Maju Selangkah Mati

Maju Selangkah Mati
Guru Killer


__ADS_3

Percakapanku dengan Kak Nugraha berakhir karena bel masuk sudah berbunyi, hari ini aku memilih tinggal di kelas ini mungkin besok aku akan mencoba kelas lain. Jujur saja aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mencoba semua kelas.


Kali ini adalah mapel dari guru yang paling di benci oleh siswa kelas ini, aku juga tidak tau kenapa anak kelas ini membenci guru ini. Mungkin karena cara mengajarnya atau cara bicaranya. Aku tidak bisa menyimpulkan begitu saja karena aku tidak mau menjadi siswa yang kurang ajar terhadap guru.


Banyak siswa yang berharap agar guru ini tidak masuk kelas. Namun, jika guru ini tidak masuk bagaimana caranya aku bisa tau bagaimana guru ini mengajar. Aku sangat yakin guru ini pasti masuk ke kelas ini.


Benar saja tak berapa lama aku mendengar suara langkah kaki mendekat ke arah kelas ini, tetapi terpotong oleh langkah kaki yang lain. Sepertinya guru ini sedang bertemu guru lain yang tidak bisa aku tebak siapa guru yang satu lagi sebab aku tidak mau bangkit dari tempat duduk saat ini.


Aku tanpa sengaja mendengar suara guru ini berbincang dengan guru lain. Sungguh ini suatu keberuntungan, jika di nilai dari cara bicaranya guru ini adalah orang yang tegas dan tidak suka bertele-tele.


"Bu Vera tunggu, ini ada beberapa yang perlu kita diskusikan," ucap guru lain dan terdengar langkah kakinya seperti sedang berlari.


"Iya Bu Nani, silahkan diutarakan." Jawab guru ini sambil menghetikan langkah kakinya.


"Gini Bu, kemarin ada beberapa yang belum kita selesaikan saat membahas persiapan PHB (Penilaian Harian Bersama)." Tutur guru lain dengan suara ngos-ngosan lalu menghentikan langkahnya.


"Kita bahas di ruang guru saja ya Bu Nani. Sekarang saya ada jadwal mengajar tidak enak jika meninggalkan kewajiban saya." Ujar guru ini.


"Baiklah Bu Vera. Saya tunggu di ruang guru saja." Guru ini melanjutkan langkahnya ke arah ruang guru.


Percakapan dua guru ini berakhir dengan sedikit gantung. Aku sama sekali tidak mengerti arti dari PHB itu apa. Beginilah nasib menjadi siswa baru, aku harus bertanya pada seseorang agar mengerti semua sistem yang diberlakukan di sini.


Senang sekali rasanya aku bisa tau ternyata nama guru itu adalah Vera tapi aku tidak tau marga guru ini. Tak masalah aku tidak tau sekarang namun sebetar lagi guru ini juga akan memperkenalkan diri secara resmi padaku.

__ADS_1


Kebetulan sekali guru ini mengajar di jam terakhir sebelum semua siswa pulang kerumahnya masing-masing. Mapel yang di pegang guru ini adalah matematika wajib. Mapel di sekolah ini lumayan banyak dan ribet ini menurutku.


Gimana aku bisa berkata seperti itu, ini sebab ada mapel yang dobble contohnya adalah matematika wajib dan matematika minat dan bahasa Inggris wajib dan bahasa Inggris minat. Aku juga tidak terlalu mengerti maksud dari sekolah ini tapi yang pasti mau wajib atau minat menurutku semuanya satu. Namun, metode penyampaiannya yang berbeda.


Bu Vera akhirnya memasuki kelas, suasana kelas yang awalnya normal berubah menjadi menegangkan. Ada beberapa siswa yang terlihat gemetar ketika melihat wajah guru ini. Sedangkan, reaksiku biasa saja padahal aku ini, siswi baru di sini.


Wajah anak yang pucat dan gemetaran itu karena beberapa anak ini lupa mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru ini minggu lalu. Aku sendiri juga tidak tau tugas apa yang diberikan oleh guru ini.


"Oke, selamat sore anak-anak bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga tetap semangat untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya dengan saya. Oh iya, tolong tugas yang minggu lalu dikumpulkan pada Dani. Sebentar lagi saya akan mengeceknya satu-satu," sapa guru ini sekaligus meminta anak-anak untuk mengumpulkan tugas di meja Dani.


"Sore Bu, baik Bu." Anak-anak menjawab dengan singkat.


Anak-anak kemudian bangkit dari tempat duduknya untuk mengumpulkan tugasnya masing-masing di meja Dani kecuali aku yang tidak tau apa-apa. Guru ini kemudian melihat ke arahku, dia langsung menanyakan kenapa aku tidak ikut mengumpulkan tugas. Ternyata guru ini tidak tau bahwa aku adalah siswa baru.


"Kamu yang duduk di belakang dengan Nugraha kenapa tidak mengumpulkan tugas!" tanya guru ini dengan tatapan sinis.


Ketika mendengar pernyataan dariku guru ini langsung memanggil Dani untuk maju ke depan.


"Dani sini sebentar," panggil guru ini pada Dani mungkin dia tidak percaya bahwa aku adalah anak baru.


"Baik Bu," balas Dani yang sedang sibuk merapikan buku anak-anak lain yang mengumpulkan tugas di mejanya.


Dani meninggalkan buku-buku tadi dan langsung pergi ke depan untuk memenuhi panggilan guru ini.

__ADS_1


Sampailah Dani dihadapan guru ini dan mulai membicarakan sesuatu yang tidak bisa aku ketahui. Setelah beberapa lama berbincang, guru ini mulai berdiri dan Dani kembali ke tempat duduknya.


"Oke, saya baru tau ternyata di sini ada murid baru atau lebih tepatnya murid pindahan. Setelah tau hal ini saya selaku guru akan memperkenalkan diri saya secara resmi." Guru ini berkata di depan dan aku hanya bisa menjadi pendengar seperti halnya siswa dan siswi lain.


"Baik Bu," jawab siswa dan siswi yang berada di dalam kelas ini.


"Nama saya adalah Vera Lee, saya mengajar mapel matematika wajib dan minat." Guru ini memperkenalkan dirinya padaku dan anak-anak lain pula.


Aku sudah tau marga guru ini. Dari tebakanku guru ini adalah salah satu siswa terbaik di Universitas Bejli, Universitas Bejli adalah salah satu universitas yang sangat populer di kota ini. Jadi, tidak heran jika guru ini bisa menjadi menjadi bagian di sekolah yang sekarang ini karena, sekolah ini juga merupakan salah satu sekolah ternama dan terelit di kota ini.


"Oh jadi guru ini adalah mahasiswa lulusan terbaik di Universitas Bejli, tidak heran jika guru ini tidak suka bertele-tele sebab semua yang pernah berkuliah di sana pasti memiliki sikap yang tegas dan tidak suka bertele-tele. Aku tidak salah sekolah di sini lumayan bisa bertanya-tanya seputar lingkungan Universitas Bejli. Siapa tau universitas ini bisa menarik perhatianku saat lulus SMA."


Bu Vera sudah memperkenalkan dirinya kemudian dia memaklumiku yang tidak mengerjakan tugas. Tentu saja di maklumi ini semua akibat aku murid baru.


Dani mulai mengantarkan buku-buku itu ke meja Bu Vera, Bu Vera sudah mulai mengecek tugas yang dia berikan. Setelah Selesai Bu Vera melanjutkannya dengan mengisi pelajaran. Cara mengajar guru ini sangat mudah di pahami bagiku.


Hai all 🤗


Selamat membaca 🌷


Semoga suka 😊


Jangan lupa like komen rate 5 dan vote serta favorit agar tidak ketinggalan kelanjutannya 😘

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir 😍


Salam hangat dari author pemula ❤️


__ADS_2