
Aku meninggalkan tempat baca karena aku sangat tidak tahan ingin buang air kecil.
"Heemm, maaf Bu. Aku ingin ke kamar mandi sebentar boleh?" aku meminta izin pada salah satu guru yang kebetulan berdiri di dekatku.
"Baiklah, jangan lama-lama. Sebentar lagi kelas akan di mulai dalam beberapa menit lagi." Balas guru ini.
"Iya Bu, terimakasih." Aku berlalu pergi meninggalkan guru itu, semua siswa memandangi diriku termasuk laki-laki yang aku pandangi tadi sewaktu apel pagi.
Saat aku hampir sampai di kamar mandi, ada beberapa anak yang mendekati aku. Anak ini terus mendekat dan aku terus melanjutkan langkah kakiku tanpa menghiraukan keberadaan anak lain ini. Aku tidak pernah memikirkan hal yang buruk pada beberapa orang itu.
Segerombolan anak perempuan ini memotong langkah kakiku, jujur aku sedikit kesal terhadap perbuatan anak-anak ini. Lalu, ada seorang anak perempuan maju mendekati aku. Anak ini memang cantik di lihat dari parasnya.
Anak ini kemudian mulai membuka mulutnya padaku.
"Heh Lo anak barukan! Belagu benar Lo jadi orang sampai-sampai si Dani Zi melirik dirimu." Ujar wanita ini dengan nada kasar.
"Hahaha, sungguh lucu aku tidak mengenalmu dan si Dani, Dani Zi itu! Kenapa kamu melabrakku hanya karena satu lirikan? Sungguh konyol!" aku menjawab perkataan wanita itu dengan nada santai.
"Lo jadi wanita sok banget ya, jangan kira hanya karena Lo murid baru lalu Gue akan melepas Lo begitu saja!" ancam wanita ini padaku.
Aku hanya bisa tertawa mendengar ancaman wanita ini, aku tidak menghiraukan wanita ini aku langsung menepi dan melanjutkan langkah kaki ke arah kamar mandi sebab aku sudah tidak tahan untuk buang air kecil.
Wanita ini malah menghadang diriku menggunakan kakinya. Hal ini, membuat aku hampir saja terjatuh.
Sungguh aku menjadi semakin emosional pada wanita ini. Aku benar-benar ingin membuat wanita ini membayar perbuatannya.
"Hahaha, wanita tak berguna! Begitu saja sudah mau terjatuh." Wanita ini malah menertawai diriku.
Aku menjadi semakin tak terkendali dengan tingkah wanita konyol ini.
"Cukup! Aku tidak pernah mengganggu dirimu kenapa kamu mengganggu diriku!" aku langsung meneriaki wanita ini. Aku sudah tidak perduli lagi dengan pendapat para guru padaku.
__ADS_1
Komplotan wanita ini terus saja membully diriku, aku benar-benar semakin tidak suka dengan kekacauan ini. Akhirnya aku memutuskan untuk teriak sekencang-kencangnya agar orang lain bisa mendengarku.
Kebetulan sekali ada seorang laki-laki yang menghampiri aku. Laki-laki ini menjulurkan tangannya padaku, aku juga langsung memberikan tanganku padanya dan laki-laki ini menarik tanganku hingga aku bangkit.
Ketika aku melihat wajah laki-laki ini dia adalah orang yang aku tatap dengan sangat lama tadi. Aku terkejut melihat wajah laki-laki ini dan wanita itu memasang wajah datar padaku.
Wanita ini malah mendekati laki-laki ini dan bertingkah genit pada laki-laki ini.
"Eh, Dani kenapa kamu ada di sini, apa kamu merindukan aku," wanita ini langsung merubah sikapnya menjadi manis di hadapan Dani Zi.
"Apaan sih, lepas gak genit banget sih jadi cewek." Dani menepis tangan wanita ini.
"Dani jangan kasar dong, aku ini sayang sama kamu masak kamu jahat sama wanita lemah seperti aku," rengek wanita ini.
"Dasar wanita, please jangan genit gue gak suka okay!" teriak Dani pada wanita ini.
"Dani aku masih kurang cantik atau gimana sampai kamu sepertinya sangat tidak menyukaiku." Wanita ini memasang wajah sedih yang membuat diriku semakin muak melihat drama wanita ini.
"Heh wanita, sudah di bantu malah judes gitu. Nyebelin banget!" celetuk Dani padaku.
Aku dengan sengaja mengabaikan perkataan dari Dani padaku karena aku tidak ingin terus berhubungan dengannya. Aku hanya takut wanita gila tadi terus-menerus menghantui kehidupanku yang damai dan tentram ini.
Dani kemudian meninggalkan aku begitu juga wanita gila itu. Tak berapa lama, bel berbunyi sebagai pertanda bahwa waktunya masuk kelas dan menerima pelajaran dari para guru.
Di dalam kamar mandi aku sangat terburu-buru sampai aku hampir terpeleset di dalam kamar mandi, aku memaki diriku yang lumayan ceroboh ini.
"Bodohnya aku," cakap aku.
Aku berlari agar aku tidak terlambat untuk memasuki kelas, jujur aku bingung mau masuk di kelas apa akhirnya aku memilih masuk di kelas yang jaraknya tidak terlalu jauh dariku.
Tanpa memperhatikan sekitar aku langsung masuk dan memilih tempat duduk untuk diriku sendiri, kondisi kelas saat ini sedang sepi tidak ada satu siswapun di dalam kelas ini. Beberapa saat kemudian, kelas ini mulai terisi oleh beberapa siswa.
__ADS_1
Ada beberapa anak yang di panggil oleh guru agar datang ke ruang konseling alias ruang BK. Siswa yang di panggil ini karena membaca buku novel dan ada juga yang membaca komik.
Para siswa yang berada di ruang konseling di kenakan hukuman konyol yaitu, di suruh bernyanyi dan menceritakan apa yang siswa itu baca tadi sewaktu literasi bersama.
Banyak siswa yang menyaksikan hal ini, tentu saja siswa yang tidak kena hukuman menertawai siswa yang terkena hukuman.
Hukum ini menurutku sangat bagus untuk melatih daya ingat yang di miliki oleh siswa dan siswi dari sekolah ini. Peraturan ini sungguh pandai dan bijaksana dalam memanfaatkan keadaan. Selain memberikan efek jera kepada siswa hukuman ini juga mengasah kemampuan siswa.
Aku merasa sangat beruntung bisa bersekolah di sini walaupun usiaku sangat muda dari pada yang lain aku tidak boleh memiliki rasa minder melainkan aku harus memiliki semangat yang membara untuk mencari ilmu di sekolah ini.
Ketika hukuman siswa dan siswi itu selesai, siswa lain mulai memasuki kelasnya. Di posisi lain, tempat duduk yang aku tempati ternyata sudah ada yang menepatinya sejak awal maklum saja aku anak baru jadi tidak tau masalah ini.
Aku di minta pindah dari tempat duduk ini oleh pemiliknya, aku menyikapi orang ini dengan lembut. Aku langsung bangkit dari tempat duduk dan keluar dari kelas ini.
Seharusnya, aku menunggu guru dulu agar aku bisa berkenalan dan menemukan tempat duduk tak bertuan. Akhirnya, ada satu guru yang memanggil namaku.
"Kimmy Xi sini," panggil guru ini dengan nada tinggi.
Aku hanya menganggukkan kepala dan langsung menghampiri guru ini, aku di minta untuk mengikuti kelasnya.
"Kimmy sekarang ikut Ibu ya ke kelas IPA, gimana mau gak?" tanya guru ini.
"Boleh Bu, dengan senang hati aku akan mengikuti kemauan Ibu," jawabku sekaligus menyetujui ajakan guru ini padaku.
Nama guru ini adalah Sinsu Xa, kenapa aku bisa tau nama guru ini karena guru ini menggunakan tanda indentitasnya.
Assalamualaikum Kakak 😊
Apa kabar, terimakasih sudah mampir di lapakku 🤗
Jangan lupa like, komen, rate 5 dan vote juga😁
__ADS_1
Salam hangat dari author pemula ❤️