
Tinggalkan jejak
like
vote
koment
"Hoam..." Hani menguap.siapa sih berisik pagi pagi ga tau ya kalo badan ku capek semua," batin Hani mengeluh.
"Pusing..." keluh Hani memijit mijit kepalanya.
"Mas ..." teriak Hani memanggil. Adit yang mendengar teriakan tarsanwati segera menghampiri isteri tercinta.
"Pusing banget.." keluh Hani.
"Ada apa sayang," Adit meraba raba kening Hani di gerakan tangannya dengan lembut. Sang bumil pun merasa keenakan dengan pijatan lembut swami. Mata yang tadinya mengerjap kini tertutup kembali.
"Yah...dia tidur," lirih Adit. Dia pun membenarkan selimutnya kemudian ke kamar mandi beraktivitas seperti biasa di pagi hari. Lalu berpakaian rapi menemui Herlan dan Aris yang sudah siap untuk pergi ke kantor polisi.
***
Di kantor polisi
Adit menyerahkan bukti bahwa ia dan Hani adalah pasangan swami istri taklupa ia bawa vidio dan foto foto manten mereka.
"Puas ! mana petugas yang memvidio kakakku" bentak Herlan matanya berubah merah menyala dan tangannya mengepal ingin sekali menerkam pria yang di depannya yang kebetulan Herlan l, Adit, dan Aris belum sarapan.
"Maaf pak, bisa saya bantu," tanya salah satu petugas.
"Kami mau menuntut orang yang memvidio kakak saya," jelas Herlan lantang.
Adit menyodorkan berkas berkas mereka. Petugas menerima dan membaca berkas Adit. Kepalanya mengangguk angguk tapi mukanya tiba tiba pucat saat melihat dokumen asli pernikahan Adit dan Hani.
"Sial...ternyata benar apa yang di katakan mereka," umpat petugas itu berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.
__ADS_1
"Maafkan kami, pak," sela di antara mereka.
"Kamu harus menghapus sekarang juga vidiomu dan klarifikasi atau kamu kehilangan pekerjaan mu! seru Herlan lantang. Kalian tau, siapa yang kalian hadapi, sama seperti Prayudi dia pemilik saham terbesar di sini," terang Herlan begitu geram.
"Sudahlah Her, yang penting bagiku vidio itu di hapus dan mereka minta maaf" kilah Adit.
"Ya...ya...ya...dengerkan masku memang baik, segera buat klarifikasi kalau tidak aku akan mendatangkan 100 pengacara"tekan Herlan.
Di twmpat yang lain
"Apa apaan ini" teriak Deddy membanting hape ya saat melihat vidio Adit dan Hani. Arrrggg..harusnya aku yang bersamamu,Han bukan Adit."
"Ye ille Ded...masak ketangkep aja ingin kamu ga malu nanti ( othor)
"Gue cemburu thor tiap hari tiap detik mereka selalu bersama" (Deddy)
"Ya biarinlah ...mereka kan suami istri masak kamu iri" ( othor)
"Aku sayang Hani"
Di Bandung di rumah bunda
"Masya alloh anakku kenapa sampai di tangkep " seru bunda kawatir.
"Ada apa bu?" tanya simbok.
"Bereskan pakaian kita mbok kita susul Hani ke Jogja," perintah bunda. Dan simbok pun bergegas ke kamar merapikan pakaian bunda dan di masukan ke koper.
"Bu, disana mau beberapa hari?" tanya simbok asisten bunda yang mengabdi ketika mbak Alia masih bayi.
"2,3 bulan mbok ikut juga ke Jogja,"
"Tapi bu"
"Ga da tapi tapian, aku sudah pesen travel nanti malam kita berangkat," jelas bunda.
__ADS_1
Simbok mengangguk terpaksa karena sebenarnya dia ga mau meninggalkan Bandung tapi bunda selalu maksa.
Masih di Bandung kali ini tersiar heboh di sekolah Adit mengajar. Airmata bu lusia Sumiati menetes saat melihat vidio Adit dan Hani perasan kecewa hancur bahagia jadi satu.
Kecewa karena pak Adit lebih memilih anak kemaren sore yang notabene muridnya daripada memilihnya. Bahagia karena Adit dan Hani mendapat masalah.
"Rasain kamu Dit, geram bu Lusia. Kali ini aku akan menyusulmu le Jogja" batinnya. Apapun yang terjadi kamu harus jadi milikku."
Kali ini bu Lusia memantapkan hati untuk merebut pak Adit dari Hani. Tangan Lusia pun mengambil gawai di tas kerjanya.
"Hallo...siapkan tiket travel ke Jogja sekarang." perintah Lusia pada seseorang di telepon.
"Sekarang?" tanya seseorang di seberang telepon.
"Iya, apa harus aku ulangi kata kataku hhhhh! bentak lusia mulai naik darah.
"Tapi bu, hari ini jadwal ibu mengajar," sela dia.
"Aku tak peduli!" teriak Lusia membuat kaget artnya. Lusia membanting hapenya dengan kesal kwmudian di panggilnya artnya.
"Mbok..." teriak Lusia yang masih berada di kamarnya. Bereskan pakaianku, SEGERA!!!"ucap nya keras.
"I..iya," jawab artnya ketakutan.
"Kamu juga ikut aku ke Jogja" tegasnya lagi.
Artnya menunduk lalu mengambil koper di atas lemari, memasukan beberapa stel baju ke dalam kotak.
"Mbak...sudah siap"
"Bereskan pakaianmu sekarang juga kita pergi nanti sore," ucap Lusia yang meninggalkan artnya menuju ruang makan maklum habis teriak teriak cacing di perut minta demo ya.
"Yess.." seru Sania bahagia melihat peristiwa yang menimpa Adit dan Hani .
"Aku harus menyelesaikan tugasku kemudian pulang ke Jogja" batin Sania bahagia ya dia bahagoa sekali bos nya dapat masalah.
__ADS_1