
"Om kenapa tangannya nakal mau aku hajar?" aku terus menatap kelakuan orang ini.
"Maksudnya kamu apa, dasar anak kecil sok banget. Siapa yang mau nyelamatin kamu, kamu itu hanya bocah dan di sini hanya ada nenek tua tak berguna yang jalan aja harus dipapah dulu, hahaha." Orang ini terus menghina aku dan bibi.
"Karena Om sudah gak tau diri gimana kalo rasakan ini." Aku langsung lompat dan menendang wajah orang tak tau diri ini.
Orang ini tak berapa lama akhirnya bereaksi dia mulai mengeluarkan pisau yang ternyata sudah di siapkan olehnya untuk menodong beberapa korbannya agar menyerahkan semua barang berharga yang di bawa.
Aku sudah tidak kaget lagi karena aku sudah di ajarkan oleh bibi menggunakan pedang jadi tidak mungkin aku takut jika hanya pisau kecil yang tak terlalu tajam itu.
"Anak kecil berani sekali dirimu menendang wajah tampanku ini apa kau tidak takut akibatnya apa!" seru orang ini lalu bangkit dari jatuhnya akibat aku tendang dengan biasa saja.
"Aku tidak takut, pisau yang Om bawa terlalu kecil kenapa tidak menggunakan yang lebih besar sedikit atau Om tidak ada modal ya untuk membeli yang lebih besar," aku dengan sengaja terus mengolok-olok orang jahat satu ini.
"Tak usah banyak bicara bocah, mari kita lihat siapa yang lebih tangguh." Tantang orang ini dengan mimik wajah geram.
"Okay, let's see who will be hit here(baik, ayo kita lihat siapa yang akan dipukuli di sini)," gertak aku pada penjahat yang tak ada otak itu.
"Bicara yang jelas bocah, ngomong aja masih gak jelas mau lawan orang dewasa. Omong kosong!" orang ini terus saja menghina diriku.
Orang ini sungguh tak berpendidikan, padahal aku hanya membalasnya menggunakan bahasa Inggris dia sudah tidak paham apa lagi jika aku menggunakan bahasa lain yang aku kuasai dari umur delapan tahun mungkin orang ini akan mengatakan bahwa aku ini orang gila.
Bibi sudah naik darah akibat hinaan orang ini tanpa aba-aba bibi langsung memukuli orang ini lalu membantingnya setelah itu bibi mulai menelepon polisi, bibi memang paling tidak suka jika ada yang menghina orang yang dia sayang apalagi orang yang di hina saat ini adalah aku.
"Ampun, ampun Nenek tua, ampun." Orang ini meminta ampunan pada bibi sambil menyatukan kedua tangannya.
__ADS_1
"Sebelum kau menghina anak itu kenapa kamu tidak berpikir akibat yang akan kau tanggung saat ini, apa kamu tau siapa anak itu?" bibi langsung menghentikan pukulannya.
"Siapa anak itu?" orang ini ternyata tidak tau bahwa aku dan bibi berasal dari Keluarga Xi.
"Dia adalah anak dari Keluarga Xi, apa kau tidak takut jika mereka memburon dirimu?" bibi menjawab sekaligus bertanya dengan nada kasar.
Aku sungguh kaget bibi bisa marah karena setau diriku selama ini bibi tidak pernah marah apalagi sampai seperti ini.
"Bibi kenapa kau berubah menjadi orang yang menakutkan untukku, aku sungguh tidak pernah melihat kejadian ini. Bibi aku takut padamu aku takut," tanpa sadar kakiku melangkah mundur melihat semua ini.
"Apaaaaaaa!!! Anak dari Keluarga Xi," orang ini langsung menjerit membuat diriku semakin kaget.
"Maafkan aku, tolong lepaskan aku kali ini. Aku janji tidak akan pernah melakukan ini lagi mulai sekarang," orang ini berjanji sembari terbata-bata mengatakannya.
"Apa kau bilang lepas, hehehe. Kamu kira aku orang bodoh ya aku tidak akan melepaskan dirimu tidak hari ini apalagi lain waktu aku paling tak kenal ampun pada orang yang berani menghina Nona Muda Keluarga Xi."
Sebab hal ini aku juga mulai mengerti bahwa bibi benar-benar menyayangi diriku tanpa meminta balasan padaku, aku kini sudah memutuskan untuk tidak mengubah pola pikirku pada bibi karena bibi adalah orang yang tulus mengurusku seperti anaknya sendiri.
Setelah mengurus orang itu, bibi langsung berlari ke arahku untuk menanyakan apakah aku baik-baik saja atau terluka akibat perkelahian tadi.
"Nona apakah Nona tidak apa-apa?" bibi bertanya sembari memperhatikan semua anggota tubuhku dengan sangat teliti satu persatu.
"Aku baik-baik saja Bibi, aku tidak akan terluka sedikitpun karena ada Bibi di sini. Siapa yang berani melukai diriku jika ada Bibi," aku memuji bibiku tercinta ini.
"Baguslah jika Nona tidak apa-apa, ingat satu pesan saya ini rasa takut bukan untuk di nikmati tetapi untuk di hadapi tolong ingat itu baik-baik Anak Manis." Bibi mengatakan ini sambil mengusap pipiku.
__ADS_1
"Ayo Bibi kita pulang polisi juga sudah dekat sepertinya saat ini, kalo kita tetap di sini nantinya kita juga akan menjadi sasaran pertanyaan oleh polisi-polisi itu dan aku tidak mau itu terjadi," ucapku dengan menyeka tangan bibi yang tiada henti mengusap pipiku.
Aku dan bibi segera menjauh dari tempat ini setelah mengikat orang itu dengan tali yang di bawah bibi.
Sekarang aku dan bibi sudah berada di dalam taksi, tadi taksi yang aku pesan sudah mengirimkan pesan bahwa dirinya sudah berada di depan toko tadi.
Suasana hening tidak ada satupun yang ingin memecahkan keheningan ini termasuk aku, rasa lelah akibat memberi pelajaran pada orang itu membuat diriku dan bibi malas untuk membicarakan sesuatu.
Jam menunjukkan pukul setengah dua belas, aku tidak yakin besok akan bangun awal karena malam ini aku sungguh kelelahan.
Aku takut besok juga telat karena aku belum sempat menyiapkan buku mapel untuk besok. Saat ini aku melirik bibi yang sedang memejamkan mata berwana birunya itu.
"Bibi pasti lelah di usia saat ini biasanya Bibi sudah tidak lagi bekerja tapi karena sayang dan tidak ingin rindu padaku dia memilih tetap bekerja pada Ayah dan Ibu. Aku salut padanya jika suatu saat nanti masih di beri kesempatan untuk bersama maka aku wajib membahagiakan Bibi terlebih dahulu sebelum merasakan bahagia sendiri."
Aku ikut memejamkan mataku, di perjalananku memang lumayan jauh jadi bisa di manfaatkan untuk istirahat sebentar agar tenaga yang terbuang mulai terisi lagi walaupun hanya sedikit.
Perjalan ini sangat seru meski akhirnya bertemu penjahat tetap saja ada manis di balik semua kejadian hari ini, ada juga hikmah yang bisa aku ambil dari kejadian ini.
Aku tertidur selama setengah jam, kemudian sopir taksi ini membangunkan bibi dan bibi membangunkan aku.
Hi all 🤗
Terimakasih sudah mampir di lapak ku 😊
Jangan lupa like, komen, rate 5 dan vote kalo bisa favorit juga 😍
__ADS_1
Tinggalkan jejak agar mudah feedback-nya 😉
Salam hangat dari author pemula ❤️