
koment
vote
like
makasic ya bikin aku semangat..
"Duch...Ded...mas Adit...buruan sembunyi di kamar mandi," lirih Hani. Deddy kebingungan buru buru dia ke toilet.
"Hpku Han." bisik Deddy.
"Udah sana sembunyi "Segera Hani menaruh hp di balik bantalnya.
"Nich ..pesanan mu" Adit menyodorkan satu kresek hitam berisi pesanan Hani.
"Mas Adit makan ya, beberapa Hari ini mas Adit jarang makan ma aku kesian tu kelingkingnya kurus," goda hani mengerlingkan matanya. Hani pun membuka ayam goreng itu di lumurinya dengan sambel kemerahan.
"Astaga yank....itu buat aku," sela Adit.
"Iya...kenapa mau tambah sambel lagi,"
"Ennnggg...engga ...yank itu saja sudah cukup," lirih Adit. Auto mencret ini mah" batin Adit.
"Kenapa ga mau ya," Hani pura pura merajuk, Hei yang di dalam taoilet jangan senyum senyum dong entar gantian disiksa baru tau rasa lu.
Deeeerrtt..
Deeerrtt
Ponsel Deddy bergetar saat Adit berada di suapan ke dua.
Bila yang tertulis untukku
adalah yang terbaik untukmu
kan ku jadikan kenangan yang terindah
"Kenapa sih bunyi" batin Hani was was lupa di mode silent.
"Ganti nada sambung kamu" tanya Adit.
"Engga..eh...iya..sahut Hani cepat berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.
"Kenapa kamu gugup " tanya Adit.
"Haiya...tadi suster jaga ke sini tak kira hantu soalnya pake pakaian putih putih," kata Hani dengan tak jelasnya, ialah Han suster pakaiannya putih kalo coklat itu guru Han.
"Gua tabok lu Han " /othor
"Ya Alloh ampuni dosa dosa Othor karena Hani cuma ciptaan othor" hati hani berbisik .
"Duch...kenapa berswara sih?" batin Hani ketika Adit lenggah Hani merogoh ponsel Deddy di kecilkan volume hpnya.
"Ko kusut gitu nich, makanan nya taroh mana," sodor Adit.
"Mas Adit saja dech yang maem, Hani dah ken-"
"What..potong Adit melotot tak percaya perjuangan mencari ayam goreng dari satu tenda ke tenda lain tidak di sentuhnya sama sekali.
__ADS_1
"Hani sudah kenyang.."
"Kan belum maem"
"Tu ...sahut Hani sambil menunjuk infus yang tergantung di atas kepalanya.
"Nambah cairan sayang"
"Tapi Hani sudah kenyang"
"Tapi sayang..."
"Pokoknya Hani sudah kenyang itu ayam buat mas Adit saja" sunggut Hani. Ya ampun dit memang ibu hamil itu Maha benar jangan sesekali melanggar perintahnya. Ayo makan buruan di habisin mubadzir lo. Setelah makan Ayam 5 potong Adit menguap mungkin rasa capek hinggap di tubuhnya.
"Mas istirahat gih di pojok sofa itu" tunjuk Hani.
Adit berjalan mendekati sofa lalu menjatuhkan tubuhnya di tempat itu tak lama terdengar gemeretuk giginya pertanda dia sudah tidur pulas membuat Hani manyun menahan malu. Deddy memgintip Adit sekiranya aman dia keluar kalo ngga apes buat dia sampai pagi
ngejogrok di kamar mandi dengan ciri khas bau rumah sakit yang bikin perut mules mules. Ia mengkibaskan celananya pakai tangannya seolah olah ada debu yang hinggap padahal bau kamar mandi heeek.
"Sudah aman " lirih Hani. Kamu sih datang ke sini segala"
"Ya namanya kangen bumil"jawab Deddy mengerlingkan matanya.
"Sono buruan pulang teruz mandi bau pesing tu.." canda Hani.
"Iya ...bye bumil cantik ...happy nice dream" ucap Deddy tak lupa meminta ponsel dan tangan kanannya membentuk simbol saranghe.
"Iiiihh..." Hani tersipu malu pipinya mengembang kemerahan kaya tomat baru saja dipetik.dari pohonnya.
Seminggu sudah Hani di rawat di rumah sakit begitupula Deddy diam diam mengunjungi Hani tanpa sepengetahuan Adit.
"Silahkan bapak selesaikan administrasinya dulu"
"Haaa...iya kelupaan ...Adit tepok jidat tapi sesampainya dia di ruang Admin ia kaget ternyata biaaya rumah sakit lunas.
"Siapa yang bayar mbak" tanya adit penasaran.
"Suaminya ibu Hani pak.." terang suster.
"Lah saya suaminya" kedua suster itu saling melirik mungkin di benak mereka Hani melakukan poliandri.
❤❤
"Waow...indah sekali ...beli atu mas rumahnya jangan cuma di kontrak" celoteh Hani ia pun lonjak ke arah Adit untungnya swaminya sigap menangkap tubuhnya.
"Awas...sayang..hati hati" ucap Adit takut istrinys jatuh lagi.
"Norak amat"batin Sania sinis yang melihat keuwuan majikannya.
"Hei aku tau apa yang kamu pikirkan tante Sania"
"What!!!!! mata Sania terbelalak mukanys merah menahan amarah. kapan gue kawin ma mamang elu." Sania mengepalkan tangan dengan menatap tajam Hani.
"Kamu sendirian di rumah ga pa pa" tanya Adit
"Mas ...rencananya mau beli lahan di sini kita bangun resto"
"Benarkah" raut wajah Hani berbinar mendengar ucapan Adit.
__ADS_1
"Yes ..kita tinggal di sini" batin Hani kegirangan.
"Cihhhh...mau selingkuh" cibir Sania.Awas ku bongkar jika aku sudah dapat bukti,"guman Sania dengan sengit.
"Apaan sih...kamu cemburu kamu orang baru ya" Tatapan hani dan Sania beradu seakan akan mereka berbicara dengan badai listrik tegangan tinggi.
"Ingat suatu saat pak Adit akan menceraikanmu dan aku bebas memilikinya."
"Ga akan aku ga akan melepas Adit dan aku juga ga akan melepas Deddy."
"Huuuhh...maruk..." seru Sania membuat kaget Hani dan Adit.
"Kenapa San?" tanya Adit ramah.
"Anu ...pak...anu..."Sania kelimpungan menjawabnya.
Hani tersenyum smirk menatap Sania.
"Awas kamu" ancam sania sambil berpamitan kepada Hani.
"Bye...sayang hati hati I love you teriak Hani.
"love you more honey..." jawab Adit sambil melambaikan tangannya.
Mobil baru berwarna metalik kekuar dari vila di wilayah Nglanggeran sebuah bukit eksotif dengan pegunungan yang terjal pohon yang masih hijau mengelilinginya.
"Assalamu Alaikum" sapa Hani membuka pintu rumah.
"Wa alaikum salam" jawab seorang mbah mbah .
"Ibu Hani ya ...masih muda ternyata, kenalkan saya yang sering membersihkan vila ini" terang mbah Sabariah.
"Jangan panggil ibu dong mbah kerasa sudah tua panggil Neng saja " sahut Hani ramah.
"Maaf buk...eh ..neng.." ucap mbah Sabariah namanya karena mas Adit sudah bercerita pada Hani.
"Berat neng...biar mbah yang bawa" Mbok Sabar menawarkan diri untuk membantu Hani membawa kopernya.
"Engga ko mbah.. " tolak Hani halus.
"Mbah bisa masak" tanya Hani.
"Bisa neng kebetulan mbah masak sayur bening bayem ma nggoreng tempe."
Hani memakan dengan lahap simbah tersenyum melihat kelakuan Hani.
"Alhamdulliilah...kenyang" ucap Hani mengusap perutnya.
"Mbah aku ke kamar dulu ya" pamit Hani dianggukin kepala mbah Sabariah.
"Wuuuiihh...mscal dari Deddy banyak amat" batin Hani. Buka ach ...siapa tau ada gombalan receh " guman Hani. Hani menyandarkan diri di tepi nakas. Baru mau terlelap tiba tiba mobil warna metalik mengkagetkan Hani.
Hayo siapa yang datang ya
ketik komentar
love
vote
__ADS_1
atau apa dech