
Terimakasih
berikan dukungan nya
jangan lupa vote
komentar
bunga ato ngajak ngopi ngopi gitu
selamat membaca
Hari berganti pagi matahari mulai menerobos jendela kamar hani.dan seperti biasa seakan akan menjadi candu buat mereka berdua habis subuh berolahraga tanpa pemanasan.
Bunda dan mbok nah asyik di dapur sedangkan Hani dan Adit dengan rambut basah keluar dari kamar sambil nyengir kuda.
"Bunda hari ini Adit pulang," pamit Adit.
"Malu maluin ..," omel bunda yang masih jengkel dengan polah ke duanya.
"Apaan sih bunda," lirih Hani menunduk.
"Sono gih ke tukang sayur ..." perintah bunda sambil memberikan catatan sayur yang akan di beli. Adit pun duduk di meja makan menyesap susu panas sedangkan Hani berlari kecil menuju tukang sayur yang mana sudah ada kelompok ibu ibu yang menggibah.
"Bang tadi malam di rumah bunda ada lolongan serigala ," bisik Bu Wati tukang ember di komplek bunda.
"malu maluin tau...tapi aku mau loh." celoteh Bu Andar dan Hani hanya menunduk mukanya merah menahan malu.
"Neng ...Hani mas Adit dahsyat ya ...gempanya berapa skala Richter mbak ," tanya Bu RT dengan kepo ya.
"Ha...ha...." gelak tawa di sambut para ibu yang sibuk ngegibahin Hani dan adit. Hani hanya tersenyum kecut menatap ibu ibu ingin lari tapi kembalian belanja belum di kasihkan.
"iiihh...malu maluin saja," Hani menghela nafas mukanya serasa di lempari tomat .
"Permisi ibu...ibu.." pamit Hani sambil menenteng belanjaannya.
"Bunda....bunda...Hani di bully hikz. ...hiks ..," isak Hani manja.
"Aaarrrrggg.." desah Hani kasar di banting ya bawaan sayuran di meja.
"Bunda sengaja kan ," lirih Hani. Tanpa basa basi bunda tertawa di sambut mbok nah yang cekikikan.
"Bunda kenapa tertawa," tanya Hani manyun. Dan Adit pun tersenyum kecut memandang Hani.
"Makanya tau waktu dan tempat," omel bunda. Hani dan Aditpun.segera menyadari kesalahannya mereka menunduk tapi kemudian.
"piss bunda," seru mereka bersamaan.
"Kami mau bulan madu ke Jogja , bunda mau ikut tidak ," ajak Hani diikuti senyum.simpulnya .
"Kalau bunda ikut...ntar ga jadi dech bikin adonan kuenya," sela bunda.
"Apaan sih bunda Hani tu masih mau kuliah tau ngga bunda." rajuk Hani.
Adit kaget saat Hani mengajukan ingin kuliah.Tak terpikirkan olehnya bahwa istri kecilnya kuliah bisa berabe banyak cowok yang naksir secara Hani pandai bergaul. Walaupun pipinya chubby tapi nggemesin.
"No...no...kalo kamu kuliah aku harus pindah juga," seru pak Adit posesif.
"Gila kamu yank ..masak iya dikinthil mulu," sarkas Hani.
__ADS_1
"Bodo...mulai besok aku mau Risen dari SMU. Biar aku bisa ngawasi kamu,"
"Apaan sih yank...segitunya ," mulut Hani pun manyun.
"Kok ...manyun...jadi gemes..." cubit Adit.
"Sakit tau ...yank.." jerit Hani membuat bunda dan mbok nah tertawa.
"Sudah ...sudah kayak anak.kecil," lerai bunda sambil menata makanan.
"O ya bunda ....bunda tinggal di rumah Adit ya, biar rame," Adit berusaha membujuk mertuanya. dan bunda pun hanya tersenyum.
"Ngga lah,dit,tolak bunda. Ada mbok nah menemani bunda,"
"Tapi ...bunda...benar kata mas Adit."
"Kamu ada mau ya Han," delik.bunda.
"Biar gak.masak," ceplos Hani dengan pamer giginya.
"Dasar.." bunda melempar serbet ke muka Hani.
"Yah ...bunda serbet kotorkan."
"Ha...ha..." tawa bunda mengema diikuti mbok nah.
"Mbok makan bersama yuk," ajak bunda. Kami memang tidak pernah membedakan antara pembantu dan majikan.
"Duduk sini,mbok," Adit mengeser kursi di dekat bunda.
"Terimakasih den ," ucap mbok nah malu.
"Akhirnya... satu bulan ini sangat melelahkan," keluh Adit.
Aditpun menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi pojok tempat kesukaannya.
Hani pun menyusul duduk di samping Adit dengan cepat direngkuhnya tubuh Hani.
"Emmmm...aku kangen bau harum tubuhmu," Endus Adit.
"Geli...tau..!" manja Hani dengan tangannya
yang tak tinggal diam.
"Herlan ke mana,yank?," tanya Hani mencoba mengalihkan perhatian nya.
"Semalem kurang, yank," goda Adit.
"Apaan,sih," Hani mendorong tubuh Adit ke belakang kemudian diapun menuju kamar Sugeng.
Jeklek
Diamatinya tiap sudut ruangan seakan akan matanya yang tajam ingin menangkap tikus yang berkeliaran. Mana mungkin ada tikus,othor ada ada saja.
"Heeeeeehhh," Hani menghela nafas panjang. Didekatinya sudut ranjang dimana 2 almarhum pernah menjalin kasih yang terlarang.
"Mbak...." lirih Hani sendu.
Hani pun duduk di pinggir dipan bayangan Sugeng dan Alia yang menari nari di depan matanya.
__ADS_1
"Kok tiba tiba pusing ya aku," batin Hani sambil memijat keningnya sendiri. Direbahkan tubuhnya di ranjang itu hingga terlelap meninggalkan Adit sendirian.
"Kemana coba istriku," batin Adit kebingungan. Baru juga di tinggal lain kamar,Dit.
Aditpun melirik jam tangannya.
"Hemmmm...aku harus nyari asisten baru, batin adit. Siapa yang jadi tangan kananku jika aku mengajar," guman Adit dalam hati.
Diapun masuk ruang kerjanya.
Krinnng....kring....kring...suara ponsel Adit berbunyi.
"Hallo..." sapa seseorang di sebrang.
"Iya,hallo...ada apa her," balas Adit setelah mengetahui yang telpon adalah Herlan.
"Mas aku ikut berbelasungkawa ya. Ngomong ngomong aku aku mengirimkan data orang orang yang mau jadi asisten,mas," terang Herlan.
"Waooow...gercep sekali kamu,"kejut Adit.
"Iya dong," seru Herlan tersenyum puas.
"Good job adikku,"
"Thanks mas bro,"
Tut...Tut...Tut...
"Sialan kalo matiin hape ga bilang bilang," umpat Adit.
"Adikku memang pantas di harapkan," batin Adit .
Aditpun duduk di kursi singasananya sambil menghela nafas dibukanya laptopnya satu persatu di bacanya data data calon asistennya.
"Kayaknya ini cocok, tinggi,cool,prefect, lulusan dari Austria lagi"
Aditpun mencoba menghubungi Herlan lagi.
"Hallo Her," sapa Adit
Ya,mas. aku sudah baca file nya tolong kamu hubungi dia.aku mengirim data yang kupilih padamu,"
"Siap mas. ngomong ngomong ga jadi nich bulan madu ke Jogja," goda Herlan.
"Dah bulan madunya di rumah saja,tenang saja aku pulang sebulan lagi ko," kekeh Herlan di sebrang telpon.
"Dasar...au...Au...pinggangku," keluh Adit.
"Kebanyakan sih," goda Herlan di sambut tawa Adit.
"Beneran sakit her," keluh Adit dan di tanggapi dengan tawa Herlan.
Aditpun mematikan telponnya terus di carinya istri kecilnya di kamar yang ternyata tidak ada.
"Kemana anak itu," gusar Adit.
"Han...Hani di mana kamu sayang..
Han..," panggil Adit suaranya menggema di seluruh rumah tapi yang di panggil tertidur lelap memeluk guling.
__ADS_1
Tinggal kamar Sugeng yang belum di bukanya. Ada was was ketika ingin memasuki kamar sugeng.Adit memang bos seorang guru pula tapi dia paling benci dengan hantu bikin merinding saja.