
Maaf kan aku selalu telat updet
pergantian musim badan ngregesi
berikan vote
bunga
komentar
atau apa biar semangat ...ngat ngat ...tanpa kalian aku tidak ada apa apa ..emmmuiuacch...
salam cinta dan sayangku untuk kalian
Selamat membaca
Angin berhembus pelan suasana di pemakaman Alia sedang berlangsung.
"Kamu bahagia nak," bunda mengusap papan nisan Alia binti Rebo Pawiro.
"Mbak ..." raung Hani.
"Ikhlaskan mbak ...yang sabar," ujar pak ustad.
"Mbak ..." teriak Hani tubuhnya lemas lunglai.
"Han...Han...sadar.." lirih bunda sambil mengoncangkan tubuh Hani.
"Pingsan.," guman bunda.
Beberapa warga membopong tubuh Hani keluar menuju area pemakaman.
"Masukan ke mobil pak,"
Hani pun di masukan ke mobil,bunda pun mengolesi hidung Hani dengan minyak kayu putih.
"Eeegghhh...," lengguh Hani kembali tersadar.
"Mbak Alia...," lirihnya spontan bunda pun merangkul tubuh Hani.
"Sayang ikhlaskan mbak ," bisik bunda.
"Bunda ,"
"Jalan pak.." seru bunda sambil menepuk pundak pak Sopir.
Mobil bunda melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan pemakaman.
"Selamat tinggal nak," bisik bunda. Wanita mana yang tak sedih sebulan dua orang yang begitu di cintai dan mencintai meninggalkannya hancur hati bunda tapi bunda harus tegar ada Hani dan Adit. Direngkuhnya tubuh Hani di ciumi kening putrinya itu.
"Tinggal kamu,nak semangat bunda," guman bunda.Hani pun mendongak di rangkulnya tubuh bunda.
"Mbak semoga tenang di sana,"batin Hani.
Sore menjelang Maghrib akhirnya Adit sampai di rumah bunda betapa kagetnya dia ketika melihat bendera kuning masih tertancap di pagar samping rumah bunda. PP
"Siapa lagi yang meninggal ," batin Adit.
"Bunda Mas Adit datang," lirih Hani setelah mendengar suara mobil Adit.
"Mas Adit..." seru simbok.yang biasa membantu bunda. Aditpun keluar dari mobil di sambut simbok Nah.
"Siapa yang meninggal,mbok tanya Adit.
"Anu ...den....mbak Alia," celetuk mbok Nah.
"Apa....mbok...Alia ..meninggal .." Adit terkejut bukan kepalang.
__ADS_1
"Sugeng..." ratap Adit.
"Bunda...Hani..." sapa Adit ketika masuk ke rumah.
"Biasakan salam ,dit." celetuk bunda .
"Assalamualaikum ," ucap Adit.
"Wa alaikum salam ," jawab berapa orang yang ada rumah.
"Bund..."
"Tak apa dit .semua sudah takdir. Alia sudah bahagia di sana,"jelas bunda kali ini beliau tidak mengeluarkan air matanya.
"Maaf ...bunda ...Adit ikut berbela sungkawa" Adit mengulurkan tangannya kemudian mencium punggung tangan bynda.
"Terimakasih Dit.bagaimana pemakaman disana," tanya bunda.
"Alhamdulillah bunda. semua beres," jelas Adit.
"Yank...." panggil hani.
"Ajak Adit istirahat Han ..," bunda pun menyuruh Hani untuk mengajak Adit untuk ke kamar.
"Mau mandi apa makan dulu.," tawar Hani sambil mengelendot tubuh Adit.
"Kangen yank," bisik Hani.
"Sungguh..." Hani mengalungkan tangannya ke leher Adit dengan berjinjit di kecup.nya bibir Adit dan Adit pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu di balasnya ******* demi ******* hingga menjadi ******* yang menuntut. Tubuh Hani pun di gendongnya di taruh di kasur bersejarah mereka.
"Emmmm...emmmm," guman Adit.
"Aman kan yank," jeda Adit takut dipannya roboh lagi. Hani pun mengangguk .
"Aku kangen," lirih Hani hasrat nya untuk bercinta seakan akan tak terbendung lagi.
"Kenapa malu," tanya Adit membuat pipi Hani merona.
Tangan Hani dengan nakalnya menjentikkan ke perut Adit yang persis roti sobek. Di rabanya perut sixpack itu .
"Masih komplit kan," goda Adit sambil mengelitik telinga hani.
"Mendesah lah sayang aku kangen ," bisik Adit .
Hani dan Adit pun berjalan sesuai alur menikmati ******* demi ******* mereka tak sadar jika kamar Hani tidak kedap suara alhasil bunda sangat malu mendengar jeritan manis Hani dan lolongan serigala kelaparan yang asyik memakan daging.
"mmmmmpppttt..." desah Adit.
"Yank ..aku gak kuat , aku ingin ," jerit Hani tertahan karena mulutnya di sumpal dengan bibir Adit.
"Mmmmmmttt....bareng sayang," Keduanya mencapai nirwana dimana keindahan surgawi di suguhkan benih Adit junior pun tertanam di rahim Hani.
2 jam Hani dan Adit melakukan pertarungan yang hebat membuat kamar Hani tak beraturan dari meja belajar yang miring kursi yang entah kemana bantal berserakan selimut entah ke mana di tambah baju yang di kenakan Hani dan Adit raib di kolong tempat tidur.( Ihhh..jorok othor ga suka ) .
"Terimakasih sayang," ucap Adit mengecup kening Hani yang lemas karena pertandingan yang sangat seru pertandingan tanpa wasit.
Adit pun melangkah mengambil selimut,menutupi tubuh Hani yang polos sedangkan dia ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Eeegghhh..." lengguh Hani. Mata Hani pun mengerjap erjap melihat sekeliling kamar.
"Buset kamar gue," kaget Hani menatap kamar nya yang berantakan.
"Aaaa..." teriak Hani memandang tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun.
"Kenapa sayang." tanya Adit yang tergopoh gopoh selesai mandi.
"Hebat ya yank kita." cubit Hani dan Hani hanya melengos malu.
__ADS_1
"Hani pun menatap tubuh sang suami yang masih mengenakan handuk sebatas pinggang. Air liurnya bener benar menetes melihat tubuh itu.
"Aaaachhh...," batin Hani otaknya sudah terkontaminasi.
"Yank ...mandi gih ...bunda dah nunggu nich., bujuk Adit. atau jangan jangan minta lagi,"
Pipi Hani merona siapa sich yang tak mau dengan sosok Adit .kaya mapan gagah perkasa hanya milik Hani seorang.
Adit menuntun Hani ke kamar mandi seperti biasa kiper yang selalu ke golan gawangnya beberapa kali karena di hadapkan pemain penyerang yang handal.
"Sakit ..."
"Nganjel yank." Rajuk Hani.
"Tambah lagi ya...biar plong gitu."
(nganjel bahasa apaan sich Han.) othor kepo.
( uuuhhh..othor mau tau aja).
Setengah jam mereka ada di kamar mandi.
skip
skip
jangan traveling ya...
"Gila ....mantunya bunda dahsyat..." bisik bisik tetangga pun mengalir bunda yang sedari tadi menahan malu karena ulah mantu dan anak perempuannya.
"Mantunya bunda yang mana ," kepo salah satu tetangga yang ikut tahlilan.
"Jeritan Hani erotis," ceplos ibu May .
"Edyan...besok.pagi di tukang sayur ada infotainment," batin bunda.
"Ya udah bunda kami pamit," ibu dan bapak bapak pun berpamitan di karenakan tahlilan sudah selesai.
"Loh....bunda ko sudah pulang." tanya Hani bengong.
"Lain kali kalo menjerit di sumpal tu mulut." Rajuk bunda pura pura marah.
"Malu tau," mbok nah yang melihat hanya nyengir melihat bunda merajuk kesal sama Adit dan hani.
"loh...Adit salah apa bunda," tanya Adit.
"Banyak...malu maluin," omel.bunda .
"Apa sih ...mbok nah." tanya Hani yang melirik mbok nah membereskan gelas dan piring saji.
"Malu maluin," omel bunda.
"Apa sih bunda Hani ga tau," Hani pun.kesel mendengar bunda nya marah marah ga jelas .
"Malu maluin tau.," omel bunda sekali lagi dalam hati bunda terpingkal pingkal. anak dan menantu.ya hebat dan bodoh.
Hani pun membantu mbok nah.tapi sebenarnya Hani hanya modus ingin tau apa yang terjadi .Mbok nah pun bercerita tadi ada lolongan serigala jeritan minta tolong jangan dilepas.ha...ha..
"Oupss...yank...jerit Hani malu setengah mati.
"Kamu sih," Hani melempar kulit kacang ke tubuh Adit sambil tersenyum.malu dan yang pasti malu maluin . dan apa yang terjadi keesokan harinya.
Terimakasih telah membaca
jangan.lupa tinggalkan jejak ya
salam eeemuuach
__ADS_1