
Aku mengantar barang yang dibawa guru itu sesuai permintaannya yaitu ke perpustakaan. Aku akhirnya tiba di depan perpustakaan, kondisi perpustakaan kebetulan sedang ramai dengan siswa yang sedang meminjam buku.
Perpustakaan di sini sudah seperti ruang baca milik ayah, sangat besar dan luas. Setiap rak buku terisi tidak ada satupun rak buku yang kosong.
Tanpa banyak basa-basi aku langsung saja bertanya pada petugas perpustakaan di mana aku bisa meletakkan barang yang aku bawa ini.
"Hai, maaf boleh aku bertanya Bu? Di mana aku bisa meletakkan ini." Aku bertanya pada seorang wanita yang sepertinya adalah petugas perpustakaan.
"Oh, biar aku saja yang membawanya letakkan saja di sini." Jawab orang ini sambil menunjuk tempat yang dia maksud.
Aku menaruh barang ini di tempat yang di tunjuk oleh petugas perpustakaan yaitu di meja yang lumayan besar. Tugasku sudah selesai, sudah waktunya aku kembali ke kelas dan memberikan jurnal yang di minta oleh ketua kelas idiot itu.
Berjalanlah aku menuju kelas seperti biasanya aku berjalan dengan buru-buru, aku sangat tidak ingin terlambat karena pelajaran sudah mau di mulai lagi dalam waktu tiga menit.
Siswa lain di dalam kelas pasti sedang sibuk keluar masuk kelas ada juga yang pergi ke kantin sekolah hanya untuk sekedar mencari cemilan.
Banyak sekali orang yang memadangi langkahku dengan raut wajah penasaran maklum saja aku baru hari ini ke sekolah pasti banyak orang yang ingin tau siapa aku.
Beda halnya dengan siswa yang sering mengikuti lomba antar sekolah. Diriku sudah tidak asing lagi di pandangan siswa dan siswi yang suka ikut lomba karena setiap ada lomba nama dan wajahku tidak pernah hilang walaupun hanya sekali.
Siswa dan siswi yang mengenalku di lomba pasti sangat khawatir posisinya di dalam kelas akan tergeser akibat adanya aku di sekolah ini.
"Eee semuanya kalian tau gak dia siapa?" tanya seorang siswa sembari memperhatikan aku.
"Emang dia siapa? Populer gak dia, kok sampai kamu bertanya siapa dia pada kami," ucap siswa lain.
__ADS_1
"Kalian sungguh tidak tau siapa dia? Dia itu adalah Kimmy Xi orang yang selalu memenangkan lomba dan selalu juara satu setiap ada lomba. Dia juga tidak pernah banyak ngomong tapi pandai dalam berdebat. Dia adalah salah satu orang yang aku senangi." Balas siswa tadi.
"Apa! Dia adalah Kimmy Xi orang yang jenius semenjak enam tahun terakhir ini." Beberapa siswa dan siswi menjawab secara bersamaan.
"Yang benar saja! Kalo ada dia kita gak bisa jadi juara kelas lagi nantinya!" tutur orang ini dengan nada geram padaku.
"Kita buat saja dia gak betah di sini apa susahnya sih, lagian dia masih baru di sini," timpal siswa yang berambut pendek itu.
"Caranya gimana, kamu kira kita bisa ngusik dia seenaknya. Dia itu murid kesayangan kepala sekolah sekarang walaupun baru masuk hari ini!" celetuk wanita ini.
"Kita kerjain aja setiap ketemu dia, lama-lama dia gak betah juga kalo terus di bully oleh kita." Saran wanita ini, wanita ini terus saja meracuni pemikiran siswa lain agar mengusik diriku.
"Kamu pikir dia gak bakal ngelaporin kita ke kepala sekolah nantinya! Please deh jangan konyol, dia itu siswa jenius gak mungkinlah bakal diam saja nantinya. Dia juga pasti akan menyiapkan serangan balasan untuk kita!" jawab wanita ini dengan amarah yang mulai meledak-ledak pada wanita berambut pendek itu.
"Sudahlah, aku gak mau ikutan dan gak mau kena masalah nantinya!" siswi ini melanjutkan perkataannya.
"Serah Lo, mau bilang apa gue bodo amat!" balas wanita ini dan berlalu pergi.
Aku hanya bisa tertawa mendengar percakapan anak-anak itu, aku juga senang ternyata masih ada anak yang memiliki otak.
"Hmmm, ternyata wanita tadi pintar juga dan memiliki pemikiran yang normal beda dengan wanita berambut pendek yang terus saja menggunakan otak miringnya untuk menyingkirkan aku. Tapi, jika wanita berambut pendek itu memiliki nyali yang besar dia pasti akan melakukan apa yang sudah dia pikirkan tadi. Sepertinya aku perlu waspada terhadap orang itu." cakapku dalam ragaku.
Kini aku sudah berada di depan pintu kelas, ketua kelas gak berguna itu sudah menunggu diriku di tempat dudukku. Aku sungguh tidak suka dengan cara Dani Zi, dia bukannya menunggu di tempat duduknya.
Aku sangat tidak suka jika ada yang menempati tempat duduk milikku. Apalagi dia adalah orang yang asing bagiku, ku letakkan jurnal itu di bangku ketua kelas dan langsung menyuruh Dani untuk meninggalkan tempat dudukku.
__ADS_1
"Maaf ketua kelas yang terhormat, bisakah Anda menyingkir dari tempat dudukku?" ujarku sembari memadangi wajah Dani.
"Oh ya Nona Kimmy, bisakah kau menemuiku nanti setelah pulang sekolah." Dani mengatakan hal yang membuatku bingung.
"Kenapa orang ini meminta diriku menemuinya setelah pulang sekolah apa yang dia mau dariku, padahal kita tidak saling mengenal akrab satu sama lain."
"Okay, tapi aku tidak suka tempat bising. Jadi kalo bisa cari tempat yang minim orang. Baru aku akan menemui dirimu nantinya!" aku langsung mengajukan syarat pada Dani.
"Aku akan menunggu dirimu di lapangan belakang atau lebih tepatnya lapangan basket. Aku akan memberikan Nona waktu sebanyak tiga menit jadi jangan telat. Aku sangat tidak suka dengan orang yang tidak tepat waktu!" Dani saat itu langsung memberitahukan tempat untuk kita bertemu setelah pulang sekolah.
"Baiklah ketua kelas yang terhormat, aku juga benci menunggu! Jika kamu yang terlambat lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu!" aku mengancam ketua kelas konyol ini.
Setelah lama berbincang-bincang. Akhirnya, Dani meninggalkan tempat dudukku. Akupun langsung mengelap tempat dudukku dan mejanya menggunakan tisu basah yang aku bawa dari rumah. Tentu saja hal ini aku lakukan karena aku benci kotor dan debu, aku hanya takut Dani meninggalkan sesuatu untuk mengusili diriku.
Aku sangat waspada terhadap semua orang apalagi aku adalah murid baru di sini, aku tidak tau mana yang baik dan mana yang memiliki niat buruk kepadaku sebab kekhawatiran ini aku semakin siaga pada setiap orang yang berusaha mendekati aku.
Waktu istirahat tinggal beberapa menit lagi. Kali ini, guru mapel tidak datang untuk mengajar jadi kelas yang aku tempati mendapatkan jam kosong.
Semua murid senang dengan jam kosong, katanya jam kosong lebih menyenangkan daripada hari libur aku juga tidak tau apa alasan beberapa murid mengatakan hal ini.
Maklum saja aku anak yang tidak pernah mendapatkan waktu kosong untuk belajar di sekolah lamaku. Aku selalu mendapatkan pelajaran jika ada guru yang tidak masuk aku akan mencari kelas lain untuk belajar. Ya bisa di bilang aku ini anak yang rajin.
Hai all 🤗
Terimakasih sudah mampir 😊
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, rate 5 dan vote ya 😍
Salam hangat dari author pemula ❤️