Malam Pertama Dengan Bos Papa

Malam Pertama Dengan Bos Papa
Bab 34


__ADS_3

Dich...maaf baru up lagi maaf ya karena othor sibuk banget do dunia nyata di tambah lagi momongan othor anak autis jadi sabar ....sabar ...dan sabar ...doain juga buat othor bisa punya kesabaran seluas samudra dan setinggi gunung everest...


Sempat pundung sich benernya 2 kali di tolak kontrak padahal aku sangat berharap banget pada novelku ini biaya anak autis kan mahal....


Buat para readers yang sabar ya menanti updetanku..


*****


"Sayang ...kamu di mana," teriak Adit setelah selesai acara. Matanya menyapu seluruh ruangan tapi tiba tiba netranya membentur 2 sosok yang begitu jelas di taman.


"Makasih ya Ded... sudah membantu memeriahkan acara ini,"


"Iya...sama sama Deddy pun memjabat tangan Hani di kecupnya tangan itu membuat sang pemilik naik darah.


"Aarrrggg...tidak bisa di biarkan ," batin Adit di singsingkan kemeja ke atas sikunya dengan arogant nya dia berjalan ke arah Deddy.


Plak...


plak...


2 kali Adit menampar Deddy.Adit mencekal kerah Deddy." Brengsek! " umpat Adit ketus. Hani kaget setengah mati di lerainya suaminya.


"Apaan sih mas" ucap Hani.


"Gila apa aku membiarkan istriku di kecup orang lain." tegasnya.


"Aku dan Deddy kan ga ngapa ngapain mas," protes Hani.


"Sudah...sudah ...aku yang salah ...maafin aku pak," kilah Deddy menyembunyikan senyuman yang penuh kepuasan.

__ADS_1


Deddy pun pamit kepada Hani dan Adit.


"Apa dan kenapa hhhhh?" bentak Adit membuat nyali Hani semakin menciut.


"Cuma di cium tangan tok, kenapa ribut sich," elak Hani.


"Kamu waras ga sih , kamu itu istri aku,"


"Capek ngomong ma mas Adit," teriak Hani berjalan mendekati kamar untuk beristirahat. Deddy yang melihat kecemburuan Adit tersenyum dengan kemenangan.


"Rasain lu..." batin Deddy.


"Dam!" teriak Adit.


***


Di Sebuah losmen


"Hallo, San ...Kamar 201 ya," balasnya.


"Okey mbak," Sania menutup teleponnya dan berjalan menuju kamar 201.


Tok..


Tok..


Tok..


Seorang wanita sexy membukakan pintu. Keduanya bersalaman bercipika cipiki.

__ADS_1


"Masuk,San," ajaknya.Sania mengikuti wanita itu dan menjatuhkan bokongnya di kursi empuk. Sedangkan wanita itu yang tak lain adalah Lusia Sumiyati fans berat Aditya duduk di pinggir ranjang.


"Bagaimana?tanya Lusia, carikan aku rumah yang dekat dengan Adit jangan biarkan pengorbananku risen dari sekolah." tutur Lusia dengan mata yang tajam menatap Sania.


"What... risegn" guman Sania yang di dengar Lusia.


"Kamu tau aku hampir mati karena Adit dan Hani menikah sekarang aku bela belain risegn demi mendekati Adit," jelasnya.


"Mbak niat banget pingin merebut Adit."


"Aku cinta Adit,"


"Temenku sudah menyusun rencana mbak...dan aku akan bantuin mbak," jelas Sania.


"Terima kasih,sayang," ucap Lusia, senyum jahat membingkai bibirnya yang merah menyala karena polesan lipstik.


"Kita jalan jalan, yuk! " ajak Sania mencoba mengalihkan pembicaraan. Lusia tersenyum.


"Mbak ...ganti model rambut dong, biar kayak anak muda," celoteh Sania.


"Udah tua biar begini saja, jawab Lusia sekenanya namun tiba tiba dia berbalik bertanya, Ada salon terbaik di Jogja di mana ya."


"Okey ...aku akan antar mbak ke salon terbaik ," jawab Sania.


"Kamu tidak bekerja ," tanya Lusia sekali lagi.


"Hari ini sampai dua hari ke depan aku free. kemarin sibuk ngurus pengunduran diri Adit, Capek mbak bolak balik Bandung -Jogja," jelas Sania.


"Ya udah ...lets go..."

__ADS_1


Sania dan Lusia pun meninggalkan losmen menuju salon terkenal di Jogja.


__ADS_2