
Sedangkan Adit dan Hani
"Sayang aku capek" Aditpun berhenti dab mengatur nafasnya. Hani menghentikan motornya menghampiri Adit. Diendusnya tubuh Adit.
"Emmmm...wangi...sudah cukup ach.Hayok naik tapi..."
"Tapi apa ...?"tanya Adit penasaran.
"Pingin pecel lele yang ada di dekat pasar malam tadi."
"Hhhh...Adit menghela nafas panjang. Rasa lelah mengelayuti dirinya.
"Sayang bisa ngga kalo besok ini jam berapa?"kilah Adit.
"Ga mau, Hani mau makan sekarang titik!"
"Iya...iya.." sahut Adit kesal
"Eh..tidak jadi dech. besok pagi berangkat ke Jogja kita pake mobil saja," usul Hani yang tiba tiba mengcancel pecel lele.
"Sabar,Dit, ini sudAh pilihanmu." batin adit bermonolog sendiri sambil mengelus dada.
"Yuk, ach kita lets go pulang," ajak hani senyum sumringah menghiasi bibirnya.
"Alhamdullillah ya Alloh" seru Adit
Motor Aditpun berbalik arah menuju rumah, jam menunjukan 02.00 pagi mesti ada ada saja drama selama di perjalanan.
Malam berganti pagi sinarnya menyusup di balik celah celah tirai rumah Adit.( bolong kalee ya ...celah) dasar othor sedeng.
"Hoammmm...aaa...kenapa mas Adit tidur disini," jerit Hani. Hikz...hik...hikz...tangisnya pun semakin menjadi jadi. Adit terbangun tergagap di kuceknya kedua matanya.
"Sayang ...maafkan mas, mas capek,"
"Hoa...hoa...hoa...nanti kalo aku hamil lagi gimana," isaknya. Kata kata hani membuatnya ingin tertawa tapi entah mengapa ia urungkan.
Yang jelas istri Maha benar dan apapun perkataannya adalah titah bagi Adit.
Hani pun turun dari tempat tidur menuju kamar mandi setengah jam ia sudah rapi dengan selempang.
"Mau ke mana sayang"
"Jangan deketin Hani tau," ketusnya.
"Ticket kereta mana, aku mau ke Jogja,"
"Sayang...katanya mau pake mobil."
"Ga jadi riskan, takut kamunya meleng,buruan mandi ga usah bawa baju beli baju di Jogja ...CEO ko pelit." cerocos Hani.
Adit tepok jidat melihat kelakuan sang istri kecilnya.
"Baby...aku juga harus ijin ke sekolah juga."
"Mau ijin atau ketemu Lusia hhhhh." bentak Hani. Adit terkejut tumben tumbenan nyebut namanya Lusia.
"Telpon kepala sekolah!" tekan Hani.
__ADS_1
Semenjak ketauan hamil ada ada saja drama yang di mainkan Hani. Dari yang ga terima ia hamil ga mau di sentuh Adit, terus bobok di rumah Dara ngerjain Prayudi sekarang mau ke Jogja naik kereta api.
Adit mengambil ponselnya di telponnya kepala sekolah.
skip
skip
skip
7 jam Adit dan Hani ada di dalam kereta.
"Tau gini kita naik mobil." gerutu Hani yang di dengar Adit.
"Sabar Dit..sabar, istrimu selalu benar." batin Adit mengelus dada.
"Rame banget, Hani ga suka," imbuhnya ketika sampai stasiun Tugu.
"Namanya juga stasiun ya rame,yank kalo sepi di kamar saja," ucap Adit tentu saja mendapatkan hadiah lemparan tas.
"Dasar ...mesum"umpat Hani.
Hani menghirup udara Jogja dan apa yang terjadi saudara saudara,Hani bersujud dan berteriak " Jogja, I'm cooming."
"Maaf, saya ga kenal," ucap Adit kepada para penumpang yang turun dan memperhatikan mereka. Hani yang mendengar menatap Adit dengan sorot mata permusuhan membuat hati keder.
"Sorry" lirih Adit. Memalukan." Adit tepok jidat.
"Mas makan di lesehan itu ya terus mau naik Andong keliling Malioboro." pinta Hani dan di angguki kepala.
"Yesss...angkringan ...aku lapar," teriak Hani sekali lagi.
Adit dan Hani pun berjalan mendekati sebuah Angkringan di pojok stasiun. Hani memakan lahap tak tanggung tanggung habis 10 nasi kucing, 4 ayam goreng, 10 sate keong,dan 2 gelas es teh masih bungkus gorengan 5000.
"Alhamdullillah...seru Hani. Mau mengelak kalo aku istrimu hhhh!"
"Engga ...engga sayang..kamu is the best" sahut Adit cengengesan.
Selesai makan Hani dan Adit mencari Andong.
"Wah...nyaman sekali," bisik Hani mengusel usel Adit. Doyan banget bau keringat Adit.
"Adiknya mas" tanya Abang andong yang senyum senyum liat passngan Adit dan Hani.
"Istri bang" sahut Adit seakan akan ga terima pertanyaan abang Andong.
"Owh...kirain adiknya habis istri mas lucu," godanya di sambut bibir Adit yang mengkerucut pertanda ngambek.
"Bang anterin nyari hotel ya"
"Engga...jangan ...seru Hani. Ke terminal terus mau ke Heha sky yang bisa liat dari atas itu" jelas Hani
"Naik grab aja mbak," usul abang Andong.
"Abang bisa carikan kan," pinta Hani.
Tak selang berapa lama mobil grab pun datang Hani dan Adit pun naik menuju Heha Sky.
__ADS_1
"Indahnya..." Hani memutar mutar badannya kemudian menghempaskan tubuhnya duduk sebuah kursi.
"Kita foto foto yuk" Aditpun mengabadikan foto Hani dengan ponselnya. Saat Hani sedang berpose tiba tiba dari arah belakang Hani ditubruk 5 orang pria.
"Maaf " ucap salah satu laki laki itu.
"Iya ga pa pa " sahut Hani
"Han ...kamu ga pa pa kan?" tanya Adit.
"Mas kalo jalan liat liat donx" seru Adit lihatlah netizen betapa Adit yang carenya.
"Sorry mas...kami buru-buru" ucap salah satu pria itu membuat darah Adit mendidih saat melihat Hani berjabat tangan dengan mereka.
"Deddy .." salah satu pria dengan mengulurkan tangannya.
"Hani" sahutnya membalas uluran tangan pria tentu saja wajah Adit merah padam menahan cemburu.
"lepaskan tanganmu,"bentak Adit.
"Itu kakakmu? tanya Deddy, galak amat."
"Iya.." sahut Hani semakin membuat Adit cemburu.
"Sabar ...sabar,Dit.otor rela jadi pengganti Hani"
"Ogah..."adit menyahut ledekan othor.
"Ntar malam nonton music aku live di sini" teriak Deddy sambil melambaikan tangannya.
"Okey..." sahut Hani dengan senyum sumringah.
"Puas...dapat kenalan." cerca Adit.
"Heeemmmm...wangi..."Hani sengaja mendusel dusel Adit guna meluluhkan hati Adit yang du bakar cemburu, namanya juga Adit yang bucin dengan Hani marah juga sekilas.
"Hampir maghrib sayang kita cari losmen yuk" ajak Adit yang merasakan tubuhnya kecapaian.
Hani pun menggangguk kemudian mereka memesan kamar dan kebetulan Deddy dan kawan kawannya menginap di losmen itu.
"Hai..." seru Deddy." Kita jodoh ya"
"Sialan anak itu lagi" umpat Adit dalam hati.
"Hiii..ya..aku istirahat dulu,ya" jawab Hani kikuk ia pun menyadari kalo Adit cemburu.
Adit membuka kamar kemudian meloloskan tubuhnya di tempat tidur.
"Arrrggg" erang Adit yang pasti hati adit sekarang berkobar kobar. Dan Hani sukses membuatnya marah.
"Kenapa mau marah? silahkan!" tanya Hani dengan penuh penekanan. Adit tak menjawab mukanya di tutupi bantal dan akhirnya saking lelahnya dia tertidur.
Kesempatan Adit tidur Hani membersihkan diri lalu ke loby untuk memesan makanan.
"Mau makan .."tanya Deddy mengkagetkan Hani.
"I...ya" jawabnya kikuk
__ADS_1
"Makan berdua ya.." Hanipun terpaksa menerima tawaran Deddy untuk makan bersama canda tawa mereka lalui sampai akhirnya ada sosok yang mengintip kebersamaan mereka.