
Dara pun berpamitan karena jam 4 sudah ada janji dengan prayudi. Tak lama sepeninggal Dara,Adit pun datang.
"Assalamu alaikum.." ucap Adit.
"Wa alaikum salam udah pulang..buruan beresin ruang tamu jijik aku melihatnya." cerocos Hani dengan berkacak pinggang.
"Itu sapu yang bersih terus dipel ...jangan lupa kulit kacang dimasukan dalam kresek..terus dibuang ke tempat sampah, aku mau mandi, ingat jangan masuk kamar sebelum beres." perintah Hani dengan ketusnya.
"Tapi sayang aku capek...istirahat sebentar saja ya, " bujuk Adit memelas. Dan hani melotot.
"Engga ...pokoknya sekarang," teriak hani dengan menghentak hentakan kakinya.
Hani pun berlalu dengan muka masam.
Aditpun melaksanakan titah sang ratu di kendorkan dasinya dan di singsingkan lengan bajunya di taruhnya jas nya. Aow...aura ketampanan nya keluar.
Satu jam dia kelar dengan sapu dan gagang pelnya tak lupa satu kresek besar sudah teronggok di tempat sampah.
"Suamiku...teriak Hani. pingin martabak deket restomu," imbuhnya.
"Sayang ...biarkan aku istirahat sebentar," keluh Adit.
"Engga boleh ...tiba tiba air mata hani keluar begitu derasnya.
"Eh...ko nangis..."
"Stop jangan dekat dekat nanti Hani hamil lagi,"
"Hhhhhh.." Adit menahan geli ingin tertawa tapi takut dosa.
"Aku mau sekarang...terus salam buat abang martabak," mata adit membelalak bisa bisa nya istrinya mengirim salam buat penjual itu.
"Eh...bilang juga I love you sama istrinya jangan lupa di vidio biar aku bisa liat," imbuh Hani.
"Tapi...sayang..."
"Udah buruan Hani lapar,"
"Iya..iya..." gerutu Adit. Entah mengapa hari ini adit yang terkenal tegas dan tidak mau di atur kini berubah.
Adit pun mengeluarkan motor maticnya tapi tiba tiba hani dengan cepat menghadangnya.
"Aku ikut.."Segera hani membonceng Adit.
"Kok ngga jalan," serunya.
"Ganti baju dulu," lirih Adit.
"Kenapa ada yang salah" jawab Hani.
Tanpa ada rasa bersalah ternyata hani masih menggunakan kimono. hani pun menatap tubuhnya kemudian menepuk jidatnya.
"Ya ampun " kekeh hani sambil berlari masuk kedalam rumah.
Dengan cepat hani berganti pakaian.
"Heeemmm...mas Adit ga usah mandi ya," bisik Hani sambil melingkarkan tangannya ke perut.
"Heeem" jawab Adit singkat.
"Kamu wangi banget, kayak gini kelihatan keren, rajuk Hani membuat Adit menggangga.
"Bau begini di bilang wangi, aku saja jijik." batinnya tapi bahagia di sentuh istri tercintah.
"Habis beli martabak terus duduk di taman kita pacaran, yuk" ajak Hani lirih.
Adit menggangguk bahagia tidak di bentak bentak lagi.
"Tu...tu ...penjualnya.." tunjuk hani. Adit menepikan motornya dan menaruh helmnya di stang, para wanita yang melihatnya menatapnya takjub. Hani yang sadar cuma merenggut." Besok tidak usah bawa motor," gerutu hani.
__ADS_1
"Ayo...mas yang pesen ...jangan diam terus minta ke abangnya,"
"I...ya,"
Hani pun mengeluarkan ponselnya hendak memvidio Adit.
"Martabak manis satu bang." pesan Adit.
"Kok manis sih. martabak telur maunya asin," tegas Hani. sepuluh porsi bang, buruan bilang ke istri Abangnya yang romantis ya," teriak Hani.
"Istrinya Hamil ya pak," bisik Abang martabak.
"Haaa..miiil..." Adit baru ingat kemaren di test positif. Eeegggghhh...itu istri abang ya,"
"Iya.." jawab abang martabak.
Aditpun mendekati istri penjual itu kemudian di sahutnya tangannya tubuhnya ia bungkukkan.
"I love you," ucap Adit.
"Apa apaan ini," teriak penjual martabak
Buggg...
Des...
"Setop..." teriak Hani. Abang tega suamiku babak belur," sarkas hani.
"Pegang ..pegang istri orang," bentaknya. Kamu lagi kenapa di cium Diem," bentak penjual martAbak cemburu.
"Ganteng bang ," kekeh istrinya.
"Mas tidak napa napa kan," tanya Hani. Kenapa Abang tega hhhh... itukan permintaan Hani," kesal hani.
"Maaf bang tadi permintaan istri saya" lirih Adit meratapi wajahnya yang bonyok bonyok.
"Kan mas bisa minta ijin dulu." jawab Abangnya.
"Hani ga mau makan lagi," hentak hani sambil berlari meninggalkannya.
"Eh...sayang, jangan lari lari,"
"Mas...mas ...gimana pesanananya"
Dengan tergesa Adit mendekati sang penjual dan mengeluarkan uang berwarna merah lima lembar.
"Cukup.kan bang ...terus tolong bagikan di sebrang sana,"
"Kebanyakan mas"
Rejeky abang" kata Adit dengan sedikit berlalu.
Pembeli yang menyaksikan drama Hani pun geleng geleng kepala tak habis pikir ngidam sampai segitunya.
"Sayang.. lirih Adit naik yuk..biar mas Antar,"
Seketika kemarahan Hani hilang raut mukanya berubah.
"Pingin naik bianglala, boleh ya," pinta hani menunjuk bayangan bianglala yang tampak bulat.
"Jauh sayang ...lagian ini jam 9 tak baik lho ibu hamil keluar malem malem." jelas Adit.
Dasar Hani mulutnya manyun.
"Hani teriak nich,"
"Eh....ehhhh...jangan...Aditpun menghela nafas panjang.
"Capek ..." keluh Adit.
__ADS_1
"Capek..hhhh...gitu aja ngeluh ini juga bukan kemauan hani ...ini kemauan a..." ceplos hani.
"Sudah ke dokter " tanya Adit dan Hani cuma menggangguk.
"Tadi sama dara, lirihnya. janji ya nuruti kemauan hani,"
"Siap boss ..."
Hani pun tersenyum manja, mereka pun menujy ke arah pasar malam tentu saja ia tidak ingin anaknya ngeces.
Dua jam mereka bergandengan tangan menaiki berbagai wahana membuat hani berbunga bunga apalagi adit membelikan arum manis seharga 10 ribuan soosweet banget.
"Terus kita kemana," tanya Adit.
"Mau tidur ke rumah Dara" bisik Hani membuat sedikit terkejut.
"Tapi sayang"
"D A R A ..." tekannya terus pingin vc ma sashy.
"Pingin liat om prayudi di dandani pake daster"
Adit melonggo segitunya istrinya ngidam.
"Okey...okey...memang sudah lama tidak berjumpa dengan Om prayudi.
"Kapan lagi ngerjain pemilik M&M pengusaha kosmetik terkenal" batin Adit dengan senyum smirknya.
"Tapi tidak tau alamat Dara,"
"Telpon Dara sayang ..suruh serlok"
"Okey.."
Dara calling...
"Hallo.."
"I ya kenapa Han,"
"Ngapain terengah engah gitu;"
"Ssttt...ada om prayudi lirih Dara.
"Bagus dong ...aku kesana serlok segera."
"Tapi Han"
"Kamu tega...Hani pun memgeluarkan drama tangisnya tentu saja Dara ga tega mengingat kejadian siang tadi.
"iya...iya ku serlok" jengkel Dara.
"Siapa sih sayang" tanya Yudi memeluk pinggang Dara yang tertutup selimut.
"Ibu hamil mau ke sini ada perlu dengan om prayudi,"
"Ehhh...ko aku..siapa yang hamil ...wah tidak beres ini," seru Yudi.
"Ga tau" jawab Dara sambil mengendikan bahunya.
Ting..ting..ting..tong..
"Nach itu pasti hani.." Dara pun ingin keluar tapi Yudi mencekal tubuh Dara.
"Pake baju dulu ..."
"Hhhhh...hiya..." Dara pun tersenyum malu.
"Biar aku yang buka pintu. kamu mandi dulu gih," balas Yudi menyibakkan selimutnya kemudian memakai bajunya .( Hayo pada ngapain).
__ADS_1
Hallo...hallo maafken daku yang selalu telat updet jujur aku selalu di kata katain ndekem main hape padahal aku nulis kaya gini demi cuan mohon dukungannya readers ya ...semangatmu buat othor..
Mohon maaf kesalahan daku insa alloh puasa tetep updet