Malam Pertama Dengan Bos Papa

Malam Pertama Dengan Bos Papa
Bab.4


__ADS_3

Selamat membaca jangan lupa


like


Vote


bunga


love


jadikan favorit di berandamu ya


salam sehat salam cintah..mmmuuuaacch...mmmuuuaacch..


Matahari mulai malu malu menampakkan cahaya. Hari ini genap 3 hari menjadi istri pak Adit dari awal kegiatan Mandi menyibak korden mendekati pak Adit menciumnya terus bermain keluar kamar cuma kalo lapar.


"Mas ....Adit keterlaluan," teriak Herlan kesal.


"Mataku masih suci..." lantang Herlan cemberut. kalo begini Her balik.ke Sulawesi," imbuhnya saat tak sengaja melihat Hani dan Adit berciuman di pantri dapur.


Hani pun mendorong tubuh Adit kemudian bokongnya diperosotkan turun. Senyum kecil tersungging di bibir Hani.


"Piss...mas.. " lirih Hani manja.


"Sarapan pake apa nich...mbok Darmi.blm datang ya," tanya Her.


"Tuh..." monyong bibir Adit.


"Ya ampun mas...roti lagi..." ucap Her tambah kesal tapi rotinya tetap dicomot juga.


"Tak tau malu ...wayahe...wayahe kerjo," teriak Herlan meninggalkan Hani dan Adit yang tersenyum.


"Pasangan yang lebai..."


"Kamu juga akan ngerasain nanti her bahkan lebih," balas Adit disambut tawa Hani cekikikan.


Herlan pun meninggalkan Adit dan Hani.


"Ayang ku ...tidak ke sekolah ," cakap hani.


"Besok.saja bareng sama kamu," sambung Adit sambil menyentil hidung Hani.


"Acchh...jadi pingin lagi," ucap Hani sambil mengerlingkan matanya.


Tanpa ba..bi...Bu Adit mendudukkan Hani meja makan di bukanya daster Hani.


"Acchh..." desah Hani


"Belum aku apa apain Han," sentil Adit membuat Hani tersipu malu.


Ketika sedang asyik asyiknya tiba tiba bel rumah berbunyi.


Ting ..tong...Ting...tong...


Hani mendorong tubuh Adit. di rapikan rok dasternya,Adit juga begitu langsung berkumur ke wastafel.


"Ngganggu saja ," gerutu Adit baru juga mau *** ***,'


Adit pun berjalan menuju arah pintu.


"Eh..mbok Darmi tumben telat," sapa Adit


"Maaf ...den. sepeda simbok bannya bocor,"keluh mbok Darmi.


"O ya mbok...itu istri Adit. Hani ,"


"Salam mbok..." ucap Hani mencium tangan mbok dharmi.


"Jangan nyonya..."


"Ichhh...simbok ...panggil neng saja dech kaya ibu ibu tau," sahut hani.


"Kebetulan mbok sudah datang jadi Hani ada temannya di rumah, aku mau ke restoran ,"


"hhhhhhh...Hani ikut ..." rengek Hani membuat mbok Darmi Mesam mesem.

__ADS_1


"Tuan yang kaku akhirnya jatuh ke pelukan gadis kecil," batin mbok Darmi tersenyum.


"Apa mbok senyum senyum,"


"Anu tuan ...anu..."


"Sudah...sudah yang...kita mandi yuk," ajak Hani .


Adit pun mengikuti Hani .


"Yang besok kelulusan," Hani memeluk tubuh Adit dari belakang.


"Tu ...yang kamu harus tanggung jawab Lo,"


"Aacccchh...siiiap itu mah...beres ...servis oke..." bisik Hani .


"Tapi janji ke Jogja ya,"


"iya ...servis memuaskan tapi."


"0key." jawab Hani sambil mengedipkan matanya dengan nakal.


Hani dan Adit pun menanggalkan pakaian mereka . Gemericik air beradu dengan ******* mereka dari bet tap beralih ke kloset dari kloset di bawah shower .


"Terimakasih sayang," kecup Adit.


"Sama sama " ucap Hani mencoba mencium bibir Adit dengan berjinjit.


"Hani ikut ya...kangen papa," Rajuk Hani.


'Pingin ikut .." rengek nya sambil memasang puppies eye nya dan tentu saja membuat Adit semakin gemas.


"Aaaaaa...jadi ingin lagi," sentil Adit.


"Dicchh...capek tau." jawab Hani kesal.


Akhirnya Adit mengalah dan mengajak Hani ke resto nya.


"Papa..."sapa Hani.


"Mesra amat ...dah..dah lepasin ," ucap Adit.


"Posesif amat dit.Dia kan mertua Lo " timpal Sugeng.


"Dah....dah jangan bertengkar," sergah papa sambil.melepas pelukannya.


"Pa...makan siang di bawain bekel apa," tanya Hani.


Mata Aditpun mendelik seakan akan ingin mencaplok Hani bulat bulat.


"Apaan sih yang ...kayak tidak di kasih makan suami saja." kilah Adit.


Tiba tiba ponsel Adit berbunyi.


Derrrttt...derrrttt...


"Siapa,yang ," tanyaku penuh selidik.


" Bukan siapa siapa,"jawab Adit sambil memasukan hpnya ke dalam sakunya.


"Pak Rebo besok ga usah datang lagi ke kantor y,"


Wajah pak Rebo berubah sendu.


"Kenapa bos, apakah saya harus mengganti uangnya," lirih pak Rebo sendu.


"Ada yang salah," tanya Sugeng.


"Ada," sahut Adit seenaknya.


"Tapi boss..."lirih pak Rebo.


"mas Adit kenapa sih...jahat sama papa,"


"Lah ...siapa suruh papa peluk peluk Hani," tekan Adit.

__ADS_1


Pak rebo dan Sugeng pun menggelengkan kepala melihat keposesifan Adit.


"Pak Rebo ngurus resto yang baru,"


Pak Rebo terpana mendengar ucapan Adit.


"Hotel dan restoran yang ada di jalan Anggrek jadi milik papa," jelas adit.


Mata Hani terbelalak " wah ...uang saku Hani bakalan nambah nich." celatuk Hani.


Pak Rebo tercengang


"Pak rebo keruangan saya semua dokumen kepemilikan sudah atas nama bapak," tepuk Sugeng .


Tak terasa air mata pak rebo jatuh berderai.


"Terimakasih boss," lirihnya.


"Makasih sayang" Hani pun menjinjit mencium pipi Adit tanpa di sadari Hani,Adit langsung membopong tubuh Hani masuk ke dalam lift menuju lantai di mana ia kerja.


.


Kita tinggalkan Adit dan Hani lalu bagaimana kah kisah Kasandra ato Bu Sumiyati pengagum berat pak Adit.


"Sial...dimatiin " geram bu Sumiyati.


"Sayang..." bisiknya sambil menatap foto Adit.


"Aku tidak rela kamu jadi milik bocah ingusan itu. kamu harus jadi milikku.milikku ," tekan Bu Sumiyati.


Berulang ulang Bu sum mencoba menelpon Adit. Kali ini yang mengangkat adalah Hani.


"Ssssttt..,Bu sum telpon ," bisik Hani.


"Angkat sayang mau apa dia ,"


"Hallo ...iya ada yang bisa saya bantu Bu," tanya Hani menahan cekikikan yang ia tahu Bu sum adalah fans setia pak adit.Diumur 35 tahun demi menunggu pak Adit eh sang empu yang ditunggu mah menikahi muridnya.


Hp pun dimatikan secara sepihak.


"Kenapa...kenapa dit," jerit Bu sum mengagetkan pembantunya.


make up diatas meja rias porak-poranda dihantam badai El Nina.


"Bu...kenapa Bu" suara pembantu Bu sum datang dengan tergopoh gopoh.


"Diam kamu...aku lebih baik mati" seru Bu sum.


Bu sum kalap matahatinya tertutup sudah di raihnya cutter dan tiba tiba.


sreeeettt...darah mengalir dari ujung cutter pergelangan tangan bu sum belepotan darah.


pembantu pun menjerit melihat sang majikan tiba tiba lunglai tak berdaya.


"Tolong...tolong teriak pembantu Bu sum sambil berlari keluar rumah. Seluruh warga sekitar pun berdatangan berhamburan menuju rumah Bu sum.


"Astagfirullah Sum," teriak Bu RT.


"Apa yang terjadi mbak ," tanya Bu RT.


"minggir minggir cepat bawa ke rumah sakit ," gugup.pak Wawan salah satu satpam di komplek tersebut.


Beberapa wargapun membopong tubuh Bu sum keluar mereka celingukan mau dibawa pake apa.


"Ya ampun. ko belum telpon ambulans sich." seru Bu RT kemudian ditelponnya 911.


Setengah jam ambulans pun membawa Bu sum ke rumah sakit.


Orang yang mengoreskan benda tajam ke pergelangan tangan biasanya darah keluar terus ya terus setengah jam mang ga habis Thor...


othor cuma bisa menjawab semua ada di dunia halu.


Terimakasih salam sehat ya . Jaga diri kurangi mobilitas hati hati dengan popcorn.


eemmuaach

__ADS_1


__ADS_2