
Tak terasa pagi pun menjelang angin sepoy menghantam horden kamar milik pengantin lama. Hampir semalaman Hani meminta terus kepada Adit ( efek Hamil) jadi pingin lagi dan lagi hormon meningkat tentu saja Adit kelimpungan bahagia.
"Sayang dah pagi" bisik Adit ketelinga isterinya kemudian mengecup keningnya.
"Hoooammm...hani masih ngantuk" keluh Hani membenarkan selimutnya tapi dengan tiba tiba ada sesuatu yang membuatnya ingin.
"Mas lagi yuk, pingin..." rajuk Hani.
"hhhh.." Adit terbelalak .
"Okeh...okeh...mas siap ..." sahut Adit. Hani pun memulai aksinya dari menciumi wajah Adit hingga menggigit kecil lehernya membuat Adit mendesah panjang. Tanpa aba aba dia pun menaiki perut Adit serasa hangat berkedut yang di rasakan Adit.
"Mas pasrah dech yank" ucap Adit mengerlingkan mata nakalnya.
"Acchhh.." desah hani sambil menggoyangkan pinggulnya kemudian naik turun.
Setengah jam kemudian Adit mencapai pelepasan diikuti oleh Hani.
"Hebat ya ibu hamil ..." batin Adit. Sering sering Hamil jadi bisa enak enakan terus" seringainya tipis. Hani merebahkan tubuhnya di samping adit dengan nafas yang ngos ngosan maklum bro mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra bersama Adit dan Hani.
"I miss you sayang" bisik Adit memirigkan tubuhnya dan tak lupa tangan nya mengelus rambut Hani yang lepek oleh keringat. Mata Hani membalas tatapan Adit di elusnya wajah Adit.
"Mandi yuk " ajak Hani. Tapi gendong rajuk Hani dengan manja. Tanpa malu malu lagi Adit mengendong Hani di dudukan wanita itu di toilet sedangkan dia mengisi bath up dengan air tak.lupa dibubuhi aroma terapi lavender. Bau harum menyeruak di kamar mandi itu.
"Sini aku gosokkan punggungnya" laki laki itu menawarkan diri karena dia sekarang lagi pegang sabun mandi dan istrinya menggangguk setuju. Selesai ritual mandi mereka sepasang suami istri bertaut usia 10 tahun itupun sarapan.
"Mbah...besok siapkan 2 kamar kosong ya bunda ma temenku mau nginep sini." perintah Hani selesai membantu membersihkan piring kotor.
"Siap neng, "
"Trimakasih mbok" ucap Hani berlalu menuju ruang depan dimana Sania asisten Adit telah menunggu bosnya.
__ADS_1
"Mas jadi bikin resto disini" tanya Hani manja membuat Sania sedikit jengah.
"Iya ..sayang...mas pergi dulu ya. hati hati anak papa . o iya Dara mau ke sini karena om Prayudi kedatangan tante kiara" sambung Adit.
"O..." balas Hani . Tapi mas Adit pulangnya bawa bakso beranak 7 bungkus terus sate ayam 100 tusuk ga boleh kurang ga boleh lebih terus mas Adit harus cium tangan penjualnya" pinta bumil.
"Yank ..kamu ngidam apa doyan" tanya Adit di sambut senyuman.
"Kan entar ada mbak sania mbah Sabar dan tentu saja ada bank sampah makanan mas Adit," rajuk hani mengerlingkan mata.
"Ya sudah aku berangkat ...jaga diri baik baik jangan terima tamu apalagi si deddy itu" pesan Adit penuh dengan penekanan. karena apa yang sudah jadi milik adit tak seorang pun boleh menyentuhnya bahkan dulu almarhum mertuanya pernah di bentak Adit gegara memeluk Hani.
Hani duduk di teras sepeninggal Adit dia lalu berselancar ke medsos. membuka aplikasi berwarna biru dan matanya tertuju pada status seseorang.
"Terusir" begitu chaption yang di tulis diakun tersebut dan pemilik akun tersebut adalah Daramitha.
"Sini kerumah baru gue" tulis Hani di kolom komentar tak berapa lama koment dibalas "serlock lewat wa Aku otewe" tulisnya lagi.
"Hiks...hiks ..hiks ..."airmata Dara lolos begitu saja .
"Kamu yang sabar ya" peluk Hani memukul pelan pundak sahabatnya.
"Terimakasih..." ucap Dara seraya menghapus airmatanya.
"Kamu nginep di sini ya sekalian temenin aku. mas Adit sibuk mau pembukaan resto " sela Hani. Hani pun mengajak sahabatnya itu untuk kekamar yang telah disiapkan.
"Tante Ki- "
"Iya tante kiara datang.." lirih Dara memotong perkataan Hani.
Hani mencoba menenangkan hati sahabatnya.
__ADS_1
"Kamu cinta sama om Prayudi;" tanya bumil berhati hati dan di anggukin kepala oleh Dara.
"Harusnya kamu tau ...kamu tidak boleh pake hati," jelas Hani.
"Maafkan aku Han ...Aku terbuai dengan om Prayudi," lirih Dara yang tak sanggup meneruskan kata katanya.
"Kamu mau ku kenalkan ma seseorang," tanya Hani. Dara mendongak menatap wajah sahabatnya .
"Lu selingkuh," pekik Dara tertahan. Dengan kesalnya di bekap mulut Dara dengan tangannya.
"Sttttt..jangan kerAs kerAs" kesal bumil itu dengan bibir manyun. Dara menahan tAwa membuat mulutnya menyemprot di telapak tangan Hani.
"Iiihhh ...jijik" teriak Hani di sambut gelak tawa Dara.
"Ha ..ha...ha..." gelak Dara.
"Apaan sih...tau gitu ga tak bolehin nginep di sini ," ucap Hani cemberut.
"Uluh ...uluh...makin cantik aja sahabat bumilku," rayu Dara di teruskan dengan kekehannya.
"Lu ga nyuruh gue makan " tanya Dara yang sedari tadi menahan perut yang keroncongan.
"O ya sahabatku yang satu ini paling ga bisa berpaling makanan ," Dalih Dara.
Hani dan Dara pun berjalan meninggalkan kamar masuk dapur. Dara mengambil satu buah apel dan sebuah susu kotak. Dara menggigit apel dan duduk di ruang makan di temani Hani.
"Kok lain ya rasanya..." kata Dara ketika menyeruput susu melalui sedotan. Hani yang melihat sahabatnya tertawa terbahak bahak terus di sahutnya susu itu di tempelkan ke muka Dara.
"Susu khusus ibu Hamil " gelak Hani dan Dara Hanya manyun sambil tepok jidat.
budayakan koment like dan vote
__ADS_1