu oleh sopir baru yang katanya bernama Noob, sopir ini langsung mengambil koper yang aku pegang.


Beberapa menit kemudian bibi sudah terlihat membawa beberapa barangnya di dalam tas yang lumayan besar. Tanpa basa-basi sopir itu juga langsung mengambil tas yang bibi bawa tanpa mengucapkan sesuatu terlebih dahulu pada bibi sebelum mengambil tas itu.


Bibi tidak pernah keberatan dengan tingkah laku sopir baru ini meskipun sedikit tidak sopan bibi tetap ramah pada Paman Noob.


Paman Noob memang memiliki sifat yang sedikit dingin tapi sebenarnya Paman Noob sangat ramah pada orang lain. Namun Paman Noob lebih menunjukkannya dengan tingkah laku daripada ucapan.


Aku awalnya sangat tak memahami pola pikir Paman Noob. Aku butuh banyak waktu untuk memahaminya secara menyeluruh.


Aku sangat senang hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah lagi di sekolah yang baru, aku tidak gugup sama sekali karena kemarin setelah kejadian yang tak terduga itu.


Alhasil aku malah di sukai oleh semua guru saat itu, aku sangat berharap hari ini para guru akan tetap berperilaku ramah seperti halnya kemarin.


Aku memang sudah mengenakan pakaian sekolah sekaligus tas yang aku bawa untuk bersekolah. Aku sudah sangat rapi di tambah hiasan jepit rambut yang di berikan oleh Kakek yang misterius saat itu.


Diri ini sudah terlihat sangat anggung akibat sentuhan seragam sekolah yang begitu perfect nan elok di pandang mata telanjang.


Guru-guru sudah mulai siap-siap untuk melaksanakan apel pagi. Kegiatan ini adalah rutinitas atau ciri khas dari sekolah ini. Semua wali murid sangat tau bahwa sekolah ini melakukan apel pagi setiap hari kecuali hari Jum'at dan pada tanggal delapan.


Untung saja aku masih sempat mengisi barisan yang kosong. Aku juga belum telat kegiatan ini dilakukan pada pukul 06.25 pagi. Memang kegiatan ini dilaksanakan sangat pagi karena para guru-guru akan melakukan kegiatan membaca bersama setelah apel pagi.


Hal ini sungguh trik atau cara melatih kedisiplinan para siswanya. Kebetulan hari ini, ada beberapa siswa yang terlambat dan peralatan yang di bawa tidak lengkap seperti topi dan dasi.

__ADS_1


Banyak sekali orang yang terlambat, aku melihat orang yang berdiri di depan sangatlah tidak patut di contoh. Seharusnya, teman-teman baru yang tidak aku kenal itu bisa datang lebih awal daripada diriku yang berstatus murid baru.


Pandangan mata ini tak henti tertuju pada laki-laki yang berada di belakang kerumunan para siswa yang terlambat. Laki-laki ini tinggi, putih dan sepertinya adalah orang yang smart.


Apel pagi terus berjalan dan mata ini tiada henti tertuju pada laki-laki itu. Akhirnya, setelah lima belas menit kegiatan ini selesai. Semua siswa dan guru mulai meninggalkan lapangan tengah kecuali para siswa yang terlambat.


Para siswa yang terlambat di suruh menuliskan namanya beserta kelasnya. Aku sungguh tidak tau untuk apa guru konseling meminta mereka menulis itu.


Aku dan murid yang lain di giring menuju ruangan yang sangat besar bahkan menurutku tempat itu bisa digunakan untuk kegiatan pernikahan, menurut beberapa orang tempat itu di sebut dengan istilah pendopo. Aku hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala.


Saat ini semua siswa di wajibkan keluar hanya untuk mengambil buku yang akan di baca olehnya. Selain dari itu, tidak ada yang boleh keluar kecuali untuk yang ingin buang air kecil. Sudah banyak sekali orang yang memegang buku di tangannya masing-masing termasuk aku.


Menurut kepala sekolah dilakukannya kegiatan ini agar kemauan membaca bisa semakin meningkat serta pengetahuan para siswa juga. Ide ini sangat cocok, tak semua sekolah bisa melakukan kegiatan seperti ini.


Buku yang di baca juga ada aturannya seperti: buku panduan bekerja, buku tentang teknologi, buku tentang herbal dan beberapa buku lain tetapi novel dan komik tidak diperbolehkan oleh para guru.


Jika ketahuan menggunakan buku novel atau komik siswa itu akan dikenakan hukuman yang....


Halo kak 🤗


Terimakasih sudah mampir 😍


Jangan lupa like, rate 5 dan vote 😊


Eh iya komen juga biar bisa saling mendukung 😘


Salam hangat dari author pemula ❤️

__ADS_1


__ADS_2