Malam Pertama Dengan Bos Papa

Malam Pertama Dengan Bos Papa
Bab 31


__ADS_3

Prayudi menandAtangani surat perjanjian dengan menjaminkan dirinya sendiri.


"Ingat ...aku akan tuntut kalian" geram prayudi.


"Silahkan bapak tuntut ...kami tidak takut " sambut salah satu petugas yang memvidio Adit dan Hani.


"Jika kalian tidak dipecat minimal keluarga kalian akan celaka," amcam Prayudi. Siapa yang tak kenal Prayudi seorang CEO terkemuka di Asia dengan sosok yang dingin dan arogant tapi tidak jika di hadapkan dengan seorang gadis yang berumur 19 tahun siapa lagi kalo bukan Daramitha. Gadis yang sengaja di gadaikan ibunya untuk menebus hutangnya.


"Kau kira aku takut hhhh aku tunggu tantanganmu," jawab petugas itu sedikit membentak tapi tidak dengan komandan yang tertunduk tak berani memperlihatkan mukanya.


"Tunggu saja." ketus Prayudi.


Tak berapa lama Adit dan Hani di lepaskan tapi mereka harus wajib lapor seminggu sekali.


"Gila kami swami istri kenapa harus lapor" keluh Adit yang tidak mau berdebat.


"Elu Dit CEO ternama sewa hotel saja ga mampu," sindir Prayudi.


"Bukan begitu,Yud badanku sudah capek lelah aku juga ngikut bumil tau sendiri kalao ga diturut," jelas Adit.


"Dah...dah merepotkan saja,"


"Sayang kamu menginap di mana," tanya Prayudi yang sedari tadi melirik Dara kekasihnya.


"Aku..."


"Iya...kekasihku kamu memang siapa lagi," ketus Prayudi tangan kanan nya mengacak acak rambut Dara.


"Ih...apa an sich ..rusak tau rambut Dara," protes Dara manyun.

__ADS_1


"Bikin gemes ajja ..." bisik Prayudi tal lupa menjawil dagu Dara menbuat sang empu semakin cemberut.


"Sana gih pulang ada tante Kiara kan," lirih Dara menahan rasa gemuruh di dada karena cemburu.


"Pulang nich ...mas, " godanya.


"Ayok pak Adit Hani kita pulang," kilah Dara mencoba mengabaikan godaan Prayudi.


" Trimakasih ya om " ucap Hani sembari megulurkan tangan dan di sambut Prayudi dengan senyum. Adit dan Hani pun bernafas lega bagaimana tidak harusnya di Jogja menjadi tempat bulan madu tapi banyak terjadi drama tanpa skenario yang menyedihkan. Dari ketemu Deddy tragedi masuk rumah sakit hingga di tangkep nginep di hotel Arjuna.


Akhirnya mereka meninggalkan kantor polisi . Setibanya di rumah om Prayudi yang ikut mengantar pamit pulang, ada ketidak relaan berpisah dengan Dara tapi hape Prayudi sudah menjerit jerit.


"Sayang...mas pulang ya," pamitnya pada Dara.


"Cie...cie yang enggan ditinggalkan besok beli alteko dara," ledek Hani di sambut cekikikan Adit sedangkan Prayudi tersenyum kecut beda dengan Dara yang tampak malu malu.


Prayudi meninggalkan rumah Adit menuju Hotel di mana ia menginap.


"Ga pa pa mbok.. tolong bikinkan aku kopi jangan lupa susu buat mereka berdua" titah Adit.


"Aku ke kamar ya Ra"lanjut Hani yang merasa badannya sangat lengket kemudian dia masuk kamar mandi diputarnya kran di basuhnya seluruh badannya.


Pagi merayap menggantikan sang malam.Matahari mulai bertahta sedAngkan rembulan kembali ke peraduan. Sebuah mobil pajero hitam pun terparkir sempurna di samping rumah Adit.dan dua laki laki gagah muncul dari mobil.


Dengan langkah tergesa gesa 2 laki laki itupun mengetuk pintu berharap ada yang membukakan dengan cepat. Rasa kantuk lelah terpancar dari wajah dua pria itu siapa lagi kalau kalau bukan Herlan dan Aris yang sengaja ke Jogja untuk mengurus Adit dan Hani.


"Mikum..." gedor Herlan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Tak selang berapa lama seorang wanita tua membukakan pintu.


"Mas berdua cari siapa," tanya mbok Sabar.

__ADS_1


Herlan masuk ke rumah tanpa basa basi membuat mbok sabar binggung. Mbok sabar menahan amarah saat tamunya menyelonong masuk tanpa permisi.


"Maaf ..mbok dia adiknya pak Adit," jelas Aris yang seakan akan tahu isi hati mbok sabar.


"Bapak dan eneng susah pulang mas," kata mbik sabar.


"Tolong buatin teh buat mas Herlan," seru Aris. Mbok sabar menggangguk lalu meninggalkan Herlan dan Aris .


"Hhhhhh...kayak orang ga punya duit ajja, keluh Herlan. Bikin susah semua orang, bagaimana kalo bunda terus ke sini," gerutu Herlan yang dari tadi di awasi Adit di balik tangga.


"Sudah ngomelnya,seru Adit yang datang dari kamarnya. Sudah istirahat sana kamu pasti bawa surat nikahku kan," tanya Adit.


"Tentulah. besok lagi kalo ada kejadian begini aku ga mau nolongin," ketus Herlan. Sang kakak hanya tersenyum. Kayak orang ga punya duit nyewa hotel remang remang" lanjutnya.


"Dah istirahat sono. awas jangan salah kamar ada Dara di sini," jelas Adit.


Mata Herlan melotot saat mendengar nama Dara.


"Dara" pekik Herlan raut muka yang tadinya masam berubah menjadi binar. Gadis kecil yang pernah membuatnya nervous berat. Gadis biru putih yang selalu di kepang dua tersenyum manis ketika berpapasan dengannya.


"Awas kamu milik om prayudi," Adit mengingatkan Herlan supaya tidak menganggu.


Hai..hai...


Maaf aku pundungnya lama ya ...


doain ajja ya bisa updet tiap hari


like

__ADS_1


vote


koment


__ADS_2