Malam Pertama Dengan Bos Papa

Malam Pertama Dengan Bos Papa
Bab 28


__ADS_3

Tak berapa lama Hani dan Dara meninggalkan rumah Adit datang.


"Sayang ...teriak Adit memanggil manggil Hani.


"Iya...pak..." sahut Mbok Sabar.


"Istriku ke mana.."tanya Adit.


"Neng tadi pergi sama tamunya" jelas simbok membuat Sania berfikir pasti itu Deddy .


"Yesss...berhasil," batin Sania.


"laki perempuan mbok" selidik Adit ia mencoba menyembunyikan rasa cemburunya.


"Perempuan pak," kilah simbok sabar.


"Rambut panjang kan?" detail Adit di anggukin kepala simbok.


"Ya sudah...buatin aku kopi bawa ke kamarku dan kamu Sania tolong urus pengunduran diriku di SMA kamu pulanglah ke Bandung," terang Adit.


Mata Sania terbelalak tapi untuk saat ini ia tidak bisa menolak bosnya jika ingin memuluskan rencananya ia harus memgikuti perkataan sang bos.


"Baik pak" ucap Sania menunduk kesal


Sania pamit kspada Adit untuk berberes ke kamarnya begitu pula Adit langsung ke kamarnya di rogohnya ponsel yang ada di sakunya.


"Sayang ..masih lama ngga..mas susul ya" ketik Adit.


satu menit


dua menit


sampai 10 menit Adit galau, takut Hani kenapa kenapa dia langsung menyambar jaket nya.


"Pak Andi.... " teriak Adit.


"Heran ... suami istri ko hobby teriak teriak." guman mbok sabar.


Pak Andi tergopoh gopoh mendekati Adit.


"Ada apa pak.." tanya Andi.


"Tolong Antar Sania pulang ke Bandung dan tunggu sampai pekerjaanya selesai malam minggun kalian harus sampai di sini, tegas Adit. Mbok....bisa antar aku ke Parang tritis" seru Adit.


"Baik pak," jawab Andi menunduk hormat.


Andi dan Sania berpamitan meninggalkan Jogja, sedang Adit masih diliputi rasa was was atas istrinya.


Angin semilir menerpa rambut panjang dua orang gadis yang memdadak menjadi wanita dewasa.


"Mau es degan " tawar Deddy.

__ADS_1


"Mau dong.." jawab mereka serempak.


"Cie..cie yang barengan;" goda Deddy.


"Pingin maik kuda," lirih Hani tapi dengan cepat Dara menimpalinya.


"Engga.. timpal Dara. Kamu lagi hamil "


"Tapi Hani ingin..." isaknya .


"Duch ...drama lagi..." batin Dara kebingungan.


"Kenapa bumilku.." tanya Deddy sambil membawa 3 es degan pesanan mereka.


"Pokoknya aku mau naik kuda," ketus Hani bibirnya manyun manyun membuat Deddy semakin gemas.


"Ihhj...bibirnya pingin nyium dech," guman Deddy.


"Kalo mau naik biar sama aku saja aku bisa jagain bumil." tawar Deddy menawarkan bantuannya.


"Han..." Dara mencoba melarang ibu hamil itu tapi sia sia semakin di larang maka drama akan semakin lama.


"Pak..." Deddy melampaikan tangannya kepada pemilik kuda dan ia mendekati Hani Deddy dan Dara.


"Mas mau naik " tanya bapake


Hani naik dibantu Deddy dan ia pun memegang tali kekang kuda kalo dilihat mereka cocok menjadi pasangan. Tak lupa seakan.akan kepala Hani bersandar di dDa Deddy namun kejadian itu tak lama karena Adit datang dengan muka yang merah mrnyala hatinya berapi api.


"Hoe..." teriak Adit.


"Turun..." teriak Adit


"Nach ini dia yang kutakutkan," batin Dara bergidik ngeri.


"Ayang mbeb..." Teriak Hani. Ded..turunlah biar mas Adit yang menggantikan kamu," ucap Hani tanpa rasa bersalah.


"Abaikan saja Han."kata Deddy membuat Hani sedikit terkejut.


"Lah dia suami gue" adu Hani


"Turun ngga.." gantian Hani nyolot membuat Deddy kalang kabut.


"sttttt...jangan begini Han" bisik Deddy.


"Turun ga lu.." bentak Adit mendekati mereka sebenarnya ngeri juga takut di sepak kudanya.


"Turun" bentak Adit menarik celana Deddy.


"Roman romannya perang nich, bom atom meletus." guman Dara ketakutan.


Mbok Sabar yang melihat akhirnya mengelus dada. "Ya alloh paringi sabar .."

__ADS_1


"Deddy akhirnya turun dari atas kuda di susul dengan Hani.


"Sayang..." lirih Hani.


"Kenapa ada dia, tanya Adit marah bercampur cemburu.


Di raihnya kerah baju Deddy


bug..


bug..


bug...


Beberapa bogem mentah mendarat di sekujur tubuh Deddy ta seorang pun berani melerai seorang Adit yang di kuasai rasa cemburu.


"Yank...sudah hentikan" lerai Hani.


"Kenapa kamu tidak rela hhhhh.." bentak Adit.Bukan Hani namanya jika harus diam semakin dia di gas semakin dia nyolot. Hampir saja kepalan tangan melayang ke tubuhnya.


"Kamu membela dia " kalap Adit semakin emosi.


"Bukan begitu sayang...biarkan Deddy pergi" lirih Hani mencoba bijak.


"Pak...kita bicara baik baik ya" kata Dara mencairkan suasana.


"Terus kenapa kamu tidak lapor aku kalo ada Dia" tuding Adit.


"Kami tidak sengaja bertemu pak" kata Dara menutupi fakta yang sebenarnya kalao mereka janjian.


Deddy pun meninggalkan mereka.


"Arrrgggg..." umpat Deddy.sialan " gerutunya tak jelas.


Hani pura pura merajuk harusnya Adit ya yang merajuk. Seperti biasa badan Hani mulai mengelendot ke tubuh Adit.


"Emmmm ..harum..." Hani mulai mengendus badannya yang bau keringat perkelahian benernya ada rasa ingin muntah keringat bercampur bau parfum.


"Gila tu anak njilat ya njilat tapi ga kayak gitu juga kalee.." batin Dara menatap mbok Sabar sedangkan yang di tatapnya cuma mengendikan bahu tanda tak mengerti.


Di parkiran dimana Deddy memarkir mobilnya ia meraih ponselnya di buka nya aplikasi ijo.


"Kamu dimana" tulis Deddy pada seseorang tak ada jawaban dari orang itu.


"Sial ...seru Deddy membanting hapenys di jok mobilnya.


Doain bisa double up


like


koment

__ADS_1


vote


Emuuuaach


__ADS_2