Malam Pertama Dengan Bos Papa

Malam Pertama Dengan Bos Papa
Bab 21


__ADS_3

"Kurang ajar ..siapa wanita itu" umpat sosok wanita yang tak lain adalah Sandra pacar Deddy.


"Makasih ya, Han mau nemeni aku makan."ucap Deddy.Pipi Hani memerah dia menunduk malu.


"Boleh aku minta nomer telponmu." tanya Deddy. Hani mengeluarkan hpnya di selempang.


"08213515××××" ucap Hani.


"Aku save ya,"


"Okey"


"Auuuu...auuu..." tiba tiba Hani menjerit keras rambutnya di tarik seseorang. lepaskan...sakit ...sakit..!" jeritnya di tambah dengan moodnya yang berubah ubah karena hamil muda.


"Sandra..."pekik Deddy segera ia menepis tangan Sandra dan di jauhkan menjauh dari Hani.


"Arrrgg...jerit Hani,airmatanya mulai mengalir deras. Seketika Hani pun berlari meninggalkan Deddy.


"Puas kamu Sandra..."bentak Deddy.


"Owh ...dia yang membuat kita putus," tanya Sandra dengan nada penekanan.


"Bukan,"elak Deddy . Dia dari Bandung aku juga baru mengenalnya.jellas Deddy. Ingat kita telah putus kuharap kamu mengerti."


"Tapi..kamu jatuh hati dengannya."


"Iya ..jawab Deddy cepat karena sudah tak ingin berdebat dengan gadis keras kepala.


"Aku masih mencintaimu;"


"Sudahlah Sandra jangan dekati aku lagi" tolak Deddy.


Deddy pun meninggalkan Sandra berlari menuju Hani di peluknya gadis yang sudah menjelma sebagai wanita itu.


"Maafkan aku," lirih Deddy. Membawamu ke dalam masalahku dan Sandra."


"Tapi kenapa harus aku Ded" isak Hani.


"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu" bisik Deddy


Mata Hani terbelalak mendengarnya di satu sisi ia bahagia di sisi lain dia telah bersuami dan kini mengandung anak Adit.


"Tidak..ini tidak boleh terjadi " elak Hani mencoba menolak kenyataan. Aku tidak pantas kamu cintai,Ded," Deddy memegang bahu Hani dan tangan kanannya meraih dagu bibirnya mendekat ke arah Hani tapi sebelum sampai Adit berteriak dengan lantang.


"lepaskan Hani," teriak Adit membuat para pengunjung menengok ke Arah Adit.


"Mas Adit" batin Hani cemas . genjatan senjata ukraina dan kroasia" guman Hani tak jelas.


"lepaskan istriku.." bentak Adit.


"Istri..." guman Deddy


Aditpun menyeret Hani meninggalkan Deddy yang masih shock.


"Sakit tau! lepaskan " Hani pun mencoba melepaskan cengkraman Adit. Adit menghempaskan tubuh Hani di kasur membuat dia kesakitan yang luar biasa.


"Eeeehhh....sakit..." keluh Hani meratap memegangi perutnya.


"Drama..hhhh...ga akan terkecoh."

__ADS_1


"Deg...begitu hati Hani serasa berhenti mendengar ucapan Adit.


"Mas....tolong sakit..."lirih Hani.


"Dasar pembual ," bentak Hani.


"Mass.." ucap Hani menangis.


"Aku ga kuat lagi..." Hani pun tergeletak pingsan ada darah di sela pangkal pahanya. Sedangkan Adit sendiri meninggalkan Hani yang terkapar.


"Hhhhh...Adit menghela nafas. Han...aku mencintaimu tapi kenapa kam mengkhianatiku kamu baru sekali ketemu dengan pria itu" sesal Adit dalam hati. Adit pun berjalan mendekati sebuah tebing.


"Eh..bang ..ngapain " teriak salah satu pengunjung


"Cih...pendek amat ..putus cinta mau bunuh diri," cibir pengunjung juga


"Sudah tua bang mbok.ya yang dewasa dikit." imbuh yang lain .


"Siapa yang mau bunuh diri " ucap Adit kesal.


"Mas ...rintih Hani memanggil manggil Adit.Mata Hani mengerjap melihat di sekelilingnya sepi.


"Mas Adit kemana..mas tolong, aku tidak kuat ." racau Hani menjadi jadi.


"Sayup sayup terdengar orang mengetuk pintu kamar.


"Siapapun itu tolong...tolong..." teriak Hani. Pintu di dobrak


Brak..


Brak


"Tolong, Ded..tolong bawa aku ke rumah sakit,"rintih Hani.


"Bertahan Han...bertahan.." Deddypun membopong tubuh Hani tapi sebelum itu dia telpon temannya untuk menyiapkan mobil.


"Mbak tolong entar kalo suami dari mbak Hani tanya mbak Hani di bawa ke rumah sakit." pesan Deddy kepada resepsionist.


"Okey mas" ujar resepsionist itu.


Mobil yang di kendarai Deddy dan Hani pun melesat ke tengah kota Jogjakarta menuju Rumah sakit.


"Suster...teriak Deddy panik takala melihat darah mengalir sampai tumit Hani. 2 orang susterpun datang menghampiri Deddy dan meletakkan tubuh hani ke brangkar.


"Bertahan Han.." lirih Deddy.


"Tolong cari mas Adit" pinta Hani meringis kesakitan. Hani pun di bawa ke ruang IGD guna pemeriksaan tak lama kemudian Dokter muncul.


"Bapak suaminya," tanya Dokter mau tak mau Deddy pun menggangguk.


"Kandungan ibu baik baik saja cuma untuk ssmentara ibu harus di rawat dulu di sini," jelas Dokter.


"Iya Dok dan tolong selesaikan keperluan administrasinya, jika sudah tak ada yg di tanyakan saya mohon pamit, suster tolong bapak ini ke ruang admistrasi" lanjut dokter.


Deddy pun mengikuti suster sedangkan Hani du pindahkan ke ruang perawatan, tak lama kemudian muncullah Adit dengan tergopoh gopoh raut muka yang penuh dengan penyesalan.


"Suster ...dimana pasien yang bernama Hani," teriak Adit.


"Maaf mas baru saja ibu Hani dipindahkan ke ruang perawatan," sela Perawat.

__ADS_1


Adit terus berlari ke ruangan Hani tanpa menoleh Deddy yang memanggilnya.


"Sayang..." ratap Adit di ciumi pipi Hani seakan akan tak peduli dengan suster yang ada di hadapannya.


"Maaf bapak siapa ," tanya Suster.


"Saya suaminya,sus," lirih Adit


"loh...bukannya suaminya masnya tadi," Adit tercengang.


"Bukan saya suaminya," kata Adit penuh dengan penekanan.


"Apa yang terjadi dengan istri saya sus?" tanya Adit.


"Istri bapak baik baik saja dan kandungannya ga ada yg perlu di takutkan janin ibu sehat." jelas suster.


"Mmmmasss..." lirih Hani membuka mata,Dimana aku."


"Sayang jangan banyak bergerak ya,"


"Ibu Hani sudah sadar bapak kami mohon pamit" sela suster Aida sesuai tag yang ada di dadanya.


"Trimakasih sus ," ucap Adit.


"Sayang apa yang sakit," tanya Adit.


"Mas Adit jahat...isak Hani. Hani pingsan mas adit ga nolongin." lirih Hani


"Maafkan aku sayang, mas cemburu kamu pegangan tangan dengan laki laki lain." Adit memeluk Hani ruba tiba di kejutkan dengan deheman dari Deddy.


"Ehemmmm...ehemmm" suara Deddy mengkagetkan Adit dan Hani.


"Kamu..kenapa kamu disini hhhhh" bentak Adit. Hampir saja adit menghajar Deddy jika tangan Hani tidak mencekal baju Adit.


"Tak tau berterimakasih," gerutu Deddy.


"Kamu yang mengod istriku," ketus Adit.


"Istrimu juga mau ku goda," kata Deddy tak mau kalah.


"Mas..."sergah Hani.


"Awas kamu.." ancam Adit dengan mengepalkan tangannya.


"Mas..."ucap Hani dengan sedikit di tekan membuat Adit menoleh.


"Terimakasih y Ded," ucap Hani membuat Adit melonggo.


"Apa apaan sih yank ko berterima kasih pada dia," ucap Adit tidak terima.


"Kalo ga da dia Hani sudah mati tau."Ketus Hani yang masih dongkol sama Adit yang meninggalkan Dia saat menjerit kesakitan.


Bagaimana hari ini puasa lancar mudah mudahan kita semua di berikan keberkahan aamiin ...aamiin ..


jangan lupa vote bunga ato apalah komentar juga ga pa pa biar othor semangat..


terimakasih


selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2